Dari Tenda Darurat, Siswa SDK Nitung Perlahan Bangun Semangat Belajar Setelah Gempa



LINTAS86.com, SIKKA – Sebanyak 106 siswa SDK Nitung, Desa Nitunglea, Kecamatan Palu'e, Kabupaten Sikka, kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar setelah gempa yang terjadi pada 15 Agustus 2026 merusak fasilitas sekolah.

Pembelajaran saat ini dilakukan di tenda darurat karena sejumlah ruang kelas dan sarana pendidikan mengalami kerusakan. Para siswa didampingi delapan guru yang tetap menjalankan kegiatan belajar dengan penyesuaian kondisi di lapangan.

Kepala SDK Nitung, Ignasius Iswianti Wiri, mengatakan kerusakan terjadi pada ruang kelas serta fasilitas penunjang lainnya.

“Setelah gempa 15 Agustus, fasilitas sekolah mengalami kerusakan, baik ruang kelas maupun fasilitas lainnya. Untuk sementara, kegiatan pembelajaran kami pindahkan ke tenda-tenda darurat,” katanya.

Data sekolah menunjukkan terdapat 106 siswa yang terdiri dari 55 laki-laki dan 51 perempuan. Mereka tetap mengikuti kegiatan belajar meskipun fasilitas yang digunakan berbeda dari sebelumnya.

Menurut Ignasius, sekolah sempat menghentikan kegiatan belajar selama sekitar dua minggu setelah gempa. Setelah kondisi dinilai memungkinkan, pembelajaran kembali dilaksanakan secara bertahap.

“Kami tetap berupaya agar anak-anak bisa mendapatkan haknya untuk belajar dengan baik, meskipun dalam kondisi yang masih terbatas,” ujarnya.

Selain menghadapi keterbatasan fasilitas, sebagian siswa masih merasakan dampak psikologis akibat gempa. Beberapa anak masih menunjukkan rasa takut ketika kembali ke sekolah.

“Pasca gempa, anak-anak masih merasakan ketakutan dari apa yang mereka alami di rumah maupun lingkungan sekitar. Kadang-kadang masih ada yang merasa takut untuk datang ke sekolah,” tutur Ignasius.

Untuk membantu proses pemulihan, PMI menggelar kegiatan dukungan psikologi dan promosi kesehatan bagi siswa. Kegiatan tersebut mencakup edukasi hidup bersih dan sehat, praktik mencuci tangan, pencegahan penyakit, dan edukasi mengenai rabies.

Leader Layanan PMI di Pulau Palu'e, Gabriel Ricardus Moatsetu, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membantu anak-anak kembali berinteraksi dan menjalani aktivitas belajar dengan nyaman.

“Melalui kegiatan psikologi dan promosi kesehatan, kami berupaya menghadirkan ruang yang membuat mereka bisa kembali berinteraksi, belajar, sekaligus mendapatkan pengetahuan yang dapat membantu menjaga kesehatan di tengah kondisi pascabencana,” ujarnya.

Hingga saat ini, proses pembelajaran di SDK Nitung masih berlangsung di tenda darurat sambil menunggu pemulihan fasilitas sekolah yang terdampak gempa. 


Penulis: Haafiid
Editor: Redaksi
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Dari Tenda Darurat, Siswa SDK Nitung Perlahan Bangun Semangat Belajar Setelah Gempa
  • Dari Tenda Darurat, Siswa SDK Nitung Perlahan Bangun Semangat Belajar Setelah Gempa
  • Dari Tenda Darurat, Siswa SDK Nitung Perlahan Bangun Semangat Belajar Setelah Gempa
  • Dari Tenda Darurat, Siswa SDK Nitung Perlahan Bangun Semangat Belajar Setelah Gempa
  • Dari Tenda Darurat, Siswa SDK Nitung Perlahan Bangun Semangat Belajar Setelah Gempa
  • Dari Tenda Darurat, Siswa SDK Nitung Perlahan Bangun Semangat Belajar Setelah Gempa

Posting Komentar