Banjir dan Longsor di Agam: Warga Luka Berat Dievakuasi Helikopter, Akses Terputus Total!
0 menit baca
lintas86.com, Agam - Kabupaten Agam kembali dilanda bencana banjir dan longsor yang melanda Jorong Subarang Aia, Nagari Kampuang Tangah, Kecamatan Palembayan pada Sabtu (29/11). Bencana ini menyebabkan sejumlah warga mengalami luka serius dan memutus total akses jalan menuju permukiman.
Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Agam segera melakukan evakuasi terhadap korban yang mengalami luka berat. Sebanyak delapan warga dengan kondisi kritis harus dirujuk ke RSUD Lubuk Basung. Karena seluruh akses jalan darat menuju Kecamatan Palembayan terputus akibat longsor dan material banjir, proses evakuasi dilakukan menggunakan helikopter Basarnas.
Ade Alfani, Ketua Bidang Penanggulangan Bencana dan Logistik sekaligus Kepala Markas PMI Agam, menjelaskan bahwa kondisi korban membutuhkan penanganan cepat dan tepat.
Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Agam segera melakukan evakuasi terhadap korban yang mengalami luka berat. Sebanyak delapan warga dengan kondisi kritis harus dirujuk ke RSUD Lubuk Basung. Karena seluruh akses jalan darat menuju Kecamatan Palembayan terputus akibat longsor dan material banjir, proses evakuasi dilakukan menggunakan helikopter Basarnas.
Ade Alfani, Ketua Bidang Penanggulangan Bencana dan Logistik sekaligus Kepala Markas PMI Agam, menjelaskan bahwa kondisi korban membutuhkan penanganan cepat dan tepat.
"Sebagian pasien mengalami cedera berat seperti patah tulang dan robek pada bagian belakang kepala dekat telinga. Dengan kondisi akses yang terputus total, rujukan udara menjadi satu-satunya cara agar mereka segera mendapatkan penanganan medis," ujar Ade Alfani.
Helikopter dijadwalkan mendarat di GOR Lubuk Basung, sebelum pasien dipindahkan ke ambulans PMI dan dibawa ke RSUD Lubuk Basung untuk perawatan lanjutan.
Selain evakuasi medis, warga di Nagari Kampuang Tangah sangat membutuhkan bantuan darurat seperti obat-obatan, makanan siap santap, perlengkapan ibu hamil, kebutuhan anak-anak dan balita, serta penerangan karena listrik di beberapa titik masih padam.
Relawan PMI bersama aparat gabungan terus berupaya menyalurkan bantuan melalui jalur yang memungkinkan, meskipun akses sangat terbatas.
Saat ini, akses menuju Nagari Kampuang Tangah hanya bisa dilalui melalui jalur udara. Jalur sungai menjadi alternatif lain yang sangat terbatas dan berisiko, sementara jalur banjir bandang/galodo tidak stabil dan berbahaya untuk dilalui. Kondisi ini membuat distribusi bantuan dan evakuasi lanjutan harus dilakukan dengan pertimbangan keselamatan yang sangat ketat.
Pemerintah dan pihak terkait terus berkoordinasi untuk mengatasi dampak bencana dan memulihkan kondisi di wilayah terdampak secepat mungkin. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas.
Helikopter dijadwalkan mendarat di GOR Lubuk Basung, sebelum pasien dipindahkan ke ambulans PMI dan dibawa ke RSUD Lubuk Basung untuk perawatan lanjutan.
Selain evakuasi medis, warga di Nagari Kampuang Tangah sangat membutuhkan bantuan darurat seperti obat-obatan, makanan siap santap, perlengkapan ibu hamil, kebutuhan anak-anak dan balita, serta penerangan karena listrik di beberapa titik masih padam.
Relawan PMI bersama aparat gabungan terus berupaya menyalurkan bantuan melalui jalur yang memungkinkan, meskipun akses sangat terbatas.
Saat ini, akses menuju Nagari Kampuang Tangah hanya bisa dilalui melalui jalur udara. Jalur sungai menjadi alternatif lain yang sangat terbatas dan berisiko, sementara jalur banjir bandang/galodo tidak stabil dan berbahaya untuk dilalui. Kondisi ini membuat distribusi bantuan dan evakuasi lanjutan harus dilakukan dengan pertimbangan keselamatan yang sangat ketat.
Pemerintah dan pihak terkait terus berkoordinasi untuk mengatasi dampak bencana dan memulihkan kondisi di wilayah terdampak secepat mungkin. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi
