Ini Rincian Bantuan PMI untuk Hadapi Karhutla dan Kekeringan



LINTAS86.com, BULUNGAN – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kalimantan Utara menerima dukungan kemanusiaan dari PMI Pusat berupa 50 ribu masker dan bantuan dana sebesar Rp31,25 juta untuk menghadapi potensi dampak fenomena El Nino yang masih berpengaruh di sejumlah wilayah Kalimantan Utara.

Bantuan tersebut disiapkan untuk memperkuat kesiapsiagaan PMI di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dalam menghadapi berbagai risiko yang dapat muncul akibat musim kemarau panjang, terutama kebakaran hutan dan lahan (karhutla), paparan asap, serta ancaman kekeringan yang berdampak pada ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

Ketua PMI Kaltara, H. Risdianto, mengatakan dukungan dari PMI Pusat menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas organisasi kemanusiaan tersebut menghadapi kemungkinan terjadinya kondisi darurat di lapangan.

Menurutnya, karakteristik El Nino yang menyebabkan curah hujan berkurang dan suhu meningkat membuat berbagai wilayah perlu meningkatkan kewaspadaan sejak dini.

“Dukungan dari Pengurus PMI Pusat ini diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan PMI kabupaten/kota dalam menghadapi potensi dampak El Nino, terutama karhutla dan kekeringan,” kata Risdianto, Senin (26/10/2026).

Bantuan Tahap Kedua dari PMI Pusat

Bantuan yang diterima PMI Kaltara merupakan bagian dari program kesiapsiagaan PMI Pusat dalam menghadapi potensi dampak cuaca ekstrem di berbagai daerah di Indonesia.

Pada tahap kedua penyaluran bantuan ini, PMI Pusat mengalokasikan sebanyak 50.000 masker untuk wilayah Kalimantan Utara. Masker tersebut akan digunakan sebagai alat pelindung diri bagi petugas lapangan maupun masyarakat apabila terjadi penurunan kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan.

Ketersediaan masker dinilai penting karena asap karhutla dapat mengganggu kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit saluran pernapasan.

Selain berfungsi sebagai perlindungan kesehatan, bantuan masker juga menjadi bagian dari kesiapan logistik yang harus tersedia sebelum terjadi kondisi darurat.

PMI berharap distribusi bantuan yang dilakukan lebih awal dapat mempercepat respons apabila sewaktu-waktu terjadi peningkatan kejadian kebakaran lahan selama musim kemarau.

Berikut Rincian Pembagian 50 Ribu Masker

PMI Kaltara telah menyiapkan skema pendistribusian bantuan ke seluruh daerah di Kalimantan Utara sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.

Adapun rincian pembagian bantuan masker sebagai berikut:

  • PMI Provinsi Kalimantan Utara: 8.000 masker
  • PMI Kabupaten Bulungan: 10.000 masker
  • PMI Kota Tarakan: 10.000 masker
  • PMI Kabupaten Nunukan: 10.000 masker
  • PMI Kabupaten Malinau: 8.000 masker
  • PMI Kabupaten Tana Tidung: 4.000 masker

Pembagian tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapsiagaan operasional serta kebutuhan di masing-masing wilayah.

Menurut Risdianto, seluruh bantuan akan didistribusikan sesuai peruntukan sehingga dapat dimanfaatkan secara maksimal baik oleh relawan maupun masyarakat.

“Pembagian masker tersebut diharapkan mendukung kesiapan PMI dalam menghadapi risiko karhutla dan paparan asap,” ujarnya.

Dengan tersedianya cadangan masker di setiap wilayah, PMI berharap respons penanganan di lapangan dapat dilakukan lebih cepat apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.

Dana Rp31,25 Juta untuk Penanganan Kekeringan

Selain menerima bantuan masker, PMI Kaltara juga mendapatkan dukungan anggaran sebesar Rp31.250.000 yang secara khusus dialokasikan untuk penanganan dampak kekeringan.

Program ini akan dilaksanakan melalui PMI Kabupaten Bulungan yang ditunjuk sebagai pelaksana kegiatan distribusi air bersih dan edukasi masyarakat terkait ancaman kekeringan.

Dana tersebut akan digunakan untuk dua program utama, yaitu distribusi air bersih selama 30 hari dan kegiatan edukasi masyarakat selama 15 hari.

Menurut PMI, ketersediaan air bersih menjadi salah satu isu penting ketika musim kemarau berlangsung dalam waktu panjang. Berkurangnya debit air pada sejumlah sumber air berpotensi mengganggu kebutuhan sehari-hari masyarakat.

“Selain bantuan masker, PMI Kaltara memperoleh dana sebesar Rp31.250.000 untuk penanganan kekeringan yang akan dilaksanakan oleh PMI Kabupaten Bulungan,” jelas Risdianto.

PMI menilai bantuan air bersih tidak hanya penting untuk kebutuhan konsumsi, tetapi juga untuk menjaga sanitasi dan kesehatan lingkungan masyarakat.

Distribusi Air Bersih Selama 30 Hari

Dalam program tersebut, PMI Kabupaten Bulungan akan melaksanakan distribusi air bersih selama satu bulan penuh.

Kegiatan tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat yang mengalami keterbatasan akses air akibat dampak musim kemarau.

Selama pelaksanaan distribusi, PMI akan berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan bantuan dapat tersalurkan kepada kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.

Distribusi air bersih menjadi salah satu bentuk layanan kemanusiaan yang selama ini rutin dilakukan PMI ketika terjadi kekeringan di berbagai daerah.

Melalui kegiatan ini, PMI berharap masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kesehatan dan kehidupan sehari-hari.

Edukasi Masyarakat Selama 15 Hari

Selain bantuan fisik, PMI juga akan melaksanakan edukasi masyarakat selama 15 hari.

Program edukasi ini mencakup promosi kesehatan, sosialisasi penggunaan air secara bijaksana, serta informasi pencegahan penyakit yang sering muncul selama musim kemarau.

Menurut PMI, edukasi memiliki peran penting dalam mengurangi risiko dampak El Nino.

Masyarakat yang memahami kondisi lingkungan dan mengetahui langkah-langkah pencegahan akan lebih siap menghadapi perubahan cuaca ekstrem.

“Edukasi kepada masyarakat akan mencakup promosi kesehatan dan sosialisasi penghematan air,” terang Risdianto.

Materi edukasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan di tengah cuaca panas dan terbatasnya pasokan air bersih.

PMI Minta Daerah Optimalkan Bantuan

PMI Kaltara meminta seluruh PMI kabupaten dan kota memanfaatkan bantuan yang telah diberikan sesuai kebutuhan di lapangan.

Optimalisasi bantuan dinilai penting agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat yang berpotensi terdampak El Nino.

Selain kesiapan logistik, PMI juga menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia, termasuk para relawan yang bertugas di berbagai daerah.

“Kami berharap seluruh PMI kabupaten/kota dapat menjalankan kegiatan operasional di lapangan secara optimal dan memastikan bantuan dimanfaatkan sesuai sasaran,” ungkap Risdianto.

PMI juga mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam upaya pencegahan risiko dengan menjaga lingkungan dan menggunakan air secara hemat selama musim kemarau berlangsung.

Perkuat Kesiapsiagaan Kemanusiaan

Bantuan dari PMI Pusat dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat kesiapsiagaan kemanusiaan di Kalimantan Utara.

Melalui distribusi 50 ribu masker, bantuan penanganan kekeringan, penyediaan air bersih, serta edukasi masyarakat, PMI berupaya mengurangi potensi dampak yang mungkin muncul akibat El Nino.

Upaya tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya langkah pencegahan sebelum kondisi darurat benar-benar terjadi.

PMI berharap sinergi antara organisasi kemanusiaan, relawan, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat memperkuat kemampuan daerah dalam menghadapi ancaman karhutla maupun kekeringan.

“Bantuan masker dan dukungan penanganan kekeringan ini diharapkan mampu membantu masyarakat menghadapi potensi dampak El Nino,” pungkas Risdianto.

Penulis: Zabidi 

Editor: Redaksi

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Ini Rincian Bantuan PMI untuk Hadapi Karhutla dan Kekeringan
  • Ini Rincian Bantuan PMI untuk Hadapi Karhutla dan Kekeringan
  • Ini Rincian Bantuan PMI untuk Hadapi Karhutla dan Kekeringan
  • Ini Rincian Bantuan PMI untuk Hadapi Karhutla dan Kekeringan
  • Ini Rincian Bantuan PMI untuk Hadapi Karhutla dan Kekeringan
  • Ini Rincian Bantuan PMI untuk Hadapi Karhutla dan Kekeringan

Posting Komentar