PDA Ponorogo Distribusikan 10.000 Liter Air Bersih untuk Sawoo dan Jambon

 

LINTAS86.com, PONOROGO – Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Ponorogo menyalurkan bantuan air bersih Ponorogo sebanyak 10.000 liter kepada warga terdampak kekeringan di Kabupaten Ponorogo. Bantuan tersebut didistribusikan ke Dukuh Gondang, Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo dan Dukuh Sidowayah, Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon.

Kegiatan kemanusiaan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Ponorogo dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo sebagai upaya membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih akibat musim kemarau.

Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan ke Dukuh Gondang, Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo pada Sabtu (31/10/2026). Sementara 5.000 liter lainnya dijadwalkan didistribusikan kepada warga Dukuh Sidowayah, Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon.

Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan rutin tahunan PDA Ponorogo dalam membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.

Distribusi Air Bersih di Sawoo

Ketua Bidang Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana PDA Ponorogo, Yetty Wahyuningtyas, mengatakan bahwa air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus terpenuhi meskipun daerah mengalami musim kemarau panjang.

"Hari ini, PDA Ponorogo mendistribusikan 5.000 liter air bersih di Dukuh Gondang Desa Tumpuk Kecamatan Sawoo," ujarnya, Sabtu (31/10/2026).

Menurutnya, distribusi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang kesulitan memperoleh air bersih selama musim kemarau.

Selain melayani warga Kecamatan Sawoo, bantuan serupa juga akan diberikan kepada masyarakat Kecamatan Jambon.

"Selain Desa Tumpuk, besok Rabu (4/11/2026) PDA juga akan mengirimkan 5.000 liter air bersih untuk warga Dukuh Sidowayah Desa Sidoharjo Kecamatan Jambon Ponorogo," katanya.

Bantuan disalurkan menggunakan armada tangki air yang bekerja sama dengan sejumlah pihak sehingga distribusi dapat berlangsung tepat sasaran dan menjangkau warga yang membutuhkan.

Kekeringan Berdampak pada Kebutuhan Harian

PDA Ponorogo menilai kekeringan yang melanda sejumlah wilayah tidak hanya berdampak terhadap sektor pertanian, tetapi juga memengaruhi kebutuhan dasar masyarakat.

Sejumlah sumber air mengalami penurunan debit bahkan mengering sehingga warga harus mencari sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

"Distribusi air bersih ini dilakukan sebagai upaya untuk membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan pasokan air bersih akibat lamanya musim kemarau. Kekeringan yang melanda beberapa wilayah di Indonesia menjadi masalah serius yang harus segera ditangani," jelas Yetty.

Ia menambahkan bahwa masyarakat pedesaan menjadi kelompok yang paling merasakan dampak keterbatasan air bersih, terutama ketika sumber mata air mulai menyusut.

"Kondisi ini membuat akses terhadap air bersih menjadi sulit bagi masyarakat, terutama yang tinggal di daerah pedesaan. Sebagai upaya membantu meringankan warga terdampak kekeringan, PDA Ponorogo mendistribusikan air bersih yang keberadaannya sangat penting membantu masyarakat yang terdampak," tambahnya.

Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan warga hingga pasokan air kembali normal.

Warga Mengaku Terbantu

Bantuan air bersih yang diberikan disambut baik oleh masyarakat penerima manfaat. Salah seorang warga Dukuh Gondang, Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo, Reni Rika Kristianingrum, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterima.

"Alhamdulillah sangat bermanfaat," ujarnya.

Menurut Reni, dalam beberapa waktu terakhir warga harus membeli air untuk memenuhi kebutuhan memasak sehari-hari. Kondisi itu menyebabkan pengeluaran rumah tangga meningkat dibandingkan hari-hari biasa.

"Bantuan ini sangat membantu, terutama karena warga harus membeli air untuk memasak," katanya.

Reni juga menyebut bahwa kepedulian berbagai pihak telah membantu masyarakat menghadapi krisis air yang terjadi selama musim kemarau.

"Selain PDA, bantuan juga diberikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI), juga komunitas yang peduli terhadap bencana kekeringan," ungkapnya.

Ia berharap distribusi bantuan air bersih dapat terus dilakukan sehingga lebih banyak warga yang merasakan manfaatnya.

"Semoga upaya seperti ini terus berlanjut dan dapat membantu lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Kita juga diharapkan untuk lebih peduli dan berkontribusi dalam mengatasi masalah kekeringan di Indonesia, baik dengan melakukan penghematan air maupun membantu dalam upaya distribusi air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan," pungkasnya.

PMI Apresiasi Inisiatif PDA Ponorogo

Kegiatan distribusi air bersih tersebut mendapatkan dukungan dari PMI Kabupaten Ponorogo. Ketua PMI Kabupaten Ponorogo, Luhur Karsanto, melalui Staf Bidang Penanggulangan Bencana M. Nur Amin Zabidi, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

"Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PDA Ponorogo yang telah menggagas kegiatan pendistribusian air bersih sebagai bagian dari program kerja PDA Ponorogo, karena manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh warga yang membutuhkan," ujarnya.

Menurutnya, kebutuhan air bersih berkaitan erat dengan kesehatan masyarakat, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan dan sanitasi.

"Ketersediaan air bersih tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga sanitasi, mencegah penyakit, dan mendukung perilaku hidup bersih dan sehat," katanya.

PMI menilai program distribusi air bersih yang dibarengi edukasi kesehatan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat terdampak kekeringan.

Dorong Sinergi Penanggulangan Bencana

PMI berharap kerja sama yang telah terjalin bersama PDA Ponorogo dapat terus berkembang pada berbagai kegiatan kemanusiaan lainnya.

Menurut M. Nur Amin Zabidi, sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan lembaga kemanusiaan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

"Kami berharap kolaborasi antara PMI dan PDA Ponorogo tidak berhenti pada kegiatan distribusi air bersih ini saja. Ke depan, kami ingin terus memperkuat sinergi dalam berbagai program kemanusiaan, edukasi kesehatan, donor darah, penanggulangan bencana, serta kegiatan sosial lainnya yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Ponorogo," ungkapnya.

Kolaborasi tersebut dinilai penting karena bencana kekeringan yang terjadi hampir setiap tahun membutuhkan keterlibatan banyak pihak agar penanganan dapat berjalan lebih efektif.

Bantuan yang Langsung Dirasakan Masyarakat

Distribusi 10.000 liter air bersih menjadi salah satu langkah darurat yang mampu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah keterbatasan sumber air. Bantuan tersebut tidak hanya memberikan akses air bersih, tetapi juga membantu menjaga kesehatan serta kebersihan lingkungan warga.

Kegiatan ini menunjukkan pentingnya peran organisasi sosial dan kemanusiaan dalam membantu pemerintah menangani dampak kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah Ponorogo. Dengan dukungan PMI, BPBD, dan berbagai pihak lainnya, kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi saat menghadapi musim kemarau yang berkepanjangan.

Penulis: Zabidi

Editor: Redaksi

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • PDA Ponorogo Distribusikan 10.000 Liter Air Bersih untuk Sawoo dan Jambon
  • PDA Ponorogo Distribusikan 10.000 Liter Air Bersih untuk Sawoo dan Jambon
  • PDA Ponorogo Distribusikan 10.000 Liter Air Bersih untuk Sawoo dan Jambon
  • PDA Ponorogo Distribusikan 10.000 Liter Air Bersih untuk Sawoo dan Jambon
  • PDA Ponorogo Distribusikan 10.000 Liter Air Bersih untuk Sawoo dan Jambon
  • PDA Ponorogo Distribusikan 10.000 Liter Air Bersih untuk Sawoo dan Jambon

Posting Komentar