PMI Kota Surabaya Bangun MCK untuk Pengungsi Banjir dan Longsor di Pante Lhong - lintas86
HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

PMI Kota Surabaya Bangun MCK untuk Pengungsi Banjir dan Longsor di Pante Lhong


lintas86.com, Bireuen — Kepedulian kemanusiaan kembali mengalir lintas daerah. Melalui donasi yang dihimpun, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya menyalurkan bantuan pembangunan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) bagi warga terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Desa Pante Lhong, Provinsi Aceh, melalui PMI Kabupaten Bireuen.

Pembangunan MCK ini diperuntukkan bagi 130 Kepala Keluarga atau 402 jiwa yang saat ini masih tinggal di lokasi pengungsian. Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut telah merusak fasilitas sanitasi warga, sehingga kebutuhan akan MCK yang layak menjadi sangat mendesak untuk menjaga kesehatan dan martabat para pengungsi.

Ketua PMI Kota Surabaya menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud solidaritas dan komitmen PMI untuk selalu hadir bagi masyarakat terdampak bencana, di mana pun berada.

“Bantuan ini mungkin terlihat sederhana, namun bagi saudara-saudara kita di pengungsian, MCK adalah kebutuhan yang sangat mendasar. Donasi dari masyarakat Surabaya kami salurkan dengan harapan dapat menjaga kesehatan, mencegah penyakit, dan memberi rasa aman bagi para pengungsi di Pante Lhong,” ujar perwakilan PMI Kota Surabaya.

Pelaksanaan pembangunan MCK dilakukan oleh PMI Kabupaten Bireuen bersama relawan dan masyarakat setempat. Fasilitas dibangun secara fungsional, mudah diakses, dan disesuaikan dengan kondisi lapangan agar dapat digunakan secara berkelanjutan selama masa pemulihan.

PMI Kabupaten Bireuen mengapresiasi dukungan dari PMI Kota Surabaya yang telah memperkuat respon kemanusiaan di wilayahnya.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan PMI Kota Surabaya. Bantuan ini sangat berarti bagi 402 jiwa pengungsi yang kini dapat memenuhi kebutuhan sanitasi dengan lebih layak dan aman,” ungkapnya.

PMI berharap kehadiran fasilitas MCK ini tidak hanya membantu pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi simbol bahwa para pengungsi tidak sendiri. Solidaritas kemanusiaan terus terjalin, dari Surabaya hingga Aceh, untuk memulihkan harapan dan memperkuat ketangguhan masyarakat pascabencana

Penulis: Zabidi 
Editor: Redaksi
Posting Komentar
Tutup Iklan