Usai Edukasi Gempa, Bantuan Logistik Disalurkan ke SLB Bimbingan Kasih Paga
LINTAS86.com, SIKKA – Bantuan logistik disalurkan ke SLB Bimbingan Kasih Paga, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, Kamis (24/9/2026), setelah sekolah tersebut mendapat pendampingan kesiapsiagaan gempa.
Bantuan yang disalurkan PMI Kabupaten Sikka merupakan dukungan dari PMI Sumatera Utara dan PT Musim Mas.
Logistik tersebut terdiri atas beras, telur, minyak goreng, mi instan, sarden, gula pasir, Energen, sabun mandi, sabun cuci, serta susu UHT kemasan satu liter.
SLB Bimbingan Kasih Paga memiliki 43 siswa dan 15 tenaga pendidik. Sekolah itu melayani pendidikan jenjang SD, SMP, hingga SMA bagi anak-anak dengan beragam kebutuhan khusus.
Penyaluran logistik dilakukan setelah sebelumnya siswa mendapat edukasi mengenai gempa bumi dan cara menyelamatkan diri. Pendampingan diberikan sekitar dua minggu setelah gempa.
Dalam kegiatan tersebut, relawan PMI Kabupaten Sikka bersama guru menyampaikan materi melalui praktik, gerakan, kuis, dan lagu sehingga lebih mudah diikuti siswa.
Materi juga mencakup perilaku hidup bersih dan sehat. Siswa mempraktikkan enam langkah mencuci tangan serta mendapat edukasi mengenai kebersihan diri dan lingkungan sekolah.
Kepala SLB Bimbingan Kasih Paga, Asensius Athanasius, mengatakan pendekatan sederhana membantu pendidik menyampaikan materi kepada siswa.
“Anak-anak berkebutuhan khusus memiliki cara memahami sesuatu yang berbeda-beda. Dengan adanya edukasi dari PMI, terutama melalui praktik dan lagu, kami lebih mudah mengajak anak-anak memahami apa yang harus dilakukan ketika terjadi gempa maupun bagaimana menjaga kebersihan diri dan lingkungan,” ujarnya.
Staf PMI Kabupaten Sikka, Arnollado, mengatakan edukasi mengenai tindakan saat terjadi gempa perlu diberikan menggunakan metode yang dapat dipahami masing-masing anak.
“Edukasi tentang gempa dan cara menyelamatkan diri penting diberikan kepada anak-anak berkebutuhan khusus dengan cara yang sesuai dengan kemampuan mereka. Karena itu, kami bersama guru menggunakan metode yang sederhana, seperti praktik, gerakan dan lagu, agar pesan yang diberikan lebih mudah diterima,” kata Arnollado.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi
Posting Komentar