Akses Sanitasi dan Air Bersih Jadi Kebutuhan Pasca Benca di Kabupaten Agam
Rabu, Februari 04, 2026
lintas86.com, Agam – Kondisi SDN 05 Kayu Pasak kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam saat ini membutuhkan membutuhkan sentuhan berbagai pihak pasca bencana banjir bandang dan longsor beberapa waktu lalu.
Kepala SDN 05 Kayu Pasak Kecamatan Palembayan Novita Yuliarman mengatakan, kondisi siswa dan lingkungan sekolah pasca bencana sangat berbeda dengan sebelumnya.
“Semangat siswa belajar tetap tinggi, namun kondisi saat ini sangat berbeda dimana sekolah kami bersebelahan dengan huntara kayu pasak,” ujarnya.
Novita menjelaskan, sebelum huntara dibangun SDN 05 Kayu Pasak digunakan untuk penampungan semantara atau tempat pengungsian warga korban bencana.
“Sempat beberapa hari setelah masuk sekolah, kami mengadakan kegiatan belajar mengajar di tenda darurat yang tentunya dengan kondisi seadanya,” lanjutnya.
Selain itu, pihaknya juga menjelaskan, sebanyak delapan siswa SDN 05 Kayu Pasak serta satu guru meninggal dalam kejadian bencana beberapa waktu lalu.
“Tentunya ini menjadi pukulan berat bagi kami dan meninggalkan duka yang mendalam, ada juga beberapa guru yang rumahnya hancur serta satu guru hingga saat ini masih dalam perawatan,” tegas Novita
Kondisi fisik sekolah saat ini sangat membutuhkan sentuhan dan bantuan dari beberapa pihak terutama untuk memulihkan dan menunjang kembali kegiatan belajar mengajar.
“Akses air bersih dan toilet atau WC saat ini menjadi kendala serius bagi kami mengingat sarana tersebut merupakan kebutuhan dasar yang berkaitan dengan kesehatan,” ungkapnya saat ditemui tim Promkeb dan CEA PMI.
Pihaknya berharap, ada pihak yang dapat membantu mengatasi permasahalan tersebut, mengingat air bersih dan toilet tersebut juga dipergunakan untuk warga yang tinggal di huntara sebanyak 117 KK.
Sementara itu, Pendamping kegiatan Community Engagement and Accountability (CEA) PMI Pusat, M. Alwan Rifai mengatakan segala bentuk masukan, saran serta kendala dilapangan selama masa pemulihan langsung tercatat dan diinventarisasi untuk diteruskan ke beberapa pihak.
“Air dan sanitasi serta akses kamar mandi atau WC dan kebersihan lingkungan menjadi masukan serta keluhan utama di huntara kayu pasak yang bersebelahan dengan SDN 05 Kayu Pasak,” ujarnya.
Keluhan tersebut tentunya ditemukan setelah tim PMI melakukan assessment serta menggali umpan lebih dalam bersama layanan kesehatan keliling dan promosi kebersihan yang digelar di wilayah tersebut.
“Bagi warga di wilayah Kabupaten Agam yang akan memberikan masukan atau saran serta keluhan terkait pelayanan PMI kami telah membuka hotline yang dapat diakses melalui WatshApp,” lanjutnya.
Untuk wilayah Kabupaten Agam masyarakat dapat menyampaikan masukan atau saran pada Hotline di nomor 0812 4706 1963 atau bisa juga diakses melalui link https://forms.gle/2ET5Tdzr1uksrZzW6.
Penulis: Alwan
Editor: Redaksi
