Bayi 44 Hari Tak Datang ke Layanan, Dokter Brenda Turun ke Tenda


LINTAS86.com, NAGEKEO – Gempita Rahayu baru berusia 44 hari ketika Dokter Brenda memeriksa bayi tersebut dengan mendatangi langsung tenda tempat keluarganya tinggal di Desa Tendakinde, Dusun Kaburea, Kabupaten Nagekeo, Rabu, 30 September 2026.

Pemeriksaan dilakukan meski orang tua Gempita tidak menyampaikan keluhan sakit.

Dokter Brenda Lestari dari PMI Kota Bandung saat itu bergabung bersama tim kesehatan PMI Kabupaten Nagekeo memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak gempa.

Tim kemudian mendapat informasi mengenai keberadaan Gempita.

Bayi yang lahir pada 17 Agustus 2026 tersebut masih tinggal bersama keluarganya di tenda pengungsian dan tidak datang ke posyandu tempat pelayanan berlangsung.

Mengetahui Gempita belum genap berusia dua bulan, Brenda bersama tim memilih mendatangi tenda keluarganya.

Bayi 44 Hari Tak Datang ke Lokasi Pelayanan

Kedatangan Brenda bukan disebabkan adanya laporan kondisi darurat.

Orang tua Gempita juga tidak menyampaikan anak mereka sedang sakit.

Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi bayi selama berada di lingkungan pengungsian.

Menurut Brenda, usia Gempita menjadi salah satu perhatiannya. Selain itu, keluarga masih tinggal di tenda yang panas dengan kondisi sekitar berdebu.

"Untuk kemarin saat saya dan tim PMI Nagekeo berkunjung dan melakukan pelayanan di desa Tendakinde, kami mendapatkan info ada 1 bayi yang lahir saat gempa kemarin namanya “Gempita”. Kebetulan untuk bayi dan keluarga tidak datang ke posyandu tempat kami pelayanan, jadi kami datang langsung ke tenda pengungsian mereka. Saya dan tim yankes menghampiri untuk memeriksa keadaan bayi, bukan karena ada keluhan dari orangtua, tetapi ingin memeriksa kondisi bayi saat ini. Karena saya pikir untuk kondisinya harus diperhatikan terutama umurnya baru mau menginjak 2 bulan serta bayi dan keluarga masih tinggal di tenda pengungsian yang kondisinya panas dan sekitarnya banyak debu. Saya periksa keseluruhan mulai dari keaktifan bayi dalam menyusu (ASI), apakah bayi saat itu/pernah kuning, untuk frekuensi BAB BAK kemudian melakukan pemeriksaan fisik untuk bagian dada/pernapasan. Alhamdulillah kondisi bayi sangat sehat dan dari anamnesis orangtua pasien tidak pernah sakit, dan untuk sampai umur sekarang pasien dapat imunisasi lengkap sesuai dengan umurnya", tungkas Dokter Brenda.

Hasil Pemeriksaan Gempita

Pemeriksaan mencakup sejumlah kondisi.

Brenda memperhatikan keaktifan Gempita dalam menyusu ASI. Keterangan orang tua mengenai kemungkinan bayi pernah mengalami kondisi kuning juga digali.

Frekuensi BAB dan BAK turut ditanyakan dalam anamnesis.

Brenda selanjutnya melakukan pemeriksaan fisik, khususnya pada bagian dada dan pernapasan.

Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi Gempita sangat sehat.

Berdasarkan anamnesis kepada orang tua, bayi tersebut juga disebut tidak pernah sakit serta telah mendapatkan imunisasi lengkap sesuai dengan usianya.

Ayah Gempita, Nanang Iswanto, mengatakan pemeriksaan langsung tersebut membuat keluarganya lebih tenang.

“Kami sangat berterima kasih kepada PMI karena sudah datang langsung memeriksa kesehatan warga di tenda pengungsian, terutama anak kami Gempita. Dengan adanya pemeriksaan dari tim kesehatan, kami merasa lebih tenang karena kondisi kesehatan anak kami bisa dipantau,” ujar Nanang.

Warga Lain Juga Diperiksa

Pelayanan kesehatan pada Rabu itu tidak hanya diberikan kepada Gempita.

Tim turut memeriksa warga lain yang masih tinggal di tenda darurat Desa Tendakinde, Dusun Kaburea. Pemeriksaan diberikan berdasarkan kebutuhan dan keluhan kesehatan masing-masing.

Ketua PMI Kabupaten Nagekeo, Kristianus Pantaleon Jogo, mengatakan pelayanan kesehatan merupakan bagian dari pendampingan masyarakat terdampak.

“PMI Nagekeo akan terus hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak. Tidak hanya bantuan logistik, tetapi pelayanan kesehatan juga menjadi perhatian kami. Kami ingin memastikan warga yang masih berada di tenda pengungsian mendapatkan pemeriksaan dan pelayanan kesehatan, terutama bayi, anak-anak dan kelompok rentan,” kata Kristianus.

Menurutnya, kolaborasi antara PMI Nagekeo dengan tenaga kesehatan PMI dari daerah lain menjadi bagian penting dalam memperkuat pelayanan bagi masyarakat.

Kehadiran Brenda dari PMI Kota Bandung menjadi salah satu bentuk dukungan tersebut.

Dalam kasus Gempita, tim tidak menunggu bayi datang ke tempat pemeriksaan. Pelayanan dilakukan dengan mendatangi langsung tenda setelah tim memperoleh informasi mengenai keberadaannya.

Langkah itu memastikan Gempita tetap mendapat pemantauan meski keluarganya tidak hadir di lokasi pelayanan.

Tidak ada laporan sakit yang menjadi awal kunjungan tersebut.

Ada informasi mengenai seorang bayi berusia 44 hari yang masih tinggal di pengungsian. Informasi tersebut ditindaklanjuti dengan pemeriksaan langsung.

Hasilnya, Dokter Brenda menyatakan Gempita dalam kondisi sangat sehat.

Bagi keluarga, hasil pemeriksaan memberikan kepastian sekaligus ketenangan mengenai kondisi bayi mereka selama tinggal di pengungsian.

Penulis: Zabidi

Editor: Redaksi


Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Bayi 44 Hari Tak Datang ke Layanan, Dokter Brenda Turun ke Tenda
  • Bayi 44 Hari Tak Datang ke Layanan, Dokter Brenda Turun ke Tenda
  • Bayi 44 Hari Tak Datang ke Layanan, Dokter Brenda Turun ke Tenda
  • Bayi 44 Hari Tak Datang ke Layanan, Dokter Brenda Turun ke Tenda
  • Bayi 44 Hari Tak Datang ke Layanan, Dokter Brenda Turun ke Tenda
  • Bayi 44 Hari Tak Datang ke Layanan, Dokter Brenda Turun ke Tenda

Posting Komentar