Martin De Boer dan A.M. Fachir Berikan Apresiasi untuk Relawan PMI di Papua

LINTAS86.comJAYAPURA – Konsolidasi kemanusiaan tingkat tinggi guna merumuskan rencana kontingensi di wilayah Papua resmi bergulir di Hotel Swiss-Belinn (Swiss-Bel-Express) Jayapura. Kegiatan bertajuk Workshop Manajemen Kemarkasan dan Relawan dalam Situasi Kedaruratan dan Konflik Sosial ini diikuti oleh 26 utusan tangguh dari berbagai daerah rawan, termasuk perwakilan dengan jumlah delegasi terbesar dari PMI Kabupaten Puncak Jaya, disusul Mimika, Lanny Jaya, hingga utusan dari Intan Jaya, Paniai, Dogiyai, Jayawijaya, Mamberamo Tengah, Pegunungan Bintang, Merauke, Jayapura, serta perwakilan Provinsi Papua Barat.
Acara yang dibuka oleh Sekda Provinsi Papua Christian Sohilait mewakili Gubernur Papua ini turut mengundang decak kagum dan dukungan moral dari otoritas pusat organisasi. Melalui saluran virtual, Sekjen PMI Pusat A.M. Fachir dan Kepala Delegasi Regional ICRC untuk Indonesia dan Timor-Leste, Martin De Boer, bergantian memberikan instruksi serta apresiasi tinggi kepada para peserta dan jajaran panitia dari PMI Provinsi Papua.
Dalam sambutan daringnya, Sekjen PMI A.M. Fachir menggarisbawahi bahwa wilayah Papua membutuhkan jaminan distribusi logistik dan manajemen posko yang rapi. Namun, semua sistem tersebut tidak akan berjalan tanpa adanya pasokan relawan yang terlatih secara reguler.
"Pilar utama dari respons kedaruratan yang cepat dan terukur adalah manusia. Organisasi harus menaruh perhatian serius pada mekanisme perekrutan relawan sejak dini. Berikan mereka pelatihan yang baik, kenalkan mereka pada kode perilaku kepalangmerahan, sehingga nantinya bermutasi menjadi relawan yang tangguh, berfisik kuat, dan bermental baja di lapangan," papar A.M. Fachir via online.
Sementara itu, Kepala Delegasi Regional ICRC, Martin De Boer, memfokuskan bahasannya pada pentingnya penerimaan masyarakat (acceptance) dan perlindungan lambang di daerah-daerah sensitif. Pengalaman internasional ICRC dalam situasi konflik sosial diharapkan mampu diserap secara utuh oleh para relawan lokal di tanah Papua.
"Kami sangat mengapresiasi komitmen PMI yang terus mendorong peningkatan kapasitas kermarkasan di tingkat kabupaten/kota. Harapannya, pelaksanaan workshop ini memberikan dampak jangka panjang yang nyata dan bermanfaat langsung bagi kesiapsiagaan relawan Papua dalam menghadapi dinamika situasi lapangan yang berisiko tinggi," jelas Martin De Boer.
Hadirnya unsur peninjau (observer) seperti Calon Ketua PMI Provinsi Papua Tengah dan Calon Ketua PMI Provinsi Papua Pegunungan mengonfirmasi bahwa arah dari workshop ini adalah penyusunan draf rekomendasi alur koordinasi terpadu. Sinergi tiga arah yang melibatkan fasilitator internal PMI Pusat, PMI Provinsi, jaringan ICRC, hingga dinas eksternal terkait seperti BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan TNI/Polri diharapkan dapat melahirkan rantai komando operasi yang seirama.
Melalui pelaksanaan simulasi meja (table top exercise), seluruh perwakilan diorientasikan untuk mampu bertindak taktis, netral, mandiri, dan profesional demi tegaknya misi kemanusiaan sejati di atas tanah Papua.

Penulis: Zabidi 

Editor: Redaksi

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Martin De Boer dan A.M. Fachir Berikan Apresiasi untuk Relawan PMI di Papua
  • Martin De Boer dan A.M. Fachir Berikan Apresiasi untuk Relawan PMI di Papua
  • Martin De Boer dan A.M. Fachir Berikan Apresiasi untuk Relawan PMI di Papua
  • Martin De Boer dan A.M. Fachir Berikan Apresiasi untuk Relawan PMI di Papua
  • Martin De Boer dan A.M. Fachir Berikan Apresiasi untuk Relawan PMI di Papua
  • Martin De Boer dan A.M. Fachir Berikan Apresiasi untuk Relawan PMI di Papua

Posting Komentar