Jusuf Kalla Serahkan: 500 Ton Beras, 1 Juta Buku, dan Ribuan Bantuan di Aceh Utara - lintas86
HEADLINE

Jusuf Kalla Serahkan: 500 Ton Beras, 1 Juta Buku, dan Ribuan Bantuan di Aceh Utara


lintas86.comAceh Utara – Dalam upaya berkelanjutan untuk memulihkan wilayah pasca-bencana di Sumatera, Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), HM Jusuf Kalla, melaksanakan kunjungan ke Desa Paya Gaboh, Kecamatan Sawang, Aceh Utara. Senin, 12 Januari 2026.

Kunjungan ini menjadi simbol dedikasi dan komitmen PMI untuk memberikan dukungan langsung kepada masyarakat terdampak, serta memperkuat kapasitas komunitas lokal dalam bangkit dari keterpurukan pasca-bencana.

Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla juga dikenal sebagai tokoh perdamaian, menyampaikan berbagai bantuan material strategis bagi masyarakat yang terkena dampak bencana. 

Bantuan ini meliputi 500 ton beras, satu juta buku, dan 500 ribu pulpen yang didistribusikan kepada sekolah-sekolah dan siswa di daerah terdampak.
 
Bantuan ini diibaratkan sebagai oasis di padang pasir, memberikan harapan baru bagi anak-anak Aceh Utara untuk melanjutkan pendidikan dengan semangat yang diperbarui.

PMI tidak hanya berhenti pada bantuan pendidikan, tetapi juga menyalurkan berbagai jenis kit yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan vital masyarakat. Di antaranya terdapat family kit, hygiene kit, baby kit, alat kebersihan, dignity kit, dan school kit.

Bantuan ini merupakan langkah konkret untuk memastikan bahwa pendidikan, sebagai salah satu sektor vital dalam kehidupan, tetap berlanjut meski di tengah situasi darurat.

Dalam kolaborasinya dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI), PMI juga memberikan sumbangan Al-Qur’an, Iqro dan sound system, untuk mendukung spiritualitas dan kesejahteraan psikososial masyarakat. 

Acara penyerahan bantuan ini dilakukan secara simbolis oleh Jusuf Kalla kepada Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, dan turut dihadiri oleh Forkopimda Provinsi Aceh, Ketua, Sekretaris, Pengurus bidang Bencana PMI Provinsi Aceh Salmawati SE, MM, serta sejumlah pengurus PMI dari kabupaten dan kota di Provinsi Aceh.

Jusuf Kalla dalam sambutannya menekankan pentingnya komunikasi dan kolaborasi dalam mencapai perdamaian dan pemulihan. 

“Komitmen dari semua pihak adalah kunci untuk berhasil melalui masa-masa sulit,” katanya. 

Ia mengenang proses perdamaian Aceh pada tahun 2005 yang berhasil dicapai melalui dialog dan kompromi, dan kini masyarakat Aceh menikmati perdamaian tersebut.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, yang baru tiba dari perjalanan luar negeri, menyatakan rasa syukurnya atas kesempatan untuk berdialog dalam forum penting ini. 

Ia memberikan penghargaan kepada Jusuf Kalla sebagai tokoh penting di balik terciptanya perdamaian di Aceh. 

“Setelah lebih dari 20 tahun, marilah kita bersama menjaga perdamaian ini dan berharap agar tidak ada lagi musibah yang menimpa masyarakat kita.”. tambah Muzakir.

Sementara itu, Ketua PMI Provinsi Aceh, Murdani Yusuf, menyampaikan komitmen penuh PMI dalam menjalankan tugas kemanusiaan. 

"Kami, keluarga besar PMI, akan selalu bersinergi dengan pemerintah daerah dalam kerja-kerja kemanusiaan. Setelah operasi pemulihan berakhir, kami akan tetap bersama pemerintah untuk melanjutkan tugas-tugas kemanusiaan lainnya demi kesejahteraan masyarakat Aceh," ungkapnya.

Dengan semangat kolaborasi dan kerja sama, PMI memastikan bahwa kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi selama proses pemulihan. Gelombang kedua bantuan berupa 2.500 ton bahan bantuan telah tiba untuk memastikan kestabilan pasca-bencana. 

PMI juga fokus pada penyediaan air bersih, layanan kesehatan, dukungan psikososial, distribusi bantuan, promosi kesehatan, hingga pembersihan lingkungan.

Menggarisbawahi pentingnya kerja sama dan gotong royong, Jusuf Kalla menegaskan, 

“Penanganan dampak bencana adalah tanggung jawab bersama. Seluruh elemen masyarakat harus bergandengan tangan dalam proses pemulihan demi masa depan Aceh yang lebih baik.”. Tutupnya

PMI bertekad untuk terus mendampingi masyarakat guna memastikan proses pemulihan tuntas, menciptakan desa-desa yang lebih kuat dan tangguh di masa depan.

Kunjungan ini menambahkan bukti nyata akan perhatian PMI pada kebutuhan psikososial dan pendidikan generasi muda terdampak, serta menunjukkan kepedulian terhadap aspek spiritual dan fisik masyarakat Aceh, menjelang bulan suci Ramadan. 

Dengan berbagai bantuan dan dukungan, PMI berharap masyarakat Aceh dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan khusyuk.

Penulis: Zabidi 
Editor: Redaksi
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar