Jalan Tak Terduga Sifa Antarkan PMR Juara

LINTAS86.com, GRESIK - Ada jalan yang kita pilih sendiri. Ada pula jalan yang datang tanpa pernah kita rencanakan. Bagi Sifa, pembina PMR di MINU Lumpur, Gresik, jalan menjadi pembina justru hadir dari sesuatu yang dahulu tidak ia sukai mengajar dan berhadapan dengan anak-anak.

Namun, siapa sangka, jalan yang semula ingin ia hindari justru membawanya pada sebuah pengalaman yang mengubah banyak hal dalam dirinya.

“Dulu saya tidak suka mengajar. Saya juga tidak terlalu suka dengan guru dan merasa tidak sabar kalau harus menghadapi anak-anak kecil,” kenang Sifa.

Kini, cerita itu terasa seperti bagian dari masa lalu. Sifa justru menjadi sosok yang dengan sabar mendampingi anggota PMR Mula. Ia mengajarkan keterampilan, menemani latihan, memahami karakter setiap anak, sekaligus belajar untuk menjadi pembina yang tidak hanya mengajar, tetapi juga memberi teladan.

Perlahan, rasa tidak suka itu berubah menjadi kepedulian. Ketidaksabaran berubah menjadi kesabaran. Dan aktivitas yang dahulu terasa berat, kini justru menjadi bagian yang ia nikmati.

“Semakin lama saya bersama anak-anak, saya semakin belajar memahami mereka. Ternyata bukan hanya saya yang mengajarkan mereka, tetapi mereka juga banyak mengajarkan saya tentang kesabaran dan keikhlasan,” ujarnya.

Perjalanan itu kemudian membawa Sifa dan anak-anak binaannya pada sebuah pencapaian. PMR Mula MI NU Lumpur berhasil meraih juara dalam Jumbara di Gresik.

Bagi Sifa, keberhasilan tersebut bukan sekadar tentang piala. Ada proses panjang yang menjadi bagian paling berharga—latihan, kebersamaan, rasa lelah, kegembiraan, hingga melihat anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan peduli terhadap sesama.

“Rasanya terharu dan bangga. Saya melihat sendiri bagaimana mereka berproses. Ketika akhirnya mereka bisa meraih juara, saya merasa semua perjuangan bersama mereka tidak sia-sia,” ungkapnya.

Dari perjalanan itu pula Sifa menemukan sebuah pelajaran sederhana tentang kehidupan.

“Kadang apa yang tidak kita suka justru Allah dekatkan kepada kita. Mungkin karena Allah tahu, di balik sesuatu yang kita tidak suka itu ada kebaikan, pelajaran, dan kebahagiaan yang belum kita lihat,” tutur Sifa.

Kini, setiap kali berdiri di hadapan anggota PMR Mula, Sifa tidak lagi melihat mereka hanya sebagai anak-anak yang harus diajari. Ia melihat mereka sebagai teman belajar dalam perjalanan kemanusiaan.

Menjadi pembina PMR membuatnya memahami bahwa mendidik bukan hanya tentang memberikan ilmu. Ada kesabaran yang harus dilatih, ada ketulusan yang harus dijaga, dan ada proses panjang untuk membantu anak-anak menemukan keberanian serta kepedulian terhadap sesama.

Jalan yang dahulu tidak pernah ia pilih, ternyata menjadi jalan yang mempertemukannya dengan banyak pelajaran.

Dari tidak suka mengajar, Sifa menemukan arti kesabaran. Dari tidak sabar menghadapi anak kecil, ia menemukan kebahagiaan bersama mereka. Dan dari mendampingi PMR Mula, ia menemukan bahwa jalan pengabdian terkadang datang dari arah yang tidak pernah kita bayangkan.

Karena bisa jadi, sesuatu yang hari ini tidak kita sukai, justru merupakan jalan yang sedang Allah dekatkan untuk membawa kita menuju kebaikan.

Penulis: Teddy

Editor: Redaksi

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Jalan Tak Terduga Sifa Antarkan PMR Juara
  • Jalan Tak Terduga Sifa Antarkan PMR Juara
  • Jalan Tak Terduga Sifa Antarkan PMR Juara
  • Jalan Tak Terduga Sifa Antarkan PMR Juara
  • Jalan Tak Terduga Sifa Antarkan PMR Juara
  • Jalan Tak Terduga Sifa Antarkan PMR Juara

Posting Komentar