HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Camp WASH PMI di Tapanuli Tengah Ramai dikunjungi Warga


lintas86.com, Tapanuli Tengah – Krisis air bersih masih menjadi tantangan utama bagi penduduk di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pasca bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut. Kerusakan parah pada sumur warga, pencemaran sumber air, serta terputusnya jaringan distribusi air menyebabkan masyarakat mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

Menanggapi situasi krisis ini, Palang Merah Indonesia (PMI) mengambil peran strategis melalui implementasi dua skema pelayanan air bersih yang sangat membantu masyarakat terdampak.
 
Skema tersebut meliputi pendistribusian air bersih secara langsung ke rumah-rumah warga dan penyediaan air bersih terpusat di Camp WASH PMI yang dapat diakses oleh masyarakat dari berbagai desa sekitar.

Sejak awal kejadian bencana, PMI mulai mengoperasikan mobil tangki air bersih yang berkeliling ke desa-desa terdampak banjir dan longsor. 

Mobil tangki ini mengangkut air bersih yang kemudian didistribusikan langsung ke rumah-rumah warga yang mengalami kelumpuhan total akses air bersih. 

Proses ini sangat krusial untuk memenuhi kebutuhan air minum, memasak, dan kebersihan keluarga sehari-hari.

Ade Yudiansyah, Kepala Markas PMI Provinsi Sumatera Utara, menegaskan bahwa prioritas utama pendistribusian air adalah wilayah yang mengalami kerusakan terparah serta kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan keluarga dengan balita.

“Distribusi ini kami lakukan secara terus menerus agar kebutuhan air bersih warga dapat terpenuhi dengan baik,” ujarnya.

Selain distribusi langsung, PMI juga mengoperasikan Camp WASH sebagai pusat layanan air bersih yang terletak strategis di wilayah Tapanuli Tengah. Camp ini menjadi tempat warga dari berbagai desa datang membawa jeriken, galon, dan ember untuk mendapatkan air bersih setiap harinya. Bagi banyak warga, Camp WASH menjadi satu-satunya sumber air yang layak dan aman digunakan sejak bencana melanda.

Relawan PMI yang bertugas di Camp WASH juga melakukan pengolahan dan pengecekan kualitas air secara ketat untuk memastikan air yang didistribusikan aman bagi kesehatan. Selain itu, mereka memberikan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat kepada masyarakat guna mencegah timbulnya penyakit berbasis lingkungan yang sering meningkat pascabencana.

Menyadari bahwa kebutuhan air bersih di Tapanuli Tengah masih sangat tinggi dan belum dapat dipenuhi secara mandiri akibat kerusakan infrastruktur, PMI berkomitmen untuk melanjutkan operasional distribusi air bersih dan layanan Camp WASH hingga kondisi pulih sepenuhnya.
 
Kehadiran PMI tidak hanya menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan harapan di tengah upaya warga untuk bangkit dan pulih dari dampak bencana.

Langkah proaktif PMI ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen nyata dalam meringankan beban masyarakat terdampak, sekaligus menjadi inspirasi bagi lembaga kemanusiaan lainnya dalam menghadapi situasi krisis serupa di masa depan.

Dengan adanya dukungan dari PMI, warga Tapanuli Tengah kini memiliki akses lebih baik terhadap air bersih yang sangat penting untuk kehidupan sehari-hari, membantu mereka melewati masa sulit pascabencana dengan lebih percaya diri dan optimis.

Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi
Posting Komentar
Tutup Iklan