Bambang Pangestu Ketua PMI Jakarta Timur: Perubahan Terbesar Terjadi Ketika Warga Menjaga Lingkungan Setiap Hari

LINTAS86.comJAKARTA TIMUR  Melalui pendekatan personal dan interaksi langsung kepada masyarakat, program Mosquito-Borne Disease Prevention Program (MDPP) yang digulirkan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Timur tidak hanya berfokus pada aktivitas pemeriksaan fisik jentik semata. Program ini secara visioner dirancang untuk mendorong terbentuknya kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri dan berkelanjutan dari dalam rumah.
Kader Jumantik menjadi garda terdepan dan bagian paling penting dalam seluruh rangkaian kegiatan Grebek Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang dilaksanakan sepanjang bulan Agustus 2026 di beberapa lokasi, seperti Kelurahan Balekambang dan Kelurahan Pekayon. Pemeriksaan jentik dilakukan secara teliti pada berbagai wadah penampungan yang berpotensi menjadi sarang berkembang biak, termasuk bak mandi, ember, talang air yang tersumbat, vas bunga, serta wadah pembuangan air kulkas. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana pengingat bagi publik bahwa pemberantasan sarang nyamuk perlu dilakukan secara rutin, mandiri, dan tidak hanya bersandar pada momentum saat pelaksanaan Grebek PSN seremonial saja.
Ketua PMI Kota Jakarta Timur, Bambang Pangestu A., S.E., M.M., menyatakan bahwa kader Jumantik bersama segenap unsur masyarakat memiliki peran yang sangat strategis karena posisi mereka berada paling dekat dengan denyut nadi lingkungan tempat tinggal warga. Upaya intervensi ini diperkuat dengan pembagian perlengkapan kerja taktis, seperti raket nyamuk, rompi resmi, dan kartu identitas penanda kader untuk menunjang performa mereka saat mengedukasi warga mengenai formula pencegahan 3M Plus.
Dalam pemaparannya mengenai visi kehumasan dan kesehatan masyarakat, Bambang Pangestu A. menguraikan bahwa edukasi visual berupa media spanduk dan poster merupakan instrumen stimulan, namun penggerak utamanya tetaplah tindakan nyata warga.
"Kita ingin masyarakat tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga membangun kebiasaan. Poster dan spanduk menjadi pengingat, pemeriksaan jentik menjadi langkah awal untuk melihat kondisi lingkungan, namun perubahan terbesar terjadi ketika seluruh warga bersama-sama menjaga lingkungannya setiap hari," tambah Bambang Pangestu A. dengan tegas.
Sinergi dinamis antara warga, kader Jumantik, tenaga kesehatan dari Puskesmas Kelurahan, Dasa Wisma, hingga aparatur unsur kewilayahan diharapkan mampu mentransformasikan gerakan 3M Plus menjadi sebuah gaya hidup baru. Dengan adanya kolaborasi lintas sektor ini, PMI Kota Jakarta Timur optimis angka kejadian penyakit akibat gigitan nyamuk dapat ditekan seminimal mungkin. Paradigma yang ingin ditanamkan adalah lingkungan yang sehat dan bebas dari ancaman penyakit tidak dapat tercipta hanya melalui satu kali aksi massal, melainkan lahir dari akumulasi kebiasaan baik yang dilakukan bersama, berkesinambungan, dan dimulai dari lingkup terkecil, yaitu rumah masing-masing.

Penulis: Opi/akbar

Editor: Redaksi

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Bambang Pangestu Ketua PMI Jakarta Timur: Perubahan Terbesar Terjadi Ketika Warga Menjaga Lingkungan Setiap Hari
  • Bambang Pangestu Ketua PMI Jakarta Timur: Perubahan Terbesar Terjadi Ketika Warga Menjaga Lingkungan Setiap Hari
  • Bambang Pangestu Ketua PMI Jakarta Timur: Perubahan Terbesar Terjadi Ketika Warga Menjaga Lingkungan Setiap Hari
  • Bambang Pangestu Ketua PMI Jakarta Timur: Perubahan Terbesar Terjadi Ketika Warga Menjaga Lingkungan Setiap Hari
  • Bambang Pangestu Ketua PMI Jakarta Timur: Perubahan Terbesar Terjadi Ketika Warga Menjaga Lingkungan Setiap Hari
  • Bambang Pangestu Ketua PMI Jakarta Timur: Perubahan Terbesar Terjadi Ketika Warga Menjaga Lingkungan Setiap Hari

Posting Komentar