Kekeringan di Lumajang, Solidaritas Kemanusiaan Hadir Lewat Distribusi Air Bersih
LINTAS86.com, LUMAJANG – Musim kemarau yang menyebabkan keterbatasan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Lumajang memunculkan gerakan solidaritas untuk membantu masyarakat terdampak.
Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lumajang terus menjalankan pelayanan distribusi air bersih, terutama bagi masyarakat di Kecamatan Padang dan Kecamatan Gucialit yang mengalami kesulitan memperoleh pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Kepala Markas PMI Kabupaten Lumajang, Nurhadi Santoso, mengatakan pelayanan tersebut merupakan bagian dari kepedulian kemanusiaan untuk membantu masyarakat menghadapi keterbatasan sumber air selama musim kemarau.
“Air bersih adalah kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Karena itu PMI terus berupaya hadir membantu warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau,” kata Nurhadi.
560 Warga Dusun Ngesong Terima Air Bersih
Pada Jumat (11/9/2026), pelayanan kemanusiaan menyasar Dusun Ngesong, Desa Barat, Kecamatan Padang.
Sebanyak 17.500 liter air bersih disalurkan melalui lima kali pengiriman ke tujuh titik pelayanan.
Titik distribusi tersebar di RT/RW 35/08, 36/08, 37/09, 38/09, 39/09, 40/09, dan 41/09.
Distribusi tersebut menjangkau 162 kepala keluarga dengan total 560 jiwa, terdiri atas 257 laki-laki dan 303 perempuan.
Berdasarkan data PMI Kabupaten Lumajang, akumulasi air bersih yang telah disalurkan ke Dusun Ngesong mencapai 259.000 liter.
“Wilayah ini masih menjadi salah satu prioritas karena kebutuhan air bersih masyarakat cukup tinggi selama musim kemarau berlangsung,” ujar Nurhadi.
Pelayanan serupa juga diberikan kepada masyarakat Dusun Wonoasih, Desa Wonokerto, Kecamatan Gucialit.
Hingga saat ini, sebanyak 54.000 liter air bersih telah disalurkan kepada masyarakat di wilayah tersebut.
Gotong Royong Menghadapi Dampak Kemarau
Di tengah keterbatasan sumber air, distribusi tersebut bukan hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar. Pelayanan kemanusiaan juga memperlihatkan pentingnya gotong royong dan solidaritas sosial ketika masyarakat menghadapi dampak musim kemarau.
Penentuan wilayah penerima bantuan dilakukan melalui pemantauan kondisi di lapangan dan permintaan masyarakat yang dikoordinasikan dengan pemerintah desa.
Dengan mekanisme tersebut, bantuan dapat diarahkan kepada wilayah yang membutuhkan pasokan air bersih.
Nurhadi menjelaskan, keterbatasan air dapat berpengaruh terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat, khususnya kebutuhan rumah tangga, kebersihan dan kesehatan.
“Melalui layanan ini, PMI ingin memastikan masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik dan tidak mengalami kesulitan akibat terbatasnya pasokan air,” katanya.
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya kerja bersama antara organisasi kemanusiaan, pemerintah desa, relawan dan masyarakat ketika menghadapi persoalan sosial akibat kemarau.
Air sebagai kebutuhan dasar tidak hanya dibutuhkan untuk konsumsi, tetapi juga berkaitan erat dengan keberlangsungan berbagai aktivitas masyarakat setiap hari.
Pelayanan Kemanusiaan Terus Dilanjutkan
PMI Kabupaten Lumajang akan terus memantau daerah yang berpotensi mengalami kekurangan air bersih.
Koordinasi dengan pemerintah desa, relawan dan masyarakat juga dilakukan untuk memetakan kebutuhan sekaligus menentukan wilayah yang membutuhkan distribusi berikutnya.
“Kami akan terus bergerak selama masih ada masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih. PMI siap mendukung upaya kemanusiaan dan membantu warga menghadapi musim kemarau,” tegas Nurhadi.
Upaya tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga semangat saling membantu di tengah dampak musim kemarau.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi

Posting Komentar