PMI Sediakan WTP Penuhi Kebutuhan Air



LINTAS86.comMANGGARAI – Upaya penanganan krisis air bersih bagi masyarakat terdampak bencana di kawasan utara Flores terus diperkuat oleh Palang Merah Indonesia (PMI). Guna menjamin ketersediaan pasokan air yang aman dan higienis, instalasi pengolahan air bersih atau Water Treatment Plant (WTP) PMI yang berlokasi di Desa Bajak, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, resmi mulai berproduksi untuk memasok kebutuhan mendesak para penyintas.

WTP PMI merupakan unit mobile atau fasilitas instalasi pengolahan air bersih portabel milik PMI yang dirancang khusus untuk merespons kondisi darurat bencana dan krisis kemanusiaan. Fasilitas ini berfungsi untuk mengolah air baku—seperti air sungai, danau, atau sumur yang keruh dan tercemar akibat bencana—menjadi air bersih yang aman, higienis, dan siap pakai sesuai standar kesehatan. Pengoperasiannya berada di bawah naungan Lembaga Pengelola Air dan Sanitasi Lingkungan (LPASL) PMI Pusat bersama para relawan spesialis Water, Sanitation, and Hygiene (WASH).

Kehadiran WTP yang ada di Desa Bajak ini merupakan sistem pengolahan air yang didukung oleh LPASL milik PMI Pusat yang bertujuan untuk mendukung produksi air bersih untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak di wilayah Utara Kabupaten Manggarai khususnya di Kecamatan Reok dan Reok Barat. Sejak tanggal 02 September 2026, Pengolahan Air PMI ini sudah berproduksi dan telah mendistribusikan air bersih menggunakan dua unit tangki PMI untuk penuhi kebutuhan masyarakat di Pos Pengungsian dan masyarakat terdampak di kecamatan Reok.

Jika sudah berjalan normal maka WTP ini akan memproduksi kurang lebih 4000 liter air bersih/jam. Maka efektivitas layanan akan bergantung pada kecepatan dan banyaknya kendaraan operasional pendukung seperti mobil tangki air ataupun pick up. Keberadaan unit dengan kapasitas produksi tinggi ini penting untuk mencegah timbulnya penyakit berbasis air (water-borne diseases) seperti diare dan kolera di area pengungsian.

Oleh karena itu, PMI selalu membuka ruang kolaborasi dengan lembaga Mitra baik pemerintah, NGO/LSM, ataupun Komunitas yang mau mendistribusikan air kepada masyarakat terdampak di wilayah utara Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur khususnya.

Koordinator Lapangan Tanggap Darurat Bencana (TDB) PMI Provinsi NTT, Adrian Jr., menegaskan pentingnya kemitraan kolektif dalam memperluas jangkauan distribusi air bersih ke seluruh titik pengungsian dan fasilitas publik.

"Kita perlu kolaborasi dan membangun jejaring kemitraan agar layanan air bersih bisa menjangkau seluruh masyarakat terdampak khususnya di wilayah Utara Manggarai untuk kecamatan Reok dan Reok Barat serta Manggarai Timur untuk wilayah Dampek dan sekitarnya baik didistribusikan ke Pos pengungsian terpusat, mandiri bahkan langsung ke rumah-rumah warga dan fasilitas pendidikan, agama ataupun fasilitas umum lainnya sesuai kebutuhan ", ungkap Koordinator Lapangan TDB PMI Provinsi NTT, Adrian Jr

Dalam situasi ini, seluruh elemen harus mampu membangun kolaborasi dan sinergitas untuk mendukung penguatan layanan terpadu. Sehingga semakin banyak masyarakat penyintas yang dapat terbantu secara optimal.


Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • PMI Sediakan WTP Penuhi Kebutuhan Air
  • PMI Sediakan WTP Penuhi Kebutuhan Air
  • PMI Sediakan WTP Penuhi Kebutuhan Air
  • PMI Sediakan WTP Penuhi Kebutuhan Air
  • PMI Sediakan WTP Penuhi Kebutuhan Air
  • PMI Sediakan WTP Penuhi Kebutuhan Air

Posting Komentar