Sekda Papua Buka Workshop Kedaruratan PMI: Kesiapsiagaan Relawan Kunci Keberhasilan Operasi Kemanusiaan
LINTAS86.com, JAYAPURA – Pemerintah Provinsi Papua menegaskan pentingnya kesiapan mental, fisik, taktik, dan pemahaman regulasi bagi seluruh personel Palang Merah Indonesia (PMI) saat diterjunkan ke wilayah konflik maupun wilayah terdampak bencana alam. Penegasan ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua, Christian Sohilait, saat membuka Workshop Manajemen Kemarkasan dan Relawan PMI dalam Situasi Kedaruratan dan Konflik Sosial yang dipusatkan di Swiss-Bel-Express Jayapura, Senin (25/8/2026).
Membacakan sambutan tertulis Gubernur Papua, Sekda Christian Sohilait menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dedikasi tanpa batas yang terus ditunjukkan oleh jajaran PMI di tanah Papua. Menurutnya, dinamika situasi kedaruratan di lapangan sering kali tidak menentu dan memiliki risiko tinggi, sehingga membutuhkan profesionalisme penanganan yang matang.
"Dalam situasi kedaruratan akibat bencana alam maupun konflik sosial, Palang Merah Indonesia dituntut untuk hadir dan memberikan pelayanan kemanusiaan secara cepat, tepat, terkoordinasi, dan terukur. Kesiapsiagaan pengurus, staf, dan relawan merupakan kunci keberhasilan respons kedaruratan tersebut," ujar Christian Sohilait di hadapan puluhan peserta.
Lebih lanjut, Christian menyampaikan bahwa tantangan penugasan pada situasi kekerasan akibat gangguan keamanan atau konflik sosial jauh lebih kompleks. Penguasaan teknis seperti evakuasi dan pertolongan pertama saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan pemahaman kode etik organisasi serta nilai-nilai dasar kepalangmerahan.
Pemerintah Provinsi Papua berharap melalui lokakarya (workshop) intensif ini, PMI dapat melahirkan peta pembagian peran personel yang lebih jelas serta mencetak korps relawan yang siap pakai (ready to deploy) demi optimalisasi pelayanan publik.
Workshop yang didanai secara kolaboratif oleh PMI Pusat dan PMI Provinsi Papua tahun anggaran 2026 ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari. Agenda utama pelatihan difokuskan pada penguatan pemahaman mandat kepalangmerahan sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018, pengenalan sistem manajemen keselamatan kerja relawan, hingga simulasi taktis di atas meja (table top exercise).
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi
Posting Komentar