Gagas Tata Kelola Responsif, Hani Zain Fathuri, S.H Menuju Bancangan Hebat
LINTAS86.com, PONOROGO – Gelombang tuntutan dari lapisan akar rumput yang menginginkan adanya transformasi serta pembaruan mendasar dalam tata kelola pemerintahan desa kian hari kian menguat. Dinamika sosial politik di wilayah Kabupaten Ponorogo kini mulai menghangat, khususnya menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang diproyeksikan untuk periode masa jabatan 2027 hingga 2037 mendatang. Di tengah konstelasi politik Desa Bancangan, Kecamatan Sambit, muncul figur potensial dari kalangan muda berlatar belakang hukum, Hani Zain Fathuri, S.H., yang secara resmi menyatakan kesiapannya untuk maju bertarung demi membawa perubahan total di tanah kelahirannya.
Langkah berani yang diambil oleh praktisi hukum muda ini bukanlah keputusan yang muncul secara instan, melainkan buah dari proses kontemplasi panjang serta adanya desakan masif dari berbagai elemen masyarakat setempat. Kelompok tani yang merindukan kepastian distribusi pupuk, para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang membutuhkan stimulus pasar, hingga elemen pemuda Karang Taruna yang menginginkan ruang kreativitas, menjadi motor penggerak di belakang pencalonannya. Untuk menandai keseriusan langkah politiknya tersebut, Hani Zain Fathuri, S.H. mengusung sebuah visi strategis yang diintegrasikan secara linear dengan arah pembangunan daerah Pemerintah Kabupaten Ponorogo saat ini, yaitu menuju konsep Bancangan HEBAT (Harmonis, Ekonomi Mandiri, Bersih, Akuntabel, dan Terdepan).
Komitmen pengabdian tersebut ditegaskan secara langsung oleh Hani saat menggelar forum sarasehan dan dialog terbuka bersama warga di salah satu dusun di Desa Bancangan. Di hadapan ratusan warga yang menaruh ekspektasi besar pada masa depan desa, pria yang akrab disapa Hanz ini menyampaikan orasi politik dan kebudayaan yang dinilai membakar semangat kemandirian lokal.
"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, saya Hani Zain Fathuri, S.H Menuju Bancangan Hebat menyatakan siap mengemban amanah masyarakat. Ini bukan sekadar ambisi pribadi untuk menduduki kursi kekuasaan, melainkan sebuah panggilan pengabdian yang tulus dari lubuk hati paling dalam. Kita semua tahu bahwa Desa Bancangan memiliki potensi alam yang sangat melimpah serta warisan sejarah leluhur yang begitu agung. Namun, tanpa adanya manajemen pemerintahan yang profesional, transparan, dan berlandaskan hukum, semua modal besar itu akan sia-sia. Sudah saatnya Desa Bancangan bangkit dari ketertinggalan, berdiri mandiri, dan sejajar dengan desa-desa maju lainnya di Kabupaten Ponorogo," tegas Hanz
Sinkronisasi Program Desa dengan Visi Daerah
Keputusan Hani Zain Fathuri, S.H. untuk menyematkan akronim HEBAT sebagai kompas pembangunan desa dinilai oleh sejumlah pengamat politik lokal sebagai sebuah strategi yang cerdas sekaligus taktis. Slogan "Ponorogo HEBAT" sendiri merupakan manifestasi dari visi resmi pemerintah daerah di tingkat kabupaten dalam menggerakkan pembangunan di segala sektor. Dengan menyelaraskan ritme visi di tingkat terbawah, Hanz memastikan bahwa program kerja sepuluh tahun ke depan yang ia rancang akan berjalan satu frekuensi dan mendapat dukungan penuh dari kebijakan pemerintah kabupaten.
Secara kalkulasi birokrasi, keselarasan visi ini akan memotong sekat-sekat hambatan komunikasi administratif antara desa dan pusat pemerintahan kabupaten. Desa Bancangan yang diproyeksikan berada di bawah kepemimpinan Hanz nantinya akan memiliki posisi tawar yang jauh lebih kuat dalam mengakses alokasi dana hibah, bantuan infrastruktur dari dinas terkait, serta program pemberdayaan masyarakat regional. Langkah sinkronisasi ini dipandang sangat krusial, mengingat tantangan pembangunan desa di masa depan tidak akan mampu terjawab jika hanya mengandalkan Dana Desa (DD) maupun Alokasi Dana Desa (ADD) yang jumlah anggarannya sangat terbatas dari tahun ke tahun.
Mengupas Lima Pilar Strategis Pembangunan Desa
Dalam draf rencana pembangunan jangka menengah desa yang disusunnya, Hanz membedah konsep Bancangan HEBAT ke dalam lima pilar implementatif yang menyentuh urat nadi kehidupan harian masyarakat. Pilar pertama, Harmonis, berfokus pada penciptaan stabilitas sosial, toleransi, serta peningkatan fasilitas kesehatan dasar. Hanz berkomitmen penuh untuk mengoptimalkan kinerja kader posyandu serta organisasi PKK dalam rangka memberikan jaminan kesehatan bagi lansia, ibu hamil, dan pemenuhan gizi anak demi menekan angka stunting hingga ke titik terendah.
Pilar kedua adalah Ekonomi Mandiri, sebuah sektor yang didedikasikan untuk memperkuat pondasi ekonomi mayoritas warga Desa Bancangan yang berprofesi sebagai petani. Hanz memberikan garansi normatif bahwa sistem distribusi pupuk bersubsidi harus berjalan secara adil, merata, dan transparan. Selain itu, normalisasi terhadap saluran irigasi yang selama ini sering tersumbat akan menjadi prioritas fisik, disusul dengan introduksi teknologi pertanian tepat guna guna mendongkrak hasil panen. Sektor UMKM lokal pun tidak luput dari perhatian; mereka akan difasilitasi dengan pelatihan standarisasi kemasan produk serta pembukaan akses pasar digital.
Selanjutnya, pilar ketiga dan keempat, yakni Bersih dan Akuntabel, merupakan jawaban konkrit atas tuntutan modernisasi birokrasi yang bersih dari praktik koruptif. Sebagai seorang lulusan Sarjana Hukum, Hanz menjamin bahwa pelayanan administrasi kependudukan di balai desa akan berjalan cepat, ramah, dan bebas dari pungutan liar (pungli) sekecil apa pun. Aspek akuntabilitas akan diwujudkan dengan mempublikasikan setiap lembar perencanaan anggaran serta realisasi penggunaan Dana Desa di papan digital publik dan akun media sosial resmi desa, sehingga warga bisa ikut mengawasi secara langsung kemana uang rakyat dialokasikan.
Pilar kelima, yaitu Terdepan, merupakan visi digitalisasi yang diusung oleh Hanz. Ia menargetkan Desa Bancangan untuk menjadi pelopor dalam penerapan smart governance atau pelayanan desa berbasis teknologi informasi di Kecamatan Sambit. Salah satu program inovasi besarnya adalah mengawinkan sektor pertanian agraris dengan potensi pariwisata sejarah, melalui konsep eduwisata berbasis kearifan lokal yang diharapkan mampu mendatangkan Pendapatan Asli Desa (PADes) baru secara berkelanjutan.
Soliditas Dukungan dari Sektor Akar Rumput
Pernyataan sikap dari Hani Zain Fathuri, S.H. ini dengan cepat menuai reaksi positif dan gelombang dukungan masif di tingkat akar rumput. Di mata para sesepuh dan tokoh adat desa, Hanz dinilai sebagai sosok pemimpin muda yang memegang teguh nilai kesantunan dan menghormati tradisi leluhur, namun tetap memiliki kapasitas berpikir modern, taktis, serta didukung oleh pemahaman hukum yang kuat. Di sisi lain, bagi kelompok pemuda, kehadiran Hanz dianggap sebagai angin segar yang siap merangkul potensi industri kreatif, seni reog, serta kegiatan olahraga kepemudaan.
"Masyarakat desa saat ini merindukan sosok pemimpin yang tidak berjarak, mau mendengar keluhan di sawah, serta transparan mengenai pengelolaan keuangan desa. Solusi yang ditawarkan Mas Hani terkait tata kelola pertanian dan keterbukaan anggaran adalah jawaban nyata atas keresahan yang kami rasakan selama bertahun-tahun," ungkap salah satu ketua kelompok tani di Desa Bancangan.
Menghadapi bentang masa jabatan kepala desa selama sepuluh tahun penuh, Desa Bancangan memang membutuhkan arah komando yang visioner serta eksekusi kebijakan yang konsisten secara hukum. Kehadiran Hani Zain Fathuri, S.H. dengan panji visi Bancangan HEBAT kini melesat menjadi harapan baru yang siap membawa desa tersebut melompat menuju kemandirian ekonomi, keadilan sosial, serta kemajuan yang merata bagi seluruh warga desa.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi

Posting Komentar