Operasi Darurat Berlanjut, Tim Kesehatan Masih Bertahan di Lapangan
LINTAS86.com, KOTAWARINGIN BARAT – Operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kotawaringin Barat terus berlangsung. Memasuki tahap ke-5 Status Tanggap Darurat Bencana (TDB) Karhutla, PMI Kabupaten Kotawaringin Barat menetapkan siaga penuh untuk mendukung penanganan dampak kebakaran dan kabut asap.
Kepala Markas PMI Kotawaringin Barat, Ario Tanoto, menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan telah ditempatkan di kawasan Jalan Poros Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama KM 20 atau wilayah Trans Swadaya Mandiri Sepingit.
“Untuk mengantisipasi dampak kesehatan akibat karhutla, tim pelayanan kesehatan kami telah bersiaga di lokasi tersebut. Selain itu tim satgas juga bergerak melakukan respons operasional di wilayah pesisir Pantai Sebuai,” ujarnya.
Seluruh kendali medis darurat dipusatkan di Markas PMI Kotawaringin Barat yang saat ini difungsikan sebagai Ruang Sehat Bebas Asap.
Per Senin (12/10/2026), operasi kemanusiaan PMI secara resmi memasuki tahap ke-5 TDB Karhutla. Status tersebut menunjukkan bahwa kegiatan respons dan dukungan kesehatan masih dibutuhkan di wilayah terdampak.
Selain menempatkan tenaga kesehatan, PMI juga menyiagakan ambulans dan dukungan medis lapangan untuk mengantisipasi kondisi darurat yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Menurut Ario, perhatian khusus diberikan kepada para petugas pemadam dan satgas darat yang bekerja di garis depan penanganan kebakaran.
“Prioritas utama kami di lapangan adalah keselamatan. Kami memberikan dukungan ambulans siaga, medical support, dan oksigen darurat yang siap digunakan kapan saja untuk personel satgas maupun warga yang terdampak asap,” katanya.
PMI juga memperkuat fungsi Safety Officer untuk memastikan kesehatan personel yang bertugas tetap terpantau selama operasi berlangsung.
Paparan asap dalam waktu lama dinilai dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan sehingga langkah pencegahan perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Selain melayani petugas, dukungan kesehatan juga diberikan kepada warga yang berada di sekitar wilayah terdampak. PMI menilai pelayanan medis yang cepat dapat membantu mencegah dampak kesehatan yang lebih serius akibat kualitas udara yang memburuk.
Sejumlah layanan yang disediakan meliputi pemeriksaan kesehatan, pemantauan kondisi masyarakat, dukungan oksigen darurat, serta koordinasi penanganan apabila ditemukan kasus yang membutuhkan rujukan lebih lanjut.
PMI memastikan dukungan kemanusiaan akan terus berjalan hingga status tanggap darurat dicabut.
“Kami tidak akan ditarik sebelum kondisi lingkungan kembali aman bagi masyarakat,” tegas Ario.
Sementara itu, tim gabungan satgas karhutla bersama PMI masih melakukan pemantauan dan penanganan di sejumlah titik terdampak. Warga diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker kesehatan, dan menjaga kondisi tubuh selama kabut asap masih terjadi.
Dengan dukungan tenaga kesehatan, ambulans, dan sistem respons yang disiapkan PMI, diharapkan dampak kesehatan akibat karhutla dapat diminimalkan sembari menunggu situasi kebakaran terkendali sepenuhnya.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi

Posting Komentar