PMI Lumajang Terjunkan Tim Assesment, Petakan Desa Krisis Air Bersih Akibat El Nino



LINTAS86.comLUMAJANG – Merespons meluasnya dampak fenomena iklim El Nino yang memicu kemarau panjang, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lumajang bergerak taktis di lapangan. Organisasi kemanusiaan ini menerjunkan tim khusus untuk melakukan assessment atau kaji cepat terhadap pemetaan wilayah yang mengalami krisis air bersih. Langkah ini menjadi prioritas utama guna memastikan penyaluran bantuan logistik dan armada air bersih nantinya dapat berjalan efektif, efisien, serta tepat sasaran.
Aksi tanggap darurat yang diinisiasi oleh PMI Lumajang ini merujuk pada kebijakan Pemerintah Kabupaten Lumajang. Seperti diketahui, pemerintah daerah telah resmi menerbitkan Keputusan Bupati Lumajang Nomor 100.3.3.2/282/KEP/427.12/2026 yang menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kekeringan, Krisis Air Bersih, serta Kebakaran Hutan dan Lahan selama 90 hari kalender, yang berlaku sejak 10 Juli 2026 hingga 7 Oktober 2026 mendatang.
Berdasarkan data assesment awal di lapangan, dampak kekeringan tahun ini telah mengancam sedikitnya enam wilayah kecamatan di Lumajang, yaitu Ranuyoso, Klakah, Kedungjajang, Padang, Senduro, dan Gucialit. Ketiadaan curah hujan selama beberapa bulan terakhir membuat sumber mata air tradisional warga menyusut drastis, sehingga ribuan kepala keluarga mulai kesulitan memenuhi kebutuhan sanitasi dasar dan konsumsi harian.
Pengurus PMI Kabupaten Lumajang, Nurhadi Santoso, menjelaskan bahwa pengumpulan data riil di tingkat dusun sangat krusial sebelum armada truk tangki air dilepaskan ke lokasi bencana.
Melalui pendataan yang komprehensif, PMI dapat mengetahui titik koordinat penempatan tandon darurat yang paling mudah diakses oleh masyarakat setempat.
"Kami dari jajaran pengurus PMI Lumajang langsung mengambil langkah cepat dengan menerjunkan tim sukarelawan ke zona-zona merah kekeringan. Fokus utama assessment saat ini adalah mendata jumlah warga terdampak secara mendetail, mengukur kapasitas tandon umum yang tersedia, serta memetakan jalur akses jalan bagi truk tangki penyuplai air bersih agar mobilitas bantuan di lapangan tidak menemui kendala teknis," ungkap Nurhadi Santoso, Minggu (26/7/2026).
Nurhadi menambahkan, data hasil kaji cepat relawan PMI di lapangan ini nantinya langsung disinkronisasikan secara berkala dengan Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang. Sinergi data ini penting untuk menghindari terjadinya tumpang tindih distribusi air bersih, mengingat luasnya cakupan area yang harus dijangkau di enam kecamatan tersebut.
Kondisi tanah pertanian yang mulai retak dan mengering di wilayah Lumajang utara mempertegas urgensi penanganan bersama ini. Selain memetakan kebutuhan air untuk keperluan domestik rumah tangga, PMI Lumajang juga mengimbau masyarakat luas untuk mulai membudayakan perilaku hemat air selama masa tanggap darurat berlangsung. Air bersih yang didistribusikan secara gratis diharapkan dapat diprioritaskan penuh untuk keperluan minum, memasak, dan kebersihan medis utama.
Melalui kesiapan personel relawan, armada truk tangki, serta akurasi data assessment yang terus diperbarui, PMI Lumajang berkomitmen mendampingi masyarakat melewati masa krisis air ini. Posko kemanusiaan PMI di tingkat kabupaten juga disiagakan penuh guna menerima laporan langsung dari perangkat desa maupun warga yang wilayahnya mengalami penurunan drastis pasokan air bersih secara mendadak. 
Penulis: Zabidi 
Editor: Redaksi
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • PMI Lumajang Terjunkan Tim Assesment, Petakan Desa Krisis Air Bersih Akibat El Nino
  • PMI Lumajang Terjunkan Tim Assesment, Petakan Desa Krisis Air Bersih Akibat El Nino
  • PMI Lumajang Terjunkan Tim Assesment, Petakan Desa Krisis Air Bersih Akibat El Nino
  • PMI Lumajang Terjunkan Tim Assesment, Petakan Desa Krisis Air Bersih Akibat El Nino
  • PMI Lumajang Terjunkan Tim Assesment, Petakan Desa Krisis Air Bersih Akibat El Nino
  • PMI Lumajang Terjunkan Tim Assesment, Petakan Desa Krisis Air Bersih Akibat El Nino

Posting Komentar