PMI Pasuruan Periksa Golongan Darah 5.140 Siswa di 42 Sekolah

LINTAS86.com, PASURUAN - PMI Pasuruan periksa golongan darah 5.140 siswa dari 42 lembaga pendidikan tingkat SD, SMP hingga SMA sederajat di Kabupaten Pasuruan. Program layanan kesehatan gratis tersebut dilaksanakan secara bertahap mulai 12 hingga 30 Oktober 2026 sebagai bagian dari upaya edukasi kesehatan dan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.

Kegiatan yang digelar Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pasuruan itu mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Pasuruan dan menjadi salah satu program yang memanfaatkan dana Bulan Dana PMI untuk kegiatan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Selain menjalani pemeriksaan golongan darah dan rhesus, para siswa juga akan menerima kartu golongan darah sebagai identitas kesehatan pribadi. Kartu tersebut diharapkan dapat membantu ketika informasi golongan darah dibutuhkan dalam berbagai pelayanan medis maupun kondisi darurat.

Ketua PMI Kabupaten Pasuruan, H. Agus Sutiadji, SH., M.Si., mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari edukasi kesehatan sekaligus pengenalan nilai kemanusiaan kepada generasi muda.

Menurutnya, semakin dini seseorang mengetahui golongan darahnya, semakin baik pula kesiapan yang dimiliki ketika suatu saat membutuhkan pelayanan kesehatan ataupun saat ingin menjadi pendonor darah ketika telah memenuhi syarat usia dan kondisi kesehatan.

Menjangkau 42 Lembaga Pendidikan

Program pemeriksaan golongan darah yang dilaksanakan PMI Kabupaten Pasuruan menyasar siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Mulai dari sekolah dasar, sekolah menengah pertama hingga sekolah menengah atas mengikuti kegiatan yang berlangsung selama hampir tiga pekan tersebut.

Petugas PMI melakukan pemeriksaan langsung ke sekolah-sekolah yang telah dijadwalkan. Para siswa menjalani proses pengambilan sampel darah sederhana untuk mengetahui golongan darah beserta rhesus masing-masing.

Ketua PMI Kabupaten Pasuruan, Agus Sutiadji, menjelaskan bahwa informasi golongan darah merupakan data kesehatan dasar yang penting dimiliki setiap orang.

"Mengetahui golongan darah sejak dini sangat penting. Informasi ini jangan hanya diketahui, tetapi juga perlu disimpan dengan baik melalui kartu golongan darah. Harapannya, ketika suatu saat dibutuhkan, baik untuk diri sendiri maupun untuk membantu orang lain, informasinya sudah tersedia," ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, PMI juga memberikan edukasi mengenai fungsi golongan darah dalam pelayanan kesehatan. Pengetahuan itu dinilai penting karena masih banyak masyarakat yang belum mengetahui golongan darah mereka sendiri.

Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan ini menjadi sarana memperkenalkan peran PMI kepada pelajar sebagai lembaga kemanusiaan yang tidak hanya bergerak dalam pelayanan donor darah, tetapi juga aktif dalam edukasi dan pelayanan sosial kepada masyarakat.

Edukasi Kesehatan Sejak Usia Dini

Mengetahui golongan darah merupakan salah satu informasi dasar yang sering dibutuhkan dalam dunia medis. Informasi tersebut menjadi penting ketika seseorang membutuhkan transfusi darah, tindakan operasi, ataupun perawatan medis tertentu.

Karena itu, PMI Kabupaten Pasuruan menilai pengenalan golongan darah kepada pelajar perlu dilakukan sejak dini. Langkah tersebut tidak hanya memberikan informasi kesehatan pribadi, tetapi juga membangun kesadaran terhadap pentingnya donor darah di masa depan.

Menurut Agus Sutiadji, pemeriksaan golongan darah di lingkungan sekolah merupakan cara efektif untuk menjangkau generasi muda secara langsung. Selain praktis, kegiatan tersebut dapat menjadi pengalaman edukatif yang mudah dipahami para siswa.

Program ini juga menjadi bagian dari pemanfaatan dana Bulan Dana PMI yang berasal dari sumbangan masyarakat. Dana yang terkumpul kemudian dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk program sosial dan kemanusiaan yang memberikan manfaat nyata.

Kehadiran pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan tersebut menunjukkan adanya sinergi antara PMI dan pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.

Melalui pendekatan yang menyasar pelajar, informasi kesehatan yang diterima siswa diharapkan dapat turut diketahui oleh keluarga mereka sehingga manfaat edukasi menjadi lebih luas.

Dampak Program bagi Pelajar dan Masyarakat

Pelaksanaan pemeriksaan golongan darah memberikan sejumlah manfaat bagi peserta. Selain mengetahui identitas kesehatan pribadi, siswa juga mendapatkan pemahaman baru mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan membantu sesama.

Program tersebut menjadi pengalaman pertama bagi sebagian siswa. Salah satunya adalah Dhulqarnain Iskandar, siswa kelas V SDN Pejangkungan I yang mengikuti pemeriksaan golongan darah.

Ia mengaku sempat merasa takut sebelum menjalani pengambilan sampel darah. Namun setelah pemeriksaan selesai, rasa khawatir tersebut hilang dan berubah menjadi pengalaman yang berkesan.

"Awalnya takut, tetapi ternyata tidak seseram yang dibayangkan. Sekarang saya sudah tahu golongan darah saya O positif. Nanti kartunya mau saya simpan supaya tidak lupa," katanya.

Bagi siswa, kepemilikan kartu golongan darah menjadi informasi penting yang dapat digunakan sewaktu-waktu. Bagi keluarga, data tersebut juga membantu menyimpan identitas kesehatan anak dengan lebih baik.

Program ini juga menjadi sarana memperkenalkan budaya donor darah kepada generasi muda. Dengan mengetahui golongan darah sejak dini, para siswa diharapkan memahami pentingnya ketersediaan darah bagi kebutuhan kemanusiaan.

Harapan dan Langkah Lanjutan

Apresiasi terhadap kegiatan PMI juga datang dari kalangan pendidik. Khafid, wali kelas III SDN Pejangkungan I, menilai pemeriksaan golongan darah yang dilaksanakan di sekolah memberikan manfaat yang besar bagi peserta didik.

"Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi anak-anak. Mereka jadi tahu golongan darahnya sejak dini. Apalagi diberikan kartu golongan darah, sehingga informasi tersebut bisa disimpan dan diketahui sampai mereka dewasa nanti," ujarnya.

Menurutnya, program kesehatan yang dilaksanakan di lingkungan sekolah menjadi media pembelajaran yang efektif karena siswa dapat memperoleh pengetahuan sekaligus pengalaman secara langsung.

PMI Kabupaten Pasuruan berharap program serupa dapat terus dilaksanakan pada masa mendatang dengan menjangkau lebih banyak sekolah dan pelajar. Selain meningkatkan literasi kesehatan, kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian sosial dan semangat kemanusiaan di kalangan generasi muda.

Pelaksanaan pemeriksaan golongan darah terhadap 5.140 siswa ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara masyarakat, PMI, sekolah, dan pemerintah daerah dapat menghadirkan manfaat nyata bagi publik.

Dari dana yang dihimpun masyarakat melalui Bulan Dana PMI, lahirlah program yang kembali menyentuh masyarakat secara langsung. Tidak hanya menghasilkan data kesehatan pribadi bagi ribuan pelajar, tetapi juga membangun kesadaran pentingnya kesehatan, donor darah, dan kepedulian terhadap sesama.

Karena itu, kegiatan ini bukan sekadar pemeriksaan golongan darah. Lebih dari itu, program ini menjadi investasi pengetahuan kesehatan yang akan terus bermanfaat bagi generasi muda Kabupaten Pasuruan di masa depan.

Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • PMI Pasuruan Periksa Golongan Darah 5.140 Siswa di 42 Sekolah
  • PMI Pasuruan Periksa Golongan Darah 5.140 Siswa di 42 Sekolah
  • PMI Pasuruan Periksa Golongan Darah 5.140 Siswa di 42 Sekolah
  • PMI Pasuruan Periksa Golongan Darah 5.140 Siswa di 42 Sekolah
  • PMI Pasuruan Periksa Golongan Darah 5.140 Siswa di 42 Sekolah
  • PMI Pasuruan Periksa Golongan Darah 5.140 Siswa di 42 Sekolah

Posting Komentar