Stok Darah O Melimpah! Hasil Aksi Mobile Unit PMI Lumajang di RSUD Dr Haryoto
LINTAS86.com, Lumajang – Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD PMI) Kabupaten Lumajang kembali menggelar aksi jemput bola melalui layanan Mobile Unit. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 10 Juni 2026 ini dipusatkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Haryoto Lumajang. Dimulai sejak pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, aksi kemanusiaan ini berhasil mengumpulkan puluhan kantong darah yang siap disalurkan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kesadaran masyarakat Lumajang, khususnya para pengunjung dan staf rumah sakit, terbilang cukup tinggi dalam menyukseskan agenda ini. Meski demikian, prosedur skrining kesehatan yang ketat tetap diberlakukan demi menjamin keamanan, baik bagi pendonor maupun bagi calon penerima donor (resipien).
Dari puluhan relawan yang mendaftarkan diri, tercatat sebanyak 20 orang dinyatakan lolos dan berhasil mendonorkan darahnya. Keberhasilan ini menambah stok darah di markas UDD PMI Kabupaten Lumajang yang terus bergerak dinamis setiap harinya.
Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh tim medis PMI Kabupaten Lumajang, golongan darah O menjadi penyumbang terbanyak pada kegiatan kali ini. Berikut adalah rincian lengkap perolehan kantong darah berdasarkan golongannya:
- Golongan Darah A: 4 kantong darah.
- Golongan Darah B: 5 kantong darah.
- Golongan Darah O: 10 kantong darah.
- Golongan Darah AB: 1 kantong darah.
Melihat data tersebut, ketersediaan golongan darah O mendominasi hingga 50 persen dari total pendapatan harian Mobile Unit. Hal ini menjadi angin segar mengingat golongan darah O merupakan golongan darah yang paling sering dibutuhkan dalam kondisi darurat medis karena sifatnya yang universal.
Tidak semua masyarakat yang datang dengan niat baik bisa langsung diambil darahnya. Pada aksi donor darah di RSUD Haryoto ini, tim medis terpaksa menolak atau menunda (degradasi) sebanyak 3 orang calon pendonor karena tidak memenuhi standar klinis yang ditetapkan oleh standar operasional prosedur (SOP) medis.
Pengurus PMI Kabupaten Lumajang Bidang Humas, Iswarini Jamilah, menjelaskan bahwa penundaan ini murni dilakukan demi menjaga keselamatan fisik sang pendonor serta kualitas darah yang akan disimpan di bank darah.
"Kami sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat Lumajang yang luar biasa hari ini di RSUD Haryoto. Namun, kami juga harus menegaskan bahwa aspek keselamatan adalah harga mati dalam dunia transfusi darah. Dari proses pemeriksaan awal, ada tiga calon pendonor yang terpaksa kami batalkan," ujar Iswarini Jamilah.
Lebih lanjut, Iswarini merinci penyebab gagalnya tiga calon pendonor tersebut:
- Faktor Hemoglobin (Hb) Rendah: 1 orang calon pendonor didapati memiliki kadar Hb di bawah 12.5 g/dl. Kadar Hb yang rendah bisa memicu anemia kronis jika dipaksakan untuk melakukan donor.
- Faktor Riwayat Medis: 2 orang lainnya terpaksa ditolak karena memiliki riwayat medis tertentu yang masuk dalam daftar kontraindikasi, baik yang bersifat sementara maupun permanen.
Kasus penundaan donor akibat masalah hemoglobin (Hb) rendah dan riwayat medis bukan pertama kalinya terjadi di Lumajang. Masalah ini kerap menjadi "batu sandungan" bagi masyarakat yang sangat ingin berbagi melalui setetes darah.
Sebagai contoh kasus nyata, salah satu calon pendonor yang ditolak mengeluhkan bahwa dirinya merasa sehat dan bugar sebelum mengantre. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan sampel darah mini di meja skrining, angka hemoglobin menunjukkan angka 11.8 g/dl.
Secara medis, batas minimal untuk mendonorkan darah adalah 12.5 g/dl hingga maksimal 17.0 g/dl. Memaksa seseorang dengan Hb rendah untuk mendonorkan darahnya berisiko menyebabkan pusing, pingsan, hingga pemulihan sel darah merah yang memakan waktu sangat lama di dalam tubuhnya sendiri.
Sementara itu, dua orang yang gagal karena riwayat medis menunjukkan pentingnya kejujuran saat mengisi formulir pendaftaran. Beberapa kondisi medis, seperti konsumsi obat antibiotik dalam jangka waktu dekat, riwayat penyakit jantung, diabetes dengan ketergantungan insulin, atau asma yang sering kambuh, menjadi alasan utama penundaan demi kebaikan bersama.
PMI Kabupaten Lumajang berkomitmen penuh untuk menjaga rantai pasok darah yang aman. Darah yang berhasil dihimpun dari RSUD Haryoto tidak langsung didistribusikan ke pasien, melainkan harus melewati serangkaian uji saring laboratorium di markas UDD PMI.
Di dalam laboratorium, setiap kantong darah akan diuji menggunakan metode mutakhir untuk mendeteksi empat jenis penyakit infeksi menular lewat transfusi darah (IMLTD), yaitu:
- Hepatitis B (HBsAg)
- Hepatitis C (Anti-HCV)
- HIV (Anti-HIV)
- Sifilis
Jika ditemukan adanya indikasi infeksi pada salah satu kantong darah, maka kantong tersebut akan langsung dimusnahkan sesuai dengan regulasi pengelolaan limbah medis, dan pendonor yang bersangkutan akan dipanggil secara privat untuk mendapatkan konseling medis lebih lanjut.
Melalui momentum kegiatan di RSUD Haryoto ini, PMI Kabupaten Lumajang mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak takut mendonorkan darah secara rutin setiap dua hingga tiga bulan sekali.
"Setetes darah yang kita berikan bisa menjadi penyambung nyawa bagi ibu melahirkan yang mengalami pendarahan, korban kecelakaan lalu lintas, hingga pasien talasemia yang membutuhkan transfusi darah seumur hidupnya. Mari jadikan donor darah sebagai gaya hidup sehat kita sehari-hari," pungkas Iswarini Jamilah di akhir wawancara.
Bagi masyarakat Lumajang yang ingin berpartisipasi, Anda dapat memantau jadwal operasional Mobile Unit berikutnya atau langsung datang ke Kantor UDD PMI Kabupaten Lumajang yang melayani donor darah selama 24 jam penuh.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi

Posting Komentar