Pascagempa NTT, 23 KK di Waekokak Nagekeo Terima Bantuan Logistik
LINTAS86.com, NAGEKEO – Sebanyak 23 KK di Waekokak Nagekeo terima bantuan logistik darurat guna memulihkan kebutuhan dasar hidup sehari-hari pada Jumat (2/10/2026). Peristiwa penyaluran bantuan fisik yang digerakkan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Nagekeo ini menyasar lingkungan RT 010, Desa Waekokak, Kecamatan Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Langkah cepat penambalan kebutuhan sandang ini dilakukan setelah tim melakukan verifikasi data mengenai adanya kerusakan rumah tinggal akibat guncangan gempa bumi.
Pihak redaksi melakukan verifikasi data riil di lokasi pengungsian mengenai jumlah penerima manfaat yang valid. Tercatat ada 78 jiwa yang mendiami tenda darurat, dengan rincian fisik terdiri dari 34 warga laki-laki dan 44 warga perempuan. Dari total data populasi tersebut, terdapat kelompok berisiko tinggi yang terdiri dari 5 anak bayi serta 25 warga lanjut usia (lansia). Seluruh data ini telah dicocokkan dengan dokumen kependudukan tingkat RT untuk memastikan pembagian barang berjalan dengan adil.
Berdasarkan laporan verifikasi barang di posko utama, logistik yang diturunkan dari truk meliputi 30 lembar kain sarung tenun, 30 potong baju kaos jersey, 30 potong pakaian gamis, serta 30 buah ember plastik penampung air. Semua material sandang ini langsung dibagikan secara transparan kepada perwakilan kepala keluarga yang rumahnya mengalami keretakan struktur. Warga menyambut bantuan pakaian baru ini dengan penuh syukur karena sebagian besar baju harian mereka tertimbun di dalam reruntuhan bangunan rumah.
Selain menyelesaikan pembagian logistik di wilayah pemukiman Waekokak, tim lapangan juga mengonfirmasi data distribusi tambahan di sektor pendidikan. Sebanyak 14 buah ember plastik telah sukses diserahkan kepada para guru dan siswa yang berada di SDK Aeramo, Desa Aeramo. Langkah taktis ini diverifikasi sebagai upaya untuk menjaga kebersihan fasilitas sanitasi darurat di lingkungan sekolah agar proses belajar mengajar anak-anak tidak terhenti akibat ketiadaan alat wadah air bersih.
Ketua PMI Kabupaten Nagekeo, Kristianus Pantaleon Jogo, memberikan keterangan resmi terkait fokus pergerakan sukarelawan kemanusiaan yang bertugas di area terdampak bencana gempa NTT.
“PMI terus berupaya hadir di tengah masyarakat dan sekolah-sekolah yang membutuhkan. Bantuan yang kami salurkan mungkin sederhana, tetapi kami berharap dapat memberikan manfaat nyata dan membantu warga serta para guru dan siswa dalam menjalani masa pemulihan,” kata Kristianus di lokasi.
Aksi tanggap darurat yang berjalan tertib tanpa ada keributan ini mendapat apresiasi tinggi dari para tokoh adat dan ketua RT setempat. Kelancaran jalannya pembagian logistik membuktikan bahwa kesadaran gotong royong dan tingkat kerukunan antar-warga perumahan desa berada dalam kondisi yang sangat baik. Peristiwa ini menjadi data penting bahwa penanganan logistik pascabencana dapat berjalan sukses jika didukung oleh validitas data warga yang akurat dan transparan sejak awal.
Penulis: Wemin Wuda
Editor: Redaksi

Posting Komentar