Tingkatkan Keselamatan Pasien, PMI Ponorogo Serap Strategi Layanan Darah Terintegrasi Kemenkes
LINTAS86.com, BATU – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Ponorogo berkomitmen penuh meningkatkan kualitas layanan darah. Guna mewujudkan hal tersebut, PMI Ponorogo mengirimkan delegasinya menghadiri agenda strategis berskala regional di Jawa Timur. Pertemuan penting ini dikemas dalam bentuk pelatihan dan koordinasi teknis yang melibatkan instansi kesehatan mitra pelayanan.
Kegiatan komprehensif bertajuk “Excellent Blood Service: Meningkatkan Mutu Pelayanan untuk Keselamatan Pasien” ini berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu, 23–25 Juli 2026. Acara resmi bertempat di Hotel Singhasari, Kota Batu, ini dihadiri jajaran pengurus PMI, dokter, serta tenaga teknis Unit Donor Darah (UDD) berbagai wilayah kabupaten/kota.
Dalam kesempatan berharga ini, PMI Kabupaten Ponorogo mengutus empat pegawai terbaiknya, yaitu Dian, Wahyudi, Dodi, dan Udin. Selain unsur pelaksana teknis lapangan tersebut, satu orang perwakilan jajaran pengurus, Sumani, turut serta mendampingi delegasi untuk memastikan implementasi visi organisasi berjalan selaras dan maksimal.
Agenda nasional ini menghadirkan narasumber otoritatif langsung dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), dr. Yanti Herman, SH, MH.Kes. Dalam paparannya, beliau mengupas tuntas materi esensial mengenai Sistem Pelayanan Darah Nasional yang Berorientasi Mutu, Keselamatan, dan Integrasi Layanan Kesehatan. Materi regulasi ini menjadi panduan penting bagi setiap unit di daerah.
Partisipasi aktif ini merupakan langkah nyata PMI Ponorogo menyerap regulasi, ilmu baru, dan standar pelayanan terbaru. Fokus utama materi yang disampaikan adalah membangun ekosistem pelayanan darah yang aman, cepat tanggap, dan terintegrasi penuh dengan jaringan fasilitas pelayanan kesehatan primer maupun rujukan.
Dian, salah satu pegawai teknis PMI Ponorogo yang mengikuti kegiatan, menyatakan bahwa pelatihan intensif ini memberikan wawasan baru terkait standardisasi pengelolaan kantong darah. Standardisasi mutu yang ketat sangat krusial dilaksanakan untuk meminimalkan segala bentuk risiko medis bagi pasien penerima donor.
“Kami mendapatkan banyak ilmu baru mengenai integrasi sistem pelayanan darah nasional yang aman. Melalui kegiatan ini, kami di tingkat daerah berkomitmen langsung menerapkan standar mutu terbaru demi menjamin keselamatan pasien yang membutuhkan transfusi secara cepat,” ujar Dian.
Tujuan utama penyelenggaraan kegiatan ini adalah mendongkrak mutu pelayanan darah secara komprehensif, dengan menitikberatkan faktor keselamatan pasien sebagai prioritas tertinggi.
"Melalui peningkatan kapasitas SDM ini, PMI Ponorogo berharap dapat menjawab tantangan pemenuhan kebutuhan darah di masyarakat luas secara maksimal,". Tambah Dian
Sementara itu, Pengurus PMI Kabupaten Ponorogo, Sumani, menambahkan bahwa pasca-kegiatan ini, ada harapan besar yang ingin dicapai oleh segenap manajemen pelayanan PMI Ponorogo. Organisasi kemanusiaan ini menargetkan tercukupinya seluruh kebutuhan pasokan darah di wilayah Kabupaten Ponorogo secara konsisten sepanjang tahun.
"Selain mengejar aspek kuantitas atau ketersediaan stok, PMI Ponorogo memiliki komitmen tinggi untuk terus memproduksi darah yang berkualitas tinggi, steril, dan aman. Hal ini sangat penting demi mendukung kesembuhan para pasien yang sedang dirawat di berbagai rumah sakit," tegas Sumani.
Dengan partisipasi aktif dalam pelatihan Excellent Blood Service ini, PMI Kabupaten Ponorogo optimis dapat membawa perubahan positif yang signifikan. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap profesionalisme dan mutu layanan darah yang dikelola oleh PMI Ponorogo dalam menyelamatkan sesama.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi

Posting Komentar