PMI Hadirkan Layanan Medis Door to Door


LINTAS86.comNAGEKEO — Dampak gempa bumi tektonik beruntun yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menyisakan duka sekaligus tantangan berat bagi warga yang bertahan di posko pengungsian maupun area pemukiman darurat. Selain harus menghadapi kehilangan tempat tinggal, para penyintas kini mulai didera berbagai ancaman masalah kesehatan akibat penurunan kualitas sanitasi dan faktor psikologis pascabencana. 

Merespons situasi kritis ini, Palang Merah Indonesia (PMI) bergerak taktis ke garis depan dengan meluncurkan program Mobile Clinic atau klinik bergerak demi memastikan pelayanan medis primer menjangkau titik-titik tersulit.
Aksi kemanusiaan yang dimotori oleh tim gabungan PMI ini menyasar wilayah pesisir terdampak, salah satunya di Desa Nangadhero, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. 
Wilayah ini menjadi prioritas lantaran banyak kelompok rentan, seperti lansia, ibu menyusui, dan anak-anak, yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan permanen yang jaraknya cukup jauh atau rusak akibat guncangan gempa. Tim medis yang terdiri dari dokter, perawat, dan apoteker menyisir kantong-kantong pengungsian secara presisi dari rumah ke rumah atau tenda ke tenda.
Langkah jemput bola atau pendekatan door to door sengaja dipilih sebagai strategi utama operasional lapangan. Cara ini terbukti sangat efektif untuk mengidentifikasi kasus-kasus penyakit akut maupun kronis yang sering kali terabaikan oleh warga yang masih fokus membenahi puing-puing rumah mereka. 
Dalam setiap kunjungan, tim medis tidak hanya memeriksa tanda-tanda vital seperti tekanan darah dan suhu tubuh, tetapi juga membuka ruang konsultasi mendalam untuk menggali keluhan psikomatis yang kerap muncul akibat trauma bencana.
Ketua PMI Kabupaten Nagekeo, Kristianus Pantaleon Jogo, menyampaikan bahwa kehadiran layanan klinik bergerak ini merupakan komitmen nyata organisasi untuk memutus mata rantai masalah kesehatan pascabencana. 
Menurutnya, respons cepat medis di masa tanggap darurat harus bersifat inklusif dan menyentuh setiap elemen masyarakat tanpa terkecuali, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik untuk berjalan ke posko kesehatan utama.
"Kami menyadari betul bahwa akses kesehatan di masa darurat seperti ini adalah hak mendasar yang harus dipenuhi secepat mungkin. Pendekatan door to door lewat Mobile Clinic ini memastikan tidak ada satu pun warga, terutama lansia dan anak-anak, yang terlewatkan dari pemeriksaan medis. Kami berkomitmen untuk terus mendampingi warga Nagekeo hingga kondisi mereka benar-benar pulih secara fisik maupun psikologis," ujar Kristianus Pantaleon Jogo saat meninjau langsung jalannya posko layanan darurat kesehatan.
Berdasarkan data terkini di lapangan, hanya dalam kurun waktu satu hari pelaksanaan operasi, tim berhasil menangani sedikitnya 52 jiwa dari 20 kepala keluarga yang tersebar di wilayah Desa Nangadhero. Komposisi penerima manfaat tersebut didominasi oleh kelompok rentan wanita dengan rincian 36 perempuan dan 16 laki-laki, yang sebagian besar di antaranya merupakan kelompok usia lanjut yang sudah tidak memiliki mobilitas tinggi untuk mencari pengobatan secara mandiri.
Dari hasil pemeriksaan klinis, tim medis menemukan pola penyakit musiman yang mulai merebak di lingkungan pengungsian. Beberapa keluhan yang paling mendominasi adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) berupa batuk dan pilek, nyeri kepala (pusing), pegal-pegal akibat kelelahan fisik, hingga lonjakan kasus hipertensi atau tekanan darah tinggi yang dipicu oleh faktor stres pascatragedi. PMI langsung memberikan intervensi berupa pemberian obat-obatan gratis sesuai resep dokter, suplemen vitamin, serta edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di situasi darurat.
Kunjungan langsung ini juga berfungsi sebagai sarana asesmen data sekunder yang krusial. Selain mengobati pasien, para relawan secara paralel memetakan kondisi sanitasi lingkungan, ketersediaan air bersih, serta pemenuhan gizi pengungsi. Data yang dihimpun secara berkala ini nantinya akan diolah dan dijadikan sebagai bahan rekomendasi serta koordinasi bersama dinas kesehatan setempat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) guna menentukan arah kebijakan intervensi bantuan pada fase pemulihan selanjutnya.
Penulis: Haafiid 
Editor: Redaksi
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • PMI Hadirkan Layanan Medis Door to Door
  • PMI Hadirkan Layanan Medis Door to Door
  • PMI Hadirkan Layanan Medis Door to Door
  • PMI Hadirkan Layanan Medis Door to Door
  • PMI Hadirkan Layanan Medis Door to Door
  • PMI Hadirkan Layanan Medis Door to Door

Posting Komentar