Pascagempa, PMI Nagekeo Dirikan Shelter Darurat di Dua Sekolah Terdampak
LINTAS86.com, NAGEKEO – Dampak gempa bumi yang melanda Kabupaten Nagekeo tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga mengganggu aktivitas pendidikan. Menyikapi kondisi tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Nagekeo memasang shelter darurat di SMPS Batarende dan SD Inpres Dorameli guna memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.
Sebelum shelter didirikan, siswa di kedua sekolah tersebut terpaksa mengikuti pembelajaran di ruang terbuka karena belum tersedianya fasilitas belajar yang aman pascabencana.
Kondisi tersebut membuat proses pendidikan berjalan kurang optimal, terutama saat cuaca panas maupun hujan.
Fransiskus Xaverius Mbeu menjelaskan bahwa keterbatasan fasilitas memaksa siswa belajar di bawah pohon sambil menunggu adanya dukungan ruang belajar sementara.
“Sebelum adanya shelter ini, anak-anak terpaksa belajar di bawah naungan pepohonan. Kondisi tersebut tentu sangat memengaruhi kenyamanan mereka dalam mengikuti proses pembelajaran,” ujarnya.
Melihat kondisi tersebut, PMI Nagekeo melakukan asesmen kebutuhan dan menetapkan sektor pendidikan sebagai salah satu prioritas respons kemanusiaan pascagempa.
Ketua PMI Kabupaten Nagekeo, Kristianus Pantaleon Jogo, mengatakan shelter darurat dibangun agar kegiatan belajar mengajar tidak terhenti selama masa tanggap darurat.
“PMI Nagekeo hadir untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana. Shelter ini diharapkan dapat menjadi ruang belajar sementara yang aman dan nyaman bagi anak-anak serta membantu para guru agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan,” katanya.
Selain mendukung proses pembelajaran, shelter juga diharapkan membantu menjaga kondisi psikologis anak-anak agar tetap memiliki rutinitas dan semangat belajar setelah mengalami bencana.
SMPS Batarende tercatat memiliki 144 siswa dan 18 guru, sedangkan SD Inpres Dorameli memiliki 90 siswa dengan 13 tenaga pendidik.
Menurut Kristianus, PMI akan terus menyesuaikan bantuan kemanusiaan berdasarkan kebutuhan masyarakat di lapangan, termasuk kebutuhan sektor pendidikan yang sering menjadi tantangan setelah terjadinya bencana.
“Pendidikan tidak boleh berhenti hanya karena bencana. Kami berharap shelter ini dapat membantu anak-anak tetap belajar dengan nyaman sampai kondisi sekolah kembali normal,” ujarnya.

Posting Komentar