Usai Tanggap Darurat Gempa Flores, PMI Matim Fokus 3 Kecamatan Terdampak


LINTAS86.com, MANGGARAI TIMUR – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Manggarai Timur menggelar rapat evaluasi pelaksanaan respon tanggap darurat bencana (TDB) Gempa Bumi Flores yang telah berlangsung sejak 15 Agustus hingga 26 September 2026. Kegiatan evaluasi berlangsung di Markas PMI Lehong, Borong, pada 6 Oktober 2026 dengan melibatkan pengurus, staf, relawan, pendamping lapangan, serta perwakilan PMI Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Evaluasi dilakukan untuk menilai capaian, kendala, serta kesiapan organisasi dalam memasuki masa transisi menuju pemulihan pascabencana.

Wakil Ketua PMI Manggarai Timur, Konstantinus E. Rada, mengatakan berbagai layanan telah dijalankan selama masa tanggap darurat, mulai dari asesmen, distribusi logistik, aktivasi posko, layanan air bersih dan sanitasi (WASH), dukungan psikososial (PSS), Restoring Family Links (RFL), hingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa.

Menurutnya, seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan perlu dievaluasi guna mengetahui capaian dan tantangan selama operasi kemanusiaan berlangsung.

“Semua yang telah kita lakukan perlu dievaluasi agar mengetahui capaian, tantangan dan kebijakan yang tepat untuk bisa dilakukan ke depan,” kata Konstantinus saat rapat evaluasi.

Kapasitas Relawan Dievaluasi

Dalam rapat tersebut, aspek kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu topik utama pembahasan. Sekretaris PMI Manggarai Timur, Robertus Alang, menegaskan bahwa peningkatan kualitas relawan harus menjadi perhatian organisasi.

Ia mengakui belum seluruh relawan memiliki pelatihan yang memadai pada setiap jenis layanan kemanusiaan. Namun melalui sistem pendampingan dan On The Job Training (OJT), relawan tetap mampu mendukung pelaksanaan tugas di lapangan.

Selain itu, keselamatan personel selama menjalankan misi kemanusiaan juga menjadi perhatian dalam proses evaluasi.

"Kapasitas yang dimiliki dengan layanan itu harus menjadi bahan evaluasi agar dapat diketahui efektivitas layanan dan SDM yang dimiliki," ujarnya.

Masa Pemulihan Jadi Fokus Berikutnya

Kepala Markas PMI Manggarai Timur, Alfred Tuname, menjelaskan bahwa hasil evaluasi akan menjadi dasar penyusunan rencana kerja selama masa transisi menuju pemulihan hingga Desember 2026.

Menurut Alfred, kebutuhan masyarakat pada masa transisi berbeda dengan saat kondisi tanggap darurat. Oleh karena itu, PMI perlu menentukan fokus layanan yang lebih spesifik dan sesuai kebutuhan lapangan.

“Tidak semua layanan pada masa tanggap darurat akan dilakukan pada masa transisi. Karena itu perlu dilakukan pemetaan sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Posko PMI Manggarai Timur, Ori Bomo, mengingatkan pentingnya administrasi dan pelaporan selama pelaksanaan layanan kemanusiaan.

Ia menyebut selama masa tanggap darurat masih ditemukan keterlambatan pelaporan karena petugas lebih fokus menjalankan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Menurut Ori, data layanan yang diperbarui secara berkala sangat diperlukan sebagai bahan evaluasi serta mendukung koordinasi dengan PMI Provinsi maupun PMI Pusat.

PMI Tetapkan Tiga Kecamatan Prioritas

Hasil rapat evaluasi menghasilkan sejumlah keputusan strategis terkait program pemulihan pascabencana.

PMI Manggarai Timur menetapkan tiga kecamatan sebagai lokasi prioritas intervensi selama masa transisi, yakni:

  • Kecamatan Lamba Leda Utara
  • Kecamatan Lamba Leda Selatan
  • Kecamatan Sambi Rampas

Penetapan wilayah tersebut dilakukan berdasarkan tingkat dampak kerusakan serta kebutuhan masyarakat pascagempa.

Selain wilayah prioritas, PMI juga menetapkan tujuh layanan utama yang akan menjadi fokus pelaksanaan program selama masa transisi.

Tujuh layanan tersebut meliputi:

  1. WASH (air bersih dan sanitasi)
  2. Pelayanan Kesehatan (Yankes)
  3. Dukungan Psikososial (PSS)
  4. Promosi Kesehatan (Promkes)
  5. Distribusi Logistik
  6. Shelter atau Hunian Sementara
  7. Dapur Umum

Aktivasi posko tetap dipertahankan sebagai pusat koordinasi, pengelolaan data, dan informasi terpadu selama masa pemulihan berlangsung.

PMI NTT Apresiasi Kinerja Relawan

Perwakilan PMI Provinsi NTT sekaligus Koordinator Lapangan TDB Gempa Flores, Adrian Jeharun, memberikan apresiasi kepada seluruh pengurus, staf, relawan, dan pendamping PMI Manggarai Timur yang terlibat selama respon tanggap darurat.

Menurut Adrian, keterbatasan kapasitas dan jumlah personel tidak mengurangi semangat relawan dalam menjangkau masyarakat terdampak yang berada di wilayah sulit.

Ia menilai fokus pada wilayah prioritas dan layanan terpadu menjadi langkah penting untuk meningkatkan dampak program kemanusiaan pada fase pemulihan.

“Kita tidak lagi menjangkau semua wilayah, tetapi didorong agar bisa lebih fokus sehingga layanan yang diberikan lebih signifikan bagi masyarakat,” ungkap Adrian.

Evaluasi tersebut juga merekomendasikan peningkatan pelatihan terpadu bagi pengurus, staf, dan relawan melalui skema OJT lintas layanan. Selain itu, penguatan komunikasi internal dan kerja sama dengan pemerintah maupun mitra kemanusiaan menjadi bagian dari strategi yang akan dilakukan PMI Manggarai Timur selama masa transisi pemulihan pascagempa Flores.

Penulis: Adrian Jr.
Editor: Redaksi
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Usai Tanggap Darurat Gempa Flores, PMI Matim Fokus 3 Kecamatan Terdampak
  • Usai Tanggap Darurat Gempa Flores, PMI Matim Fokus 3 Kecamatan Terdampak
  • Usai Tanggap Darurat Gempa Flores, PMI Matim Fokus 3 Kecamatan Terdampak
  • Usai Tanggap Darurat Gempa Flores, PMI Matim Fokus 3 Kecamatan Terdampak
  • Usai Tanggap Darurat Gempa Flores, PMI Matim Fokus 3 Kecamatan Terdampak
  • Usai Tanggap Darurat Gempa Flores, PMI Matim Fokus 3 Kecamatan Terdampak

Posting Komentar