PMI Kabupaten Malang Gelar Pelatihan Sibat di Sumberoto, 20 Warga Ikut

 

LINTAS86.com, MALANG - Pelatihan Sibat Sumberoto yang diselenggarakan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang resmi dimulai di Pendopo Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Jumat (6/11/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh 20 peserta dari berbagai unsur masyarakat untuk meningkatkan kapasitas dalam menghadapi kondisi darurat dan bencana.

Peserta yang mengikuti kegiatan berasal dari pengurus RT, perangkat desa, masyarakat umum, hingga warga dari desa lain yang ikut berpartisipasi dalam pelatihan. Program ini menjadi bagian dari upaya PMI Kabupaten Malang dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat berbasis komunitas.

Pembukaan pelatihan dihadiri Kepala Markas sekaligus Wakil Ketua PMI Kabupaten Malang Aprillijanto, SE., MM., Sekretaris Kecamatan Donomulyo sekaligus Ketua PMI Kecamatan Donomulyo Yulianto, SE., Sekretaris PMI Kecamatan Donomulyo Endrianto Bayu, SE., MM., Bendahara PMI Kecamatan Donomulyo Henny Sulistyoningrum, SE., serta sejumlah fasilitator PMI Kabupaten Malang.

Kegiatan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 6 hingga 8 November 2026.

Tingkatkan Kapasitas Respons Darurat

Pelatihan Siaga Berbasis Masyarakat (Sibat) dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenali risiko, memahami ancaman, dan melakukan tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi darurat.

PMI menilai masyarakat memiliki peran penting dalam penanganan awal bencana maupun keadaan darurat lainnya karena menjadi pihak yang pertama berada di lokasi kejadian.

Ketua PMI Kecamatan Donomulyo, Yulianto, mengatakan peserta diharapkan mampu menjadi penggerak ketangguhan masyarakat setelah menyelesaikan pelatihan.

“Para peserta yang hadir mengikuti kegiatan ini nantinya diharapkan menjadi penggerak ketangguhan masyarakat sekitar dalam merespons kejadian darurat, khususnya di wilayah Desa Sumberoto. Karena Desa Sumberoto ini juga merupakan salah satu desa wisata yang ada di Kabupaten Malang,” ujar Yulianto.

Menurutnya, peningkatan kapasitas warga menjadi penting mengingat Desa Sumberoto merupakan wilayah yang memiliki aktivitas masyarakat dan kunjungan wisata yang terus berkembang.

Dengan adanya warga yang memiliki kemampuan dasar penanganan kedaruratan, respons awal terhadap kejadian darurat diharapkan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

Materi Pelatihan Beragam

Selama tiga hari pelatihan, peserta mendapatkan sejumlah materi yang berkaitan dengan kesiapsiagaan dan penanganan bencana.

Materi yang diberikan meliputi Kepalangmerahan, Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat (KBBM), Manajemen Bencana, Pertolongan Pertama, Assessment atau penilaian cepat, serta Pengelolaan Posko.

Materi tersebut diberikan oleh fasilitator PMI Kabupaten Malang yang memiliki pengalaman dalam penanganan kedaruratan dan kegiatan kemanusiaan.

Selain teori, peserta juga memperoleh pembelajaran mengenai langkah-langkah praktis yang dapat diterapkan ketika menghadapi kejadian darurat di lingkungan masing-masing.

Pelatihan dirancang agar peserta tidak hanya memahami konsep penanggulangan bencana, tetapi juga memiliki keterampilan dasar yang diperlukan saat harus melakukan tindakan cepat di lapangan.

Simulasi Penanganan Darurat

Pada hari terakhir pelatihan, peserta dijadwalkan mengikuti simulasi penanganan kondisi darurat.

Simulasi tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk menguji pemahaman dan keterampilan peserta setelah mengikuti seluruh materi.

Melalui simulasi, peserta akan mempraktikkan berbagai prosedur yang telah dipelajari, mulai dari koordinasi tim, penilaian situasi, komunikasi lapangan, hingga tindakan pertolongan awal.

Kegiatan ini bertujuan memberikan gambaran kondisi nyata yang mungkin dihadapi masyarakat ketika terjadi bencana maupun kondisi kedaruratan lainnya.

Dengan demikian, peserta memiliki pengalaman praktis yang dapat digunakan sebagai bekal ketika harus terlibat dalam respons darurat di lingkungan tempat tinggalnya.

PMI Dorong Keseriusan Peserta

Kepala Markas sekaligus Wakil Ketua PMI Kabupaten Malang, Aprillijanto, meminta seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara maksimal.

Menurutnya, pelatihan ini membahas berbagai aspek yang diperlukan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.

“Ikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya, karena hal-hal yang diperlukan dalam bertindak saat kondisi darurat akan dibedah secara saksama. Saya mewakili Ketua PMI Kabupaten Malang juga menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas keikutsertaan para peserta sekalian,” ungkap Aprillijanto.

Ia menegaskan bahwa kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mengurangi dampak yang ditimbulkan akibat bencana maupun keadaan darurat lainnya.

Karena itu, pembekalan melalui pelatihan Sibat diharapkan dapat menghasilkan warga yang memiliki pemahaman dan keterampilan dasar dalam menghadapi berbagai situasi darurat.

Peserta Antusias Ikuti Pelatihan

Antusiasme peserta terlihat selama pelaksanaan kegiatan. Salah satu peserta, Jimmy, yang merupakan perangkat Desa Sumberoto, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru melalui pelatihan tersebut.

Menurut Jimmy, materi yang diberikan tidak hanya menambah wawasan tetapi juga dapat diterapkan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.

“Menurut saya kegiatan ini menarik untuk diikuti karena banyak ilmu yang bisa saya peroleh serta bisa saya praktikkan. Sebelum kegiatan ini juga beberapa kali berkolaborasi dengan PMI dalam hal distribusi air bersih,” kata Jimmy.

Jimmy menilai pelatihan seperti ini penting karena memberikan pemahaman mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat di lingkungan masyarakat.

Perkuat Ketangguhan Berbasis Komunitas

Sebelumnya, PMI Kabupaten Malang dan masyarakat Desa Sumberoto telah berkolaborasi dalam sejumlah kegiatan kemanusiaan, termasuk distribusi air bersih di wilayah yang mengalami kesulitan akses air.

Melalui Pelatihan Sibat, kerja sama tersebut diperluas ke bidang peningkatan kapasitas masyarakat dalam kesiapsiagaan dan respons darurat.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari strategi PMI Kabupaten Malang dalam membangun ketangguhan berbasis komunitas.

Dengan adanya masyarakat yang terlatih, diharapkan penanganan awal saat terjadi bencana dapat berjalan lebih cepat, sehingga risiko korban maupun dampak kejadian dapat diminimalkan.

Pelatihan Sibat juga diharapkan mampu melahirkan kader-kader masyarakat yang dapat menjadi penggerak dan sumber informasi kesiapsiagaan di lingkungannya masing-masing.

Ke depan, PMI Kabupaten Malang menargetkan semakin banyak komunitas dan desa yang memiliki kemampuan serupa sehingga terbentuk jaringan masyarakat tangguh yang siap menghadapi berbagai ancaman dan kondisi darurat.

Penulis: Alfin Fikri 

Editor: Redaksi

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • PMI Kabupaten Malang Gelar Pelatihan Sibat di Sumberoto, 20 Warga Ikut
  • PMI Kabupaten Malang Gelar Pelatihan Sibat di Sumberoto, 20 Warga Ikut
  • PMI Kabupaten Malang Gelar Pelatihan Sibat di Sumberoto, 20 Warga Ikut
  • PMI Kabupaten Malang Gelar Pelatihan Sibat di Sumberoto, 20 Warga Ikut
  • PMI Kabupaten Malang Gelar Pelatihan Sibat di Sumberoto, 20 Warga Ikut
  • PMI Kabupaten Malang Gelar Pelatihan Sibat di Sumberoto, 20 Warga Ikut

Posting Komentar