Sumber Air Menyusut Drastis, Warga Terdampak Kekeringan di Ponorogo Terima Alokasi 1,2 Juta Liter dari Baznas


LINTAS86.com, PONOROGO – Kekeringan di Kabupaten Ponorogo bukan lagi sekadar isu tahunan, melainkan tantangan struktural yang membutuhkan penanganan terpadu. Merespons menyusutnya debit sumur gali warga, BAZNAS Provinsi Jawa Timur berkolaborasi dengan BAZNAS Ponorogo menyalurkan alokasi program 1,2 juta liter air bersih ke wilayah-wilayah pelosok terdampak bencana iklim.
Khusus di Ponorogo, operasi tanggap darurat yang berjalan sejak awal pekan ini menggerakkan total 50.000 liter air bersih. Dengan mengerahkan armada tangki berkapasitas 5.000 liter, logistik air disalurkan melalui 10 ritase pengiriman untuk menyelamatkan 1.789 jiwa (657 KK) di lima dusun terkritis.
Ketua BAZNAS Kabupaten Ponorogo, Sukarni, mengawal langsung sinkronisasi data lapangan bersama jajaran pemerintah daerah untuk menjamin akurasi sasaran penerima manfaat.
"Air bersih ini merupakan bantuan 1,2 juta liter air bersih dari BAZNAS Jatim untuk 25 Kabupaten terdampak kekeringan di Jawa Timur, salah satunya Ponorogo. Kami berupaya agar alokasi ini tepat sasaran dan segera terdistribusi ke bak penampungan warga tanpa penundaan," tegas Sukarni.
Adapun sebaran manfaat dari aksi sosial ini menjangkau Dusun Dungus di Desa Karangpatihan (Pulung), Dusun Kroyo di Desa Gelangkulon (Sampung), Dusun Bungur di Desa Munggu (Bungkal), Dusun Sidowayah di Desa Sidoharjo (Jambon), serta Dusun Gondang di Desa Tumpuk (Sawoo).
Mewakili aspirasi warga di lingkar administratif bawah, Kepala Desa Tumpuk, Imam Sulardi, S.Pd., menyampaikan rasa terima kasih mendalam karena wilayahnya mendapat perhatian logistik air yang intens.
"Masyarakat Desa Tumpuk sangat terbantu dengan adanya bantuan air bersih ini. Dalam beberapa waktu terakhir, sebagian warga memang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air karena debit sumber air terus berkurang selama musim kemarau," katanya.
Langkah mitigasi iklim ini turut didukung penuh oleh Camat Sawoo, Dina Andriani, S.STP., M.Si. Beliau menyatakan droping air ini menjadi jaminan keselamatan warga dari ancaman minimnya pasokan sanitasi.
"Bantuan air bersih ini sangat membantu masyarakat yang saat ini mengalami keterbatasan pasokan air. Sinergi berbagai pihak menjadi kekuatan utama dalam menghadapi dampak kekeringan," tegasnya.
Saat armada tangki tiba di area Kecamatan Sampung, Suyahmi yang merupakan salah seorang warga Dusun Kroyo, Desa Gelangkulon menceritakan betapa berharganya aliran air bersih ini untuk kebutuhan konsumsi harian keluarganya.
"Bantuan air bersih ini sangat membantu kami untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari seperti minum. Saya mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Provinsi Jawa Timur yang telah peduli kepada kami dengan memberi bantuan air bersih," ucap warga Kroyo itu.
Dengan tuntasnya pengiriman ritase terakhir pada Jumat, (09/10/2026), program sinergi ini sukses meminimalisir risiko krisis air bersih domestik di kawasan pelosok. Langkah taktis ini membuktikan bahwa penguatan kemitraan umat mampu menjadi pilar pendukung pemerintah daerah dalam mengatasi kondisi kedaruratan di tingkat tapak.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Sumber Air Menyusut Drastis, Warga Terdampak Kekeringan di Ponorogo Terima Alokasi 1,2 Juta Liter dari Baznas
  • Sumber Air Menyusut Drastis, Warga Terdampak Kekeringan di Ponorogo Terima Alokasi 1,2 Juta Liter dari Baznas
  • Sumber Air Menyusut Drastis, Warga Terdampak Kekeringan di Ponorogo Terima Alokasi 1,2 Juta Liter dari Baznas
  • Sumber Air Menyusut Drastis, Warga Terdampak Kekeringan di Ponorogo Terima Alokasi 1,2 Juta Liter dari Baznas
  • Sumber Air Menyusut Drastis, Warga Terdampak Kekeringan di Ponorogo Terima Alokasi 1,2 Juta Liter dari Baznas
  • Sumber Air Menyusut Drastis, Warga Terdampak Kekeringan di Ponorogo Terima Alokasi 1,2 Juta Liter dari Baznas

Posting Komentar