Ratusan Pelajar Bahodopi Belajar Langsung Tata Cara Mengurus Jenazah


LINTAS86.com, MOROWALI - Penyelenggaraan jenazah menjadi materi utama dalam kegiatan edukasi dan praktik yang digelar Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Masjid SMA Negeri 1 Bahodopi, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Sabtu (7/11/2026). Kegiatan bertema "Upgrade Skill, Raih Pahala: Yuk, Belajar Mengurus Jenazah" tersebut diikuti siswa-siswi SMA Negeri 1 Bahodopi untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan terkait pelaksanaan fardu kifayah sesuai syariat Islam.

Kegiatan menghadirkan pembelajaran teori sekaligus praktik langsung guna memberikan bekal kepada generasi muda mengenai tata cara mengurus jenazah mulai dari memandikan, mengafani, menyalatkan hingga proses pemakaman.

Dihadiri Sekolah, KUA, dan DKM IMIP

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Habib Abdul Hafid Al-Habsyi.

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh perwakilan Kepala SMA Negeri 1 Bahodopi, Asnawati, S.Pd.Gr. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi DKM IMIP yang menghadirkan kegiatan edukatif bagi para pelajar.

"Kegiatan ini memberikan nilai edukasi keagamaan sekaligus membangun kepedulian sosial dan tanggung jawab siswa terhadap lingkungan masyarakat," ujarnya.

Menurutnya, pembelajaran semacam itu penting untuk melengkapi pendidikan formal yang diterima peserta didik di sekolah.

Sambutan berikutnya disampaikan Agussalim Daliman selaku Employee Affairs Operations Section Head yang mewakili Ketua DKM IMIP.

Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan jenazah merupakan ilmu yang harus terus dipelajari dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

"Ilmu penyelenggaraan jenazah merupakan pengetahuan yang sangat penting karena berkaitan langsung dengan pelaksanaan kewajiban fardu kifayah umat Islam," katanya.

Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bahodopi, Muhiddin Moh. Saing.

Menurutnya, edukasi mengenai penyelenggaraan jenazah memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan pemahaman keagamaan di tengah masyarakat.

Peserta Mendapat Materi Fikih Penyelenggaraan Jenazah

Agenda utama kegiatan diisi oleh Ustaz Anwar Samanhudi yang menyampaikan materi Fikih Penyelenggaraan Jenazah.

Dalam pemaparannya, peserta mendapatkan penjelasan mengenai ketentuan syariat Islam dalam mengurus jenazah.

Materi tersebut meliputi:

  • Kewajiban fardu kifayah.
  • Tata cara memandikan jenazah.
  • Tata cara mengafani jenazah.
  • Tata cara salat jenazah.
  • Tata cara pemakaman sesuai syariat.

Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya melaksanakan seluruh tahapan penyelenggaraan jenazah secara benar sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada sesama muslim.

"Pengurusan jenazah bukan hanya proses teknis, tetapi juga ibadah yang harus dilakukan sesuai tuntunan agama," jelas Ustaz Anwar Samanhudi.

Penjelasan tersebut menjadi dasar sebelum peserta mengikuti sesi praktik langsung.

Praktik Langsung Jadi Bagian Penting Kegiatan

Setelah sesi teori selesai, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik penyelenggaraan jenazah.

Pada sesi ini, peserta memperoleh kesempatan melihat secara langsung setiap tahapan pengurusan jenazah sesuai syariat Islam.

Pemateri memberikan pendampingan kepada peserta mulai dari simulasi memandikan jenazah hingga proses pengafanan.

Metode praktik dipilih agar peserta tidak hanya memahami materi secara teoritis, tetapi juga memiliki gambaran nyata mengenai pelaksanaan pengurusan jenazah.

Pendekatan tersebut dinilai lebih efektif untuk membantu peserta memahami tahapan-tahapan yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi sebenarnya di masyarakat.

Banyak peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi yang diberikan. Mereka memperhatikan proses demonstrasi sekaligus mencatat poin-poin penting yang disampaikan narasumber.

Antusiasme Tinggi dalam Sesi Tanya Jawab

Kegiatan semakin interaktif ketika memasuki sesi diskusi dan tanya jawab.

Para siswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali lebih dalam berbagai permasalahan yang sering muncul dalam praktik penyelenggaraan jenazah.

Beberapa pertanyaan yang disampaikan peserta berkaitan dengan tata cara pelaksanaan fardu kifayah, kondisi khusus dalam pengurusan jenazah, serta adab yang harus diperhatikan selama proses berlangsung.

Sesi tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk mengklarifikasi berbagai hal yang selama ini hanya diketahui secara umum.

Melalui dialog langsung dengan pemateri, peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai penyelenggaraan jenazah dalam perspektif fikih Islam.

Menjaga Regenerasi Ilmu Fardu Kifayah

DKM IMIP menilai pembelajaran mengenai penyelenggaraan jenazah perlu terus dilakukan karena semakin terbatasnya masyarakat yang memiliki kemampuan dalam bidang tersebut.

Di sejumlah daerah, tugas pengurusan jenazah masih bertumpu pada tokoh agama atau individu tertentu yang telah berpengalaman.

Apabila tidak dilakukan regenerasi, dikhawatirkan kemampuan tersebut akan semakin berkurang dari waktu ke waktu.

Karena itu, pelibatan generasi muda menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan pelaksanaan fardu kifayah di lingkungan masyarakat.

Pembekalan sejak usia sekolah diharapkan mampu melahirkan kader-kader muda yang memahami tata cara penyelenggaraan jenazah secara benar dan siap membantu masyarakat saat diperlukan.

Masjid sebagai Pusat Pendidikan dan Pembinaan Umat

Kegiatan yang diselenggarakan DKM IMIP juga menunjukkan optimalisasi fungsi masjid sebagai pusat pendidikan dan pembinaan umat.

Selain menjadi tempat ibadah, masjid memiliki peran penting dalam penguatan literasi keagamaan, pembentukan karakter, serta peningkatan kepedulian sosial masyarakat.

Melalui program edukasi seperti ini, masjid menjadi ruang pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Kolaborasi antara DKM IMIP, SMA Negeri 1 Bahodopi, dan KUA Bahodopi menjadi contoh sinergi positif yang dapat mendukung pembangunan kehidupan beragama yang lebih baik.

Beri Manfaat bagi Generasi Muda dan Masyarakat

Selain menambah wawasan keagamaan, kegiatan ini juga memberikan manfaat sosial yang luas.

Peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai tata cara pengurusan jenazah, tetapi juga belajar tentang:

  • Kepedulian sosial.
  • Empati kepada sesama.
  • Semangat gotong royong.
  • Tanggung jawab sebagai bagian dari umat.
  • Pengabdian kepada masyarakat.

Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk membentuk karakter generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran sosial dan spiritual.

Komitmen DKM IMIP dalam Pembinaan Keagamaan

Melalui kegiatan edukasi dan praktik penyelenggaraan jenazah ini, DKM IMIP menegaskan komitmennya dalam memperkuat pembinaan keagamaan di wilayah Bahodopi dan kawasan industri IMIP.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga keberlangsungan ilmu-ilmu keislaman yang bersifat praktis.

Dengan mengusung semangat "Upgrade Skill, Raih Pahala", DKM IMIP berharap semakin banyak generasi muda yang memahami pentingnya fardu kifayah dan mampu mengamalkannya dalam kehidupan bermasyarakat.

Edukasi yang menggabungkan teori dan praktik tersebut diharapkan menjadi bekal berharga bagi para peserta sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat Bahodopi yang terus berkembang.

Penulis: Zabidi 

Editor: Redaksi

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Ratusan Pelajar Bahodopi Belajar Langsung Tata Cara Mengurus Jenazah
  • Ratusan Pelajar Bahodopi Belajar Langsung Tata Cara Mengurus Jenazah
  • Ratusan Pelajar Bahodopi Belajar Langsung Tata Cara Mengurus Jenazah
  • Ratusan Pelajar Bahodopi Belajar Langsung Tata Cara Mengurus Jenazah
  • Ratusan Pelajar Bahodopi Belajar Langsung Tata Cara Mengurus Jenazah
  • Ratusan Pelajar Bahodopi Belajar Langsung Tata Cara Mengurus Jenazah

Posting Komentar