Tingkatkan Standardisasi Layanan, PMI Lumajang Kirim Utusan ke Rakernis UDD Regional IV Labuan Bajo


LINTAS86.com MANGGARAI BARAT – Palang Merah Indonesia (PMI) terus berupaya memperkuat sistem ketahanan darah nasional dengan memastikan ketersediaan pasokan darah yang aman, higienis, dan mudah diakses. Sebagai bagian dari langkah taktis tersebut, PMI menyelenggarakan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Unit Donor Darah (UDD) Regional IV Tahun 2026 yang berlangsung di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Agenda strategis berskala lintas provinsi ini menjadi episentrum konsolidasi bagi perwakilan PMI dari wilayah Indonesia Tengah dan Timur. Menyadari pentingnya penyelarasan mutu layanan transfusi, PMI Kabupaten Lumajang turut mengirimkan delegasi terbaiknya guna menyerap perkembangan teknologi medis dan memperkuat jejaring kolaborasi antardaerah.

Partisipasi Aktif dan Misi Delegasi PMI Lumajang

Langkah PMI Kabupaten Lumajang dalam mengirimkan utusan khusus ke forum regional ini merupakan bentuk komitmen daerah dalam mendukung program standardisasi nasional. Kehadiran tim dari Lumajang dikonfirmasi langsung oleh Pengurus Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) PMI Kabupaten Lumajang, Iswarini Jamilah.

 

"Kami dari PMI Lumajang juga turut serta mengirimkan perwakilan dalam Rakernis Regional IV yang berpusat di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Ini merupakan komitmen nyata kami untuk menyelaraskan mutu pelayanan. Untuk agenda penting kali ini, PMI Lumajang mengirimkan tiga personel terbaiknya yang kompeten di bidang masing-masing, yaitu Wakil Ketua PMI Lumajang Bidang Pelayanan UDD, Didik Supribadio; Kepala UDD PMI Lumajang, dr. Halimi Maksum, MMRS; serta satu staf teknis dari UDD PMI Lumajang, Trio," jelas Iswarini Jamilah dalam keterangannya.


Kombinasi tiga figur ini sengaja dirancang untuk mencakup seluruh aspek operasional UDD, mulai dari tingkat kebijakan manajemen, pengawasan klinis medis, hingga teknis laboratorium. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat transfer pengetahuan guna diterapkan langsung pada pelayanan donor darah di Kabupaten Lumajang.

Mengatasi Keterbatasan demi Darah yang Aman dan Berkualitas

Forum Rakernis Regional IV ini diikuti oleh 62 perwakilan PMI dari empat provinsi strategis, meliputi Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Fokus utama yang diangkat adalah akselerasi penguatan tata kelola jejaring serta peningkatan mutu pelayanan darah menuju standar industri yang lebih modern.

Hadir di tengah-tengah jalannya sidang komisi, Wakil Ketua PMI Lumajang Bidang Pelayanan UDD, Didik Supribadio, memberikan pandangan mendalam mengenai tanggung jawab besar sekaligus tantangan riil yang dihadapi oleh para pengelola donor darah saat ini.

 

"Tugas kemanusiaan yang dipikul oleh jajaran PMI ini memang sangat mulia, namun kita tidak boleh menutup mata bahwa realitas di lapangan juga penuh dengan tantangan dan keterbatasan yang nyata. Untuk itu, UDD PMI dituntut secara mutlak agar mampu menyediakan darah yang aman, cukup, dan berkualitas tinggi, serta di saat yang bersamaan harus mampu mengoptimalkan pengelolaan plasma darah kita," papar Didik Supribadio di sela-sela kegiatan.


Didik menambahkan bahwa berbagai keterbatasan, baik dari segi infrastruktur laboratorium di daerah maupun pemenuhan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang tersertifikasi khusus, harus dijawab melalui kerja sama yang erat dengan pemerintah daerah. Upaya optimalisasi plasma darah juga menjadi prioritas penting agar ke depan dapat diolah menjadi produk fraksionasi plasma yang mendukung kemandirian bahan baku obat nasional.

Fokus Utama Pembahasan dalam Rakernis 2026:

  • Sertifikasi CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik): Standar mutu wajib dari BPOM untuk menjamin kualitas laboratorium pengolahan darah agar diakui secara klinis di tingkat nasional.

  • Penguatan Sistem Informasi (SIMDONDAR): Integrasi data pendonor dan stok darah secara digital dan real-time untuk meminimalkan potensi kelangkaan golongan darah tertentu.

  • Penyelarasan Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD): Pengelolaan keuangan yang sehat dan mandiri demi mendukung keberlangsungan operasional UDD tanpa membebani pasien.

  • Pemerataan Akses Layanan: Membantu mencarikan solusi bagi daerah-daerah administratif di pelosok NTT yang hingga kini belum memiliki fasilitas UDD operasional sendiri.

Membangun Kolaborasi Lintas Sektor di Indonesia Timur

Selain merumuskan kebijakan teknis, forum ini juga menyoroti pentingnya kepedulian bersama antar-PMI di wilayah Regional IV. Di wilayah NTT, kesenjangan ketersediaan UDD masih menjadi tantangan besar, terutama untuk kawasan kepulauan seperti Alor, Rote Ndao, Lembata, dan wilayah Sumba.

Melalui Rakernis ini, delegasi dari Jawa Timur dan Bali yang memiliki sistem logistik darah lebih mapan aktif membagikan pengalaman terbaik (best practices) mereka. Bagi PMI Lumajang, kesempatan ini juga menjadi sarana evaluasi untuk terus menyempurnakan program jemput bola menggunakan armada Mobile Unit di wilayah pelosok dan perkebunan di Lumajang.

Melalui komitmen bersama yang berhasil dirumuskan dalam forum di Labuan Bajo ini, seluruh perwakilan PMI Regional IV sepakat untuk menerapkan pola pengambilan keputusan berbasis data riil lapangan. Upaya ini diharapkan dapat memangkas jalur distribusi darah, menjaga kualitas steril kantong darah sejak dari pendonor, serta mewujudkan keadilan akses kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali.


Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Tingkatkan Standardisasi Layanan, PMI Lumajang Kirim Utusan ke Rakernis UDD Regional IV Labuan Bajo
  • Tingkatkan Standardisasi Layanan, PMI Lumajang Kirim Utusan ke Rakernis UDD Regional IV Labuan Bajo
  • Tingkatkan Standardisasi Layanan, PMI Lumajang Kirim Utusan ke Rakernis UDD Regional IV Labuan Bajo
  • Tingkatkan Standardisasi Layanan, PMI Lumajang Kirim Utusan ke Rakernis UDD Regional IV Labuan Bajo
  • Tingkatkan Standardisasi Layanan, PMI Lumajang Kirim Utusan ke Rakernis UDD Regional IV Labuan Bajo
  • Tingkatkan Standardisasi Layanan, PMI Lumajang Kirim Utusan ke Rakernis UDD Regional IV Labuan Bajo

Posting Komentar