PMI Bangun Fasilitas MCK untuk Penyintas Banjir Bandang di Aceh Tamiang
lintas86.com, Aceh Tamiang - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Aceh Tamiang bersama PMI Jakarta Barat melaksanakan program pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) bagi penyintas banjir bandang yang melanda wilayah Aceh Tamiang. Program ini merupakan salah satu upaya pemulihan pascabencana yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat terdampak, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar sanitasi yang layak dan aman.
Banjir bandang yang terjadi di Aceh Tamiang menyebabkan kerusakan parah pada berbagai fasilitas umum dan rumah warga, termasuk fasilitas sanitasi. Banyak fasilitas MCK yang dimiliki warga mengalami kerusakan berat bahkan hilang terbawa arus banjir. Kondisi ini menimbulkan risiko gangguan kesehatan yang serius di lingkungan permukiman dan tempat pengungsian, terutama bagi kelompok rentan seperti perempuan, anak-anak, dan lansia.
Melihat kondisi tersebut, PMI Aceh Tamiang mengambil langkah cepat dengan menggandeng PMI Jakarta Barat untuk melaksanakan program pembangunan MCK di tiga titik wilayah terdampak parah, yakni di Desa Menanggini dan Desa Bandar Khalifah. Sebanyak 3 unit MCK akan dibangun dengan standar kesehatan yang baik dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh warga.
Kordinator Pelaksana Operasi Pemulihan Pasca Bencana PMI Aceh Tamiang, Irwan Pane S.Sos, menegaskan bahwa program pembangunan MCK ini merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang berfokus pada kebutuhan paling mendesak masyarakat.
"Sanitasi adalah kebutuhan utama. Dengan pembangunan tiga unit MCK ini, kami berharap penyintas dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih layak dan sehat," ujarnya.
Pembangunan fasilitas sanitasi ini diharapkan dapat mengurangi risiko penyakit yang biasanya meningkat setelah bencana, seperti diare dan infeksi kulit. Selain itu, keberadaan MCK yang layak juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga, khususnya perempuan dan anak-anak yang selama ini mengalami keterbatasan akses sanitasi pascabencana.
Pelaksanaan program ini tidak lepas dari sinergi yang kuat antara PMI Aceh Tamiang dan PMI Jakarta Barat. PMI Jakarta Barat turut mendukung mulai dari proses asesmen lokasi hingga pembangunan fasilitas MCK di lapangan. Sinergi antardaerah ini menjadi bentuk solidaritas dan komitmen PMI dalam membantu masyarakat terdampak bencana di berbagai wilayah Indonesia.
Selain itu, program ini juga didukung oleh JEC Grup sebagai mitra kemanusiaan. Dukungan dari JEC Grup memungkinkan penyediaan fasilitas sanitasi yang sesuai standar kesehatan dan dapat digunakan secara berkelanjutan oleh warga.
Warga di Desa Menanggini dan Desa Bandar Khalifah menyambut baik rencana pembangunan MCK ini. Mereka menyadari bahwa keberadaan fasilitas sanitasi yang layak sangat penting untuk menunjang kesehatan dan kualitas hidup, terutama bagi kelompok rentan.
Seorang warga Desa Menanggini menyampaikan,
"Selama ini kami kesulitan mendapatkan tempat mandi dan buang air yang bersih dan aman setelah banjir. Dengan adanya MCK baru, kami sangat terbantu dan berharap kondisi kesehatan kami bisa membaik."
Melalui kerja sama ini, PMI Aceh Tamiang dan PMI Jakarta Barat menegaskan komitmen mereka untuk terus hadir mendampingi penyintas banjir, tidak hanya pada masa tanggap darurat, tetapi juga dalam tahap pemulihan. Program pembangunan MCK ini menjadi bukti nyata bahwa PMI mengedepankan prinsip kemanusiaan dan berusaha memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana.
Dengan dukungan berbagai pihak dan semangat gotong royong, diharapkan masyarakat Aceh Tamiang dapat bangkit kembali dengan kondisi yang lebih sehat dan layak pascabencana banjir bandang.
Penulis: Intan
Editor: Redaksi
