345 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan, 19 Warga Jalani Pemeriksaan Kesehatan

LINTAS86.com, NAGEKEO – Warga terdampak Gempa Flores di Kabupaten Nagekeo terus menerima berbagai layanan kemanusiaan berupa distribusi air bersih, bantuan logistik, dan pelayanan kesehatan selama masa tanggap darurat bencana.
Dalam laporan layanan pada 4 hingga 5 Oktober 2026, bantuan logistik disalurkan kepada 45 kepala keluarga (KK) di Desa Aeramo, sementara layanan air bersih dan kesehatan menjangkau warga di Kelurahan Danga dan Desa Nangadhero.
Di Desa Aeramo RT 29, bantuan logistik diberikan kepada 45 KK atau 120 jiwa, terdiri dari 50 laki-laki dan 70 perempuan, termasuk 45 lansia.
Bantuan yang disalurkan berupa 90 lembar sarung, 45 gamis, dan 45 jersey untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat pascagempa.
Salah satu warga penerima bantuan, Adolpus Jawa (46), menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diterima masyarakat.
“Selama ini kami hanya mengetahui PMI melalui donor darah. Kami mengucapkan terima kasih karena sudah hadir membantu masyarakat yang terdampak gempa,” ujarnya.
Distribusi 5.000 Liter Air Bersih
Selain bantuan logistik, layanan air bersih juga terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Pada 4 Oktober 2026, sebanyak 5.000 liter air bersih didistribusikan kepada 38 kepala keluarga dengan total 120 jiwa di RT 04 Kolikapa, Kelurahan Danga.
Penerima manfaat terdiri dari 68 orang dewasa, 28 remaja, 21 anak-anak, dan tiga balita. Air bersih yang digunakan berasal dari sumur bor Lape dan didistribusikan langsung ke tempat penampungan milik warga.
Data layanan menunjukkan bahwa sejak 25 Agustus hingga 4 Oktober 2026, telah didistribusikan sebanyak 63 ret atau sekitar 345.000 liter air bersih kepada masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Nagekeo.
Ketua PMI Kabupaten Nagekeo, Kristianus Pantaleon Jogo, mengatakan kebutuhan air bersih menjadi salah satu prioritas selama masa tanggap darurat.
“Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat. Dalam situasi bencana, kebutuhan ini menjadi semakin penting karena berkaitan langsung dengan kesehatan dan kehidupan sehari-hari masyarakat,” katanya.
Menurutnya, distribusi air bersih akan terus dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat dan kondisi lapangan.
Layani 19 Warga di Nangadhero
Sementara itu, pelayanan kesehatan diberikan kepada masyarakat di Desa Nangadhero pada 5 Oktober 2026.
Sebanyak 19 warga mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan dasar yang terdiri dari 5 laki-laki dan 14 perempuan.
Di antara penerima layanan terdapat 1 balita, 1 ibu menyusui, dan 6 lansia yang masuk kategori kelompok rentan.
Hasil pemeriksaan menemukan beberapa keluhan kesehatan yang cukup dominan, yakni myalgia atau nyeri otot, hipertensi, serta gastritis.
Dokter Brenda yang bertugas dalam pelayanan tersebut mengatakan bahwa kondisi kesehatan masyarakat pascabencana perlu mendapat perhatian serius agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
“Keluhan seperti nyeri otot, hipertensi, dan gastritis perlu diperiksa dan ditangani agar tidak berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius,” ujarnya.
Menurutnya, kelompok rentan seperti balita, ibu menyusui, dan lansia memerlukan pemantauan kesehatan secara berkala selama masa pemulihan pascabencana.
Pemantauan Terus Dilakukan
Ketua PMI Kabupaten Nagekeo, Kristianus Pantaleon Jogo, menegaskan bahwa pelayanan kemanusiaan akan terus dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.
Selain distribusi logistik, air bersih, dan layanan kesehatan, pemantauan terhadap kondisi warga juga terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi selama masa tanggap darurat dan pemulihan pascagempa.
“Selama masih ada masyarakat yang membutuhkan pelayanan kemanusiaan, kami akan terus berupaya hadir sesuai kemampuan dan kebutuhan di lapangan,” tegasnya.
Berbagai layanan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat Nagekeo melewati masa pemulihan pascagempa sekaligus mendukung kesehatan dan kesejahteraan warga terdampak.
Penulis: Wemin Wuda/Adrian Jr.
Editor: Redaksi
Posting Komentar