Kesadaran Kesehatan Meningkat, Aksi Donor Darah Keliling PMI di Balai Desa Kertosari Berjalan Sukses

 

 

LINTAS86.comLUMAJANG – Kesadaran masyarakat terhadap kesehatan pribadi kini mulai bergeser ke arah yang jauh lebih positif, dinamis, dan modern. Aktivitas donor darah, yang dahulu sering kali dipandang hanya sebagai gerakan sosial insidental saat terjadi musibah atau bencana alam, kini telah mengalami transformasi besar. Bagi masyarakat modern, mendonorkan darah secara berkala mulai disadari sebagai sebuah kebutuhan biologis sekaligus bagian integral dari gaya hidup sehat (healthy lifestyle).
Menangkap tren positif tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lumajang secara konsisten terus menggalakkan program penjemputan donor langsung ke kantong-kantong pemukiman warga melalui armada taktis Mobile Unit Donor Darah. Langkah jemput bola ini terbukti sangat efektif untuk memfasilitasi warga yang memiliki kemauan kuat untuk mendonorkan darahnya, namun kerap terkendala oleh jarak geografis yang cukup jauh jika harus mendatangi langsung Markas Pusat Unit Transfusi Darah (UTD) PMI di pusat kota Lumajang.
Pada hari Rabu, 22 Juli 2026, giliran kawasan Balai Desa Kertosari yang menjadi pusat pergerakan aksi kemanusiaan ini. Menggunakan kendaraan operasional taktis, tim pelayanan darah UTD PMI Lumajang hadir di tengah-tengah masyarakat mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Kehadiran tim medis langsung disambut antusias oleh warga setempat yang berbondong-bondong datang untuk mendaftarkan diri demi kemanusiaan.

Manfaat Medis Ganda Bagi Tubuh Sang Pendonor

Dalam pelaksanaan kegiatan yang berlangsung selama tiga jam di Balai Desa Kertosari tersebut, petugas medis dari PMI tidak hanya sekadar melakukan pengambilan darah. Mereka juga aktif memberikan edukasi kesehatan seputar manfaat klinis luar biasa yang didapatkan oleh tubuh apabila melakukan donor darah secara rutin setiap 2 hingga 3 bulan sekali. Secara medis, donor darah teratur terbukti ampuh merangsang sumsum tulang belakang (bone marrow) untuk memproduksi sel-sel darah merah baru yang jauh lebih segar, bersih, dan optimal dalam mengikat oksigen ke seluruh organ vital tubuh.
Selain itu, bagi masyarakat modern, donor darah rutin merupakan instrumen alami yang sangat efektif untuk:
  • Menjaga kesehatan organ jantung dan meminimalkan risiko stroke.
  • Mengontrol kekentalan darah dan menjaga elastisitas pembuluh darah.
  • Membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) di dalam tubuh.
  • Menurunkun risiko penyakit kanker yang dipicu radikal bebas.
  • Berfungsi sebagai sarana medical check-up dini secara gratis.
Setiap sampel darah yang masuk akan melewati uji saring laboratorium yang ketat terhadap berbagai penyakit menular seksual maupun sistemik berbahaya sebelum dinyatakan aman untuk ditransfusikan kepada pasien yang membutuhkan.

Data Keberhasilan dan Komposisi Stok Darah Balai Desa Kertosari

Dari proses pelayanan yang berjalan tertib, aman, dan sesuai dengan protokol kesehatan tersebut, tim medis PMI Kabupaten Lumajang berhasil membawa pulang total 21 kantong darah sehat. Seluruh kantong darah ini siap didistribusikan ke bank-bank darah rumah sakit setempat guna membantu pasien yang membutuhkan. Keberhasilan ini didukung penuh oleh transparansi data dan kesiapan fisik para pendonor yang lolos dari fase skrining ketat tim medis.
Berdasarkan klasifikasi golongan darah hasil perolehan riil di Balai Desa Kertosari, kantong darah yang terkumpul memiliki komposisi yang sangat baik untuk memenuhi keberagaman kebutuhan pasien yang dinamis:
  • Golongan Darah A: 5 kantong
  • Golongan Darah B: 7 kantong
  • Golongan Darah O: 9 kantong
  • Golongan Darah AB: 0 kantong
  • Total Donor Berhasil: 21 kantong
Kombinasi angka perolehan ini dinilai sangat ideal dalam menjaga keseimbangan variasi stok darah di tingkat kabupaten, terutama untuk mengamankan stok golongan darah O dan B yang kebutuhannya tergolong cukup tinggi di beberapa rumah sakit.

Disiplin Skrining Guna Menjamin Kualitas Darah Utama

Di balik keberhasilan menghimpun 21 kantong darah tersebut, terdapat fakta klinis mengenai adanya 10 orang warga setempat yang dengan berat hati harus ditunda pendaftarannya oleh tim medis. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa aspek higienitas, keamanan, dan keselamatan pendonor maupun resipien tetap ditempatkan pada posisi tertinggi oleh PMI di atas kepentingan pemenuhan target kuantitas semata.
Berdasarkan catatan rekam medis di meja pemeriksaan darurat Balai Desa Kertosari, kegagalan 10 orang calon pendonor tersebut didominasi oleh beberapa faktor kesehatan yang terdeteksi saat skrining fisik:
  1. Kadar Hemoglobin (Hb) Rendah (< 12.5 g/dl): Tercatat sebanyak 4 orang warga terdeteksi memiliki kadar Hb di bawah standar minimun, yang mengindikasikan kondisi fisik sedang kurang fit, kelelahan, atau kurang tidur pada malam sebelum kegiatan.
  2. Riwayat Medis Spesifik: Sebanyak 4 orang harus ditunda karena faktor riwayat medis yang belum memungkinkan untuk mendonorkan darah demi keselamatan diri sendiri.
  3. Tensi Tinggi (Hipertensi): Ditemukan sebanyak 1 orang calon pendonor dengan tekanan darah di atas ambang batas aman.
  4. Tensi Rendah (Hipotensi): Terdeteksi sebanyak 1 orang dengan tekanan darah yang terlalu rendah.
Adapun indikator pembatalan lain seperti berat badan kurang dari 45 kg, batas usia minimal di bawah 17 tahun, kadar Hb terlalu tinggi (di atas 17 g/dl), perilaku berisiko tinggi, serta riwayat perjalanan luar daerah terpantau nihil atau tidak ditemukan sama sekali pada komunitas warga Kertosari yang hadir.

Harapan Keberlanjutan Stok Guna Menyelamatkan Nyawa

Melihat tingginya tingkat partisipasi warga, Pengurus Bidang Humas PMI Kabupaten Lumajang, Iswarini Jamilah, menyampaikan pandangan strategisnya terkait pentingnya menjaga keberlanjutan program Mobile Unit berbasis pedesaan ini secara berkala di masa-masa yang akan datang. Beliau menegaskan bahwa keterlibatan aktif masyarakat pedesaan merupakan urat nadi utama bagi keberlangsungannya pelayanan kemanusiaan di seluruh wilayah Lumajang.
"Sinergi yang kuat antara masyarakat di tingkat desa dan PMI sangat penting untuk menjaga ketersediaan stok darah di daerah kita. Kami sangat berterima kasih atas antusiasme warga Desa Kertosari yang luar biasa ini. Proses seleksi yang ketat di lapangan justru menjadi bukti profesionalisme tim medis kami untuk melindungi pendonor dan pasien. Kami mengajak seluruh warga untuk menjadikan donor darah sebagai kebiasaan rutin yang bermanfaat bagi banyak orang," tutur Iswarini Jamilah penuh optimisme.
Kebutuhan akan pasokan darah di berbagai rumah sakit Lumajang terus bergerak dinamis dan meningkat saban harinya. Ketersediaan kantong darah yang aman, steril, dan berkelanjutan sangat mendesak demi menyelamatkan jiwa para pasien dalam kondisi kritis, seperti korban kecelakaan lalu lintas dengan pendarahan hebat, pasien yang hendak menjalani operasi bedah mayor, ibu melahirkan dengan komplikasi pendarahan persalinan, hingga pemenuhan hak hidup jangka panjang bagi para penderita Thalasemia dan Leukemia yang bergantung pada transfusi darah seumur hidup mereka. Giat sukses di Balai Desa Kertosari ini diharapkan menjadi pemicu meluasnya gerakan donor darah keliling ke desa-desa lain di wilayah Kabupaten Lumajang.

Penulis: Zabidi 

Editor: Redaksi

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Kesadaran Kesehatan Meningkat, Aksi Donor Darah Keliling PMI di Balai Desa Kertosari Berjalan Sukses
  • Kesadaran Kesehatan Meningkat, Aksi Donor Darah Keliling PMI di Balai Desa Kertosari Berjalan Sukses
  • Kesadaran Kesehatan Meningkat, Aksi Donor Darah Keliling PMI di Balai Desa Kertosari Berjalan Sukses
  • Kesadaran Kesehatan Meningkat, Aksi Donor Darah Keliling PMI di Balai Desa Kertosari Berjalan Sukses
  • Kesadaran Kesehatan Meningkat, Aksi Donor Darah Keliling PMI di Balai Desa Kertosari Berjalan Sukses
  • Kesadaran Kesehatan Meningkat, Aksi Donor Darah Keliling PMI di Balai Desa Kertosari Berjalan Sukses

Posting Komentar