Mobil Tangki Sulit Masuk Kampung Dobo, Dua Tandon Disiapkan untuk 34 KK

LINTAS86.com, SIKKA – Dua tandon air berkapasitas total 4.600 liter ditempatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih 34 kepala keluarga di RT 01 Kampung Dobo, Desa Iantena, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, Senin (28/9/2026).

Pelayanan dilakukan PMI Kabupaten Sikka menyusul kesulitan air yang dialami masyarakat setelah gempa bumi 15 Agustus 2026 menyebabkan sejumlah bak penampungan warga mengalami kerusakan.

Koordinator Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi PMI Kabupaten Sikka, Octavianus Aryo Adityo, mengatakan pelayanan dilakukan setelah pihaknya menerima informasi mengenai kondisi masyarakat dan berkoordinasi dengan pihak setempat.

“Jadi hari ini, berdasarkan informasi dari teman-teman di media, kami coba untuk berkoordinasi dan akhirnya bisa mengontak Bapak Sergius Moa, dan kita putuskan untuk melakukan pelayanan di Dusun Dobo ini, khususnya RT 01,” ujarnya.

Berdasarkan kondisi di lapangan, air bersih menjadi salah satu kebutuhan mendesak.

“Kalau untuk kebutuhan mendesak, itu air bersih. Nah, karena kondisi medan yang cukup sulit untuk bisa sampai ke dusun, maka kami bersama warga sebenarnya itu memutuskan meletakkan dua tandon air,” jelas Octavianus.

Tandon Ditempatkan Dekat Warga

Satu tandon merupakan bantuan warga. Tandon lainnya berasal dari bantuan Ciputra Group melalui PMI dengan kapasitas 2.300 liter.

“Jadi satu tandon air itu dibantu oleh warga sendiri, satu tandon air itu merupakan sumbangan dari kami melalui Ciputra Group, itu ukurannya 2.300,” katanya.

Kedua tandon memiliki total kapasitas penampungan 4.600 liter. Tangki air dimobilisasi untuk mengisi tempat penampungan tersebut.

Medan sempit dan sulit dijangkau kendaraan memang menjadi tantangan tersendiri dalam pelayanan air. Di daerah lain, penyesuaian kendaraan distribusi dilakukan untuk menjangkau wilayah dengan akses terbatas.

Selain menyediakan air, petugas memberikan promosi kesehatan kepada masyarakat, termasuk edukasi pola hidup bersih dan sehat bagi anak-anak serta orang tua.

34 Family Kit untuk Kepala Keluarga

Data yang digunakan dalam pelayanan mencatat RT 01 Kampung Dobo dihuni 34 kepala keluarga dengan jumlah 92 jiwa.

Sebanyak 34 family kit disalurkan berdasarkan jumlah kepala keluarga. Pakaian dan sarung diberikan kepada seluruh 92 warga.

“Kebetulan di sini ada 34 KK dan 92 jiwa. Jadi kita bantu untuk family kit-nya itu 34 KK, karena sifatnya untuk kepala keluarga. Sedangkan untuk pakaian, sarung berupa sarung dan baju, itu kita bantu langsung ke 92,” ujar Octavianus.

Bantuan juga mencakup dignity kit. Empat baby kit disalurkan berdasarkan data ibu hamil serta bayi dan balita.

“Baby kit-nya ada empat, itu sesuai data. Jadi memang yang kita sampaikan hari ini kepada masyarakat khususnya di Dusun Dobo ini berdasarkan data yang diberikan dari Bapak Sergius Moa,” katanya.

Sebanyak 21 anak juga menerima makanan ringan berupa susu Ultramilk dan Tango.

18 Personel Dikerahkan

Pelayanan di Kampung Dobo melibatkan 18 personel.

Sebanyak 15 personel berasal dari PMI Kabupaten Sikka dan dibagi dalam dua tim.

“Oke. Jadi hari ini untuk dari markas PMI Sikka sendiri kita ada ber-15 orang. Karena kita bagi dua tim. Besok itu akan ada lanjutan di desa lain dengan tim yang lain,” ujar Octavianus.

Tiga personel dari PMI Jawa Timur ikut bergabung untuk memberikan promosi kesehatan, termasuk informasi mengenai rabies dan persoalan kesehatan yang sering dihadapi masyarakat setempat.

Respons terhadap dampak gempa juga berlangsung di wilayah lain di NTT. Di Manggarai Timur, 20 relawan disiapkan untuk melayani 460 warga di pengungsian.

Bak Air Warga Rusak Pascagempa

Ketua BPD Desa Iantena, Vensilia Aurelia Nona Onci, mengatakan warga RT 01 mengandalkan air hujan sebagai sumber air minum.

“Di RT 01, kami di sini ada 34 KK. Dan sumber air minum kami itu dari air hujan,” katanya.

Gempa menyebabkan sekitar tiga hingga empat bak penampungan mengalami kerusakan.

“Ada sekitar 3 sampai 4 bak. Bahkan ada beberapa bak yang keretakannya cukup besar sehingga air di bak itu kering langsung,” ujarnya.

Jika warga membeli satu tangki air dan menempatkannya di RT 02, biaya yang dikeluarkan sekitar Rp175.000. Menurut Vensilia, harga bisa mencapai Rp350.000 apabila air dibawa hingga Kampung Dobo.

Sementara itu, Kepala Dusun Dobo Hendrikus Hengki Yuvaldi menyebut satu tangki berkapasitas sekitar 5.000 liter yang dibawa hingga Kampung Dobo dapat berharga Rp400.000.

Kondisi jalan membuat kendaraan tangki saat ini tidak dapat masuk langsung ke kampung.

Warga akhirnya mengambil air yang diturunkan di RT 02 dan membawanya menggunakan jeriken, dipikul, atau diangkut menggunakan sepeda motor.

Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Mobil Tangki Sulit Masuk Kampung Dobo, Dua Tandon Disiapkan untuk 34 KK
  • Mobil Tangki Sulit Masuk Kampung Dobo, Dua Tandon Disiapkan untuk 34 KK
  • Mobil Tangki Sulit Masuk Kampung Dobo, Dua Tandon Disiapkan untuk 34 KK
  • Mobil Tangki Sulit Masuk Kampung Dobo, Dua Tandon Disiapkan untuk 34 KK
  • Mobil Tangki Sulit Masuk Kampung Dobo, Dua Tandon Disiapkan untuk 34 KK
  • Mobil Tangki Sulit Masuk Kampung Dobo, Dua Tandon Disiapkan untuk 34 KK

Posting Komentar