SMKN 1 Jember Juara Umum , PMR Disiapkan Hadapi Karhutla


LINTAS86.com, JEMBER – Ajang Membangun Relawan Tangguh atau AMERTA 2 Jember menjadi panggung prestasi sekaligus pembuktian kemampuan ratusan anggota Palang Merah Remaja (PMR) dari berbagai sekolah di Kabupaten Jember. Digelar di Markas PMI Kabupaten Jember, Sabtu (31/10/2026), kegiatan ini menghadirkan dua cerita besar sekaligus: keberhasilan PMR Wira SMKN 1 Jember meraih gelar Juara Umum dan komitmen PMI Kabupaten Jember untuk menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan kemanusiaan serta ancaman lingkungan seperti kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sebanyak 21 kontingen PMR Wira tingkat SMA, SMK, dan MA mengikuti kompetisi yang diselenggarakan oleh Forum Relawan (Forel) PMI Kabupaten Jember tersebut. Mereka datang dengan satu tujuan yang sama, menunjukkan kemampuan terbaik dalam bidang kepalangmerahan sekaligus membuktikan kesiapan menjadi relawan masa depan.

Berbagai kompetisi yang digelar tidak hanya menguji kemampuan teknis pertolongan pertama atau pengetahuan kepalangmerahan. Para peserta juga ditantang menunjukkan disiplin, kepemimpinan, kreativitas, kemampuan bekerja sama dalam tim, hingga kesiapsiagaan menghadapi berbagai risiko bencana.

AMERTA sendiri bukan sekadar lomba tahunan. Bagi PMI Kabupaten Jember, kegiatan ini merupakan wadah pembinaan yang dirancang untuk melahirkan generasi muda yang memiliki karakter kuat, jiwa kemanusiaan, dan kemampuan menghadapi berbagai persoalan sosial di masyarakat.

Tahun ini, AMERTA membawa pesan yang lebih luas. Jika selama ini PMR dikenal sebagai pelajar yang mahir melakukan pertolongan pertama dan aktif dalam kegiatan donor darah, maka ke depan mereka juga diharapkan menjadi bagian dari gerakan pelestarian lingkungan dan pengurangan risiko bencana.

Ketua PMI Jember: PMR Harus Siap Hadapi Karhutla

Kegiatan dibuka langsung oleh Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, di halaman Markas PMI Kabupaten Jember pada Sabtu pagi.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi relawan kemanusiaan terus berkembang. Karena itu, anggota PMR harus memiliki kapasitas yang lebih luas dibandingkan sebelumnya.

Menurutnya, kemampuan dasar seperti pertolongan pertama, kesiapsiagaan bencana, edukasi kesehatan remaja, dan donor darah tetap penting. Namun perkembangan situasi lingkungan membuat relawan muda juga harus memahami berbagai persoalan baru.

"Harapan kami, relawan PMI termasuk PMR di dalamnya, ke depan juga harus siap menjadi relawan penanganan kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta aktif sebagai pelopor pelestarian lingkungan," tegas Zainollah.

Pernyataan tersebut menjadi sorotan utama dalam AMERTA 2 Tahun 2026. PMI Kabupaten Jember melihat bahwa perubahan iklim, ancaman kekeringan, serta meningkatnya risiko kebakaran lahan membutuhkan keterlibatan generasi muda.

Bukan hanya sebagai penerima informasi, tetapi sebagai pelopor edukasi dan penggerak aksi nyata di tengah masyarakat.

Melalui pendekatan tersebut, PMR tidak lagi sekadar menjadi organisasi ekstrakurikuler sekolah, melainkan wadah pembinaan calon relawan kemanusiaan yang memiliki wawasan lingkungan dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai ancaman masa depan.

AMERTA Menjadi Laboratorium Relawan Muda

AMERTA adalah program pembinaan kapasitas yang dikembangkan PMI Kabupaten Jember melalui Forum Relawan PMI Kabupaten Jember.

Tujuannya untuk menguji ketangkasan, keterampilan, kreativitas, disiplin, dan kemampuan anggota PMR dalam menerapkan berbagai materi yang selama ini dipelajari di sekolah.

Ajang ini sekaligus menjadi ruang belajar yang mempertemukan anggota PMR dari berbagai sekolah untuk saling bertukar pengalaman dan memperluas wawasan.

Materi yang dikompetisikan merujuk pada Tri Bakti PMR dan tujuh materi pokok PMR.

Bidang yang dilombakan meliputi Pertolongan Pertama (PP), Kesiapsiagaan Bencana (KSB), Gerakan Kepalangmerahan dan Hukum Humaniter Internasional (HHI), Donor Darah Sukarela (DDS), Kesehatan Remaja, Sanitasi Kesehatan, Kepemimpinan, Cerdas Cermat, hingga Cipta Tandu.

Pada bidang Pertolongan Pertama, peserta diuji dalam berbagai teknik penanganan korban seperti pembidaian, pembalutan, evakuasi, dan penanganan cedera.

Bidang Kesiapsiagaan Bencana menguji kemampuan peserta mengenali risiko bencana, menyusun langkah mitigasi, serta merespons kondisi darurat termasuk ancaman karhutla dan kekeringan.

Sementara kategori Donor Darah Sukarela, Kesehatan Remaja, dan Sanitasi Kesehatan dirancang untuk memastikan peserta mampu menjadi agen edukasi kesehatan di sekolah maupun masyarakat.

Kompetisi berlangsung ketat karena setiap sekolah telah melakukan persiapan dan pembinaan secara maksimal.

Namun semangat persaudaraan dan kemanusiaan tetap menjadi nilai utama yang dijunjung oleh seluruh peserta.

SMKN 1 Jember Tampil Paling Konsisten

Dari seluruh peserta yang mengikuti AMERTA 2, PMR Wira SMKN 1 Jember menjadi kontingen yang paling menonjol.

Sekolah tersebut menurunkan dua tim sekaligus, yakni Tim A dan Tim B.

Tim A yang dikenal dengan nama PRAMAKENSA berhasil menunjukkan performa terbaik di berbagai kategori lomba dan mengumpulkan poin tertinggi secara keseluruhan.

Keberhasilan itu mengantarkan PMR Wira SMKN 1 Jember meraih gelar Juara Umum AMERTA 2 Tahun 2026.

Momen paling membanggakan terjadi saat trofi juara umum diserahkan langsung oleh Kepala Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Jember, Narto, STP, MM., pada Sabtu malam di halaman Markas PMI Kabupaten Jember.

Sorak-sorai dan tepuk tangan peserta mengiringi penyerahan penghargaan tersebut.

Keberhasilan itu menjadi hasil dari proses latihan yang panjang, disiplin yang konsisten, dan kekompakan seluruh anggota tim.

Ketua PMR Wira SMKN 1 Jember, Nadia, mengaku sangat bersyukur atas pencapaian tersebut.

"Keberhasilan ini adalah hasil dari kedisiplinan, kerja keras, serta latihan intensif yang telah dijalani seluruh anggota tim. Kami sangat bersyukur dan bangga bisa membawa nama baik SMKN 1 Jember di podium tertinggi," ujar Nadia.

Menurutnya, seluruh anggota tim telah memberikan kemampuan terbaik selama kompetisi berlangsung.

Kesuksesan tersebut juga menjadi motivasi agar anggota PMR terus meningkatkan kemampuan dan tidak cepat berpuas diri.

Buah Kerja Keras dan Dukungan Banyak Pihak

Keberhasilan PMR Wira SMKN 1 Jember mendapat apresiasi dari pembina mereka, Felia Novianti.

Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil kerja keras yang dilakukan secara kolektif oleh seluruh anggota tim.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan di bidang kepalangmerahan tidak hanya membutuhkan kecerdasan atau keterampilan teknis semata.

Disiplin, kerja sama tim, ketekunan berlatih, dan dukungan lingkungan sekolah juga memiliki peran yang sangat besar.

"Ini berkat sikap disiplin, kerja keras dan tentu doa semua pihak baik orang tua maupun keluarga besar SMKN 1 Jember," kata Felia.

Menurutnya, kemenangan dalam kompetisi harus menjadi motivasi untuk terus belajar dan tidak berhenti mengembangkan kemampuan diri.

Karena pada akhirnya, tujuan utama PMR adalah melayani masyarakat dan membantu sesama saat dibutuhkan.

Daftar Juara Berbagai Bidang

Selain juara umum, AMERTA 2 juga menghasilkan para pemenang dari berbagai bidang lomba.

Untuk kategori Cerdas Cermat, juara pertama diraih Talita N dari SMAN 1 Jember.

Kategori Simulasi Pertolongan Pertama dimenangkan oleh SMKN 1 Jember.

Lomba Cipta Tandu diraih SMAN Arjasa.

Kategori Kepemimpinan berhasil dimenangkan SMAN Balung.

Sementara juara Gerakan Kepalangmerahan diraih SMAN 1 Jember.

Pada bidang Kesehatan Remaja, Nafisa Yuniarni dari MA Nahdlatut Thalabah berhasil menjadi yang terbaik.

Kategori Donor Darah Sukarela dimenangkan Tim A SMKN 1 Jember.

Sedangkan Sanitasi Kesehatan dan Kesiapsiagaan Bencana berhasil diraih oleh SMAN 2 Jember.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa kualitas pembinaan PMR di Kabupaten Jember semakin merata.

Banyak sekolah mampu menunjukkan keunggulan pada bidang yang berbeda-beda sesuai dengan fokus pembinaan yang dilakukan.

Menyiapkan Generasi Relawan Masa Depan

Bagi PMI Kabupaten Jember, kesuksesan AMERTA tidak semata-mata diukur dari banyaknya trofi yang diperebutkan.

Nilai utama kegiatan ini adalah terbentuknya generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.

Melalui AMERTA, para pelajar belajar bahwa menjadi relawan bukan hanya tentang memenangkan lomba.

Menjadi relawan berarti siap membantu saat masyarakat membutuhkan, siap bergerak ketika terjadi bencana, dan siap menjadi pelopor perubahan positif di lingkungan sekitar.

Ketika suatu saat terjadi kecelakaan, mereka mampu memberikan pertolongan pertama.

Ketika masyarakat membutuhkan donor darah, mereka mampu menggerakkan aksi kemanusiaan.

Ketika ancaman kekeringan dan karhutla muncul, mereka siap memberikan edukasi dan membantu upaya mitigasi risiko.

Karena itu, AMERTA menjadi investasi penting dalam membangun sumber daya manusia muda yang tangguh.

Ketua PMI Kabupaten Jember berharap keberhasilan PMR Wira SMKN 1 Jember mampu menjadi inspirasi bagi peserta lain, termasuk PMR Madya yang akan mengikuti kompetisi pada hari berikutnya.

"Kami harap prestasi PMR Wira SMKN 1 Jember menjadi inspirasi siswa yang lain untuk meraih prestasi terbaik. Juga untuk mengobarkan semangat para PMR madya yang akan lomba Minggu 1 November 2026," ujar Zainollah.

AMERTA 2 Tahun 2026 akhirnya menjadi lebih dari sekadar kompetisi kepalangmerahan. Kegiatan ini menjadi momentum pembentukan relawan muda yang tangguh, kreatif, peduli kemanusiaan, dan siap menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks di masa depan.

Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • SMKN 1 Jember Juara Umum , PMR Disiapkan Hadapi Karhutla
  • SMKN 1 Jember Juara Umum , PMR Disiapkan Hadapi Karhutla
  • SMKN 1 Jember Juara Umum , PMR Disiapkan Hadapi Karhutla
  • SMKN 1 Jember Juara Umum , PMR Disiapkan Hadapi Karhutla
  • SMKN 1 Jember Juara Umum , PMR Disiapkan Hadapi Karhutla
  • SMKN 1 Jember Juara Umum , PMR Disiapkan Hadapi Karhutla

Posting Komentar