68 Warga Kampung Baru Terima Bantuan Tandon dan Air Bersih
LINTAS86.com, MANGGARAI – Sebanyak 25 kepala keluarga (KK) dengan total 68 jiwa di Kampung Baru, Desa Paralando, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai menerima bantuan satu unit tandon air berkapasitas 2.300 liter dan distribusi 5.000 liter air bersih dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Manggarai, Kamis (8/10/2026).
Bantuan tersebut disalurkan sebagai bagian dari layanan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi M7,7 Flores. Selain distribusi air bersih, kegiatan juga diisi dengan promosi kebersihan serta pelibatan masyarakat dalam pemasangan dan pemanfaatan fasilitas penyimpanan air.
Tandon air yang disalurkan merupakan dukungan PT Ciputra melalui PMI Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat menyimpan air dalam jumlah lebih besar sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga yang masih mengalami keterbatasan akses.
Ketua PMI Manggarai, Hironnymus A. Kaunang, BcKn, hadir langsung memantau pelaksanaan kegiatan dan memastikan bantuan diterima oleh masyarakat penerima manfaat.
Ketua PMI Manggarai, Hironnymus A. Kaunang, BcKn, menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya PMI untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana.
"PMI Manggarai hari ini hadir dan memberikan bantuan satu unit tandon berkapasitas 2300 liter dukungan PT Ciputra melalui PMI Provinsi NTT. Sejauh ini kami sudah distribusikan dua tandon, satunya di wilayah Gumbang Desa Riung dan satu unit lagi di sini. Saya minta bapak Kepala Desa dan masyarakat di sini bisa jaga baik-baik sehingga tandon ini digunakan dalam waktu yang lama. Ingat bahwa ini bukan milik perorangan tetapi kami serahkan ini menjadi milik desa Paralando sehingga mohon dibantu agar bisa dijaga bersama. Kami juga akan terus distribusikan air bersih secara berkala untuk dukung pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kampung Baru ini," ungkapnya.
Berdasarkan data PMI Manggarai, penerima manfaat kegiatan terdiri atas 25 kepala keluarga dengan jumlah 68 jiwa. Dari total penerima manfaat tersebut terdapat tujuh lansia, satu ibu hamil, dua bayi, dan lima balita yang masuk dalam kategori kelompok rentan.
Pemerintah Desa Paralando menyatakan bantuan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat mengingat Kampung Baru masih menghadapi persoalan keterbatasan akses air bersih.
Mewakili pemerintah desa, Lemen Agustinus, BA, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan kepada masyarakat.
"Kampung Baru ini salah satu RT yang sulit mendapatkan akses air bersih. Masyarakat harus berjalan kaki selama 2 km setiap hari untuk ambil air di Kali karena tidak ada sumber air di sini. Kami ucapan terima kasih berlimpah kepada PMI dan PT Ciputra yang sudah bantu kami tandon air juga distribusi air bersih secara berkala. Tentunya, kami akan menjaga setiap bantuan ini dengan baik dan bertanggungjawab," katanya.
Keterangan pemerintah desa tersebut sejalan dengan kondisi yang ditemukan di lapangan. Warga Kampung Baru selama ini masih mengandalkan sumber air dari sungai yang berada sekitar dua kilometer dari permukiman.
Kesulitan tersebut turut disampaikan oleh warga setempat. Margareta Tesang mengatakan persoalan air bersih telah berlangsung selama puluhan tahun dan dialami oleh beberapa generasi masyarakat Kampung Baru.
"kami di sini kesulitan air bukan saja saat bencana tetapi sepanjang tahun. Tiap hari, pagi dan sore kami harus berjalan kaki sejauh 2 km untuk timba air di sungai. Masing-masing kami membawa empat jeriken lima liter serta memikul baskom pakaian di kepala. Ini sudah berlangsung lama, bahkan lebih dari 80 tahun kami alami kesulitan ini. Di sini tidak ada sumber air, kami perempuan dan anak-anak yang tiap hari ambil air karena bapak-bapak mereka harus bekerja," terang Margareta.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan air bersih menjadi persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat setempat. Selain berdampak terhadap kesehatan, keterbatasan air juga memengaruhi aktivitas sehari-hari warga.
Keterangan serupa disampaikan Theresia Tinung yang menjelaskan bagaimana masyarakat memanfaatkan air yang diperoleh dari sungai untuk berbagai kebutuhan rumah tangga.
"kami tiap hari, pagi dan sore jalan kaki untuk timba air di kali. Air itu akan digunakan untuk minum, air cuci piring dan juga untuk keperluan WC. Sedangkan untuk mandi, kami langsung ke kali. Tiap rumah ada penampung seperti fiber kecil, baskom, periuk untuk simpan air. Kalau musim hujan, kami sedikit terbantu karena bisa tadah air hujan untuk air minum dan memang tidak bisa ambil air di kali karena kotor juga banjir. Dari dulu, kami kesulitan air bersih. Terima kasih untuk PMI yang sudah beberapa kali bawa air bersih pakaian tangki di sini. Apalagi ada bantuan tandon air yang besar, kami bisa ambil ditandon gunakan jeriken yang ada di tiap-tiap rumah," tandas Theresia.
Dalam kegiatan yang sama, PMI bersama IFRC juga melaksanakan promosi kebersihan bagi masyarakat. Perwakilan IFRC, Nur Amirah, mengajak warga untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dan membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat.
"Saya senang di sini, karena lingkungan bersih dan tidak ada sampah berserakan. Saya mengajak semua warga di sini untuk terus jaga kebersihan lingkungan dan harus terus cuci tangan pakai sabun setelah beraktivitas. Biar kita bebas dari berbagai penyakit seperti diare," tegas Nur.
Selain menerima bantuan air bersih, masyarakat terlibat aktif dalam pembuatan dudukan tandon, distribusi air, serta kegiatan edukasi yang berlangsung di lokasi. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan bantuan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.
Usai kegiatan di Kampung Baru, PMI Manggarai melanjutkan agenda kemanusiaan dengan melakukan serah terima fasilitas pipanisasi di Puskesmas Reok guna mendukung penyediaan air bagi layanan kesehatan yang terdampak gempa Flores. PMI juga menyerahkan satu unit kruk kepada seorang warga di Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reok, yang mengalami stroke ringan.
Bantuan tandon dan distribusi air bersih tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mengurangi beban warga yang selama ini harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk mendapatkan air bersih.
Penulis: Adrian Jr
Editor: Redaksi

Posting Komentar