Bagikan KIE, PMI Lumajang Berharap Kesadaran Kebencanaan Sejak Dini
Sabtu, Februari 07, 2026
lintas86.com, Lumajang – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lumajang kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana di kalangan masyarakat, khususnya anak-anak sejak usia dini. Pada hari Sabtu, 7 Februari 2026, PMI Kabupaten Lumajang menggelar kegiatan edukasi kebencanaan yang melibatkan siswa dari berbagai lembaga pendidikan tingkat TK dan SD, seperti SDN Blukon, TK Dhama Wanita Blukon, dan SDN 4 Citrodiwangsan.
Kegiatan ini dirancang secara khusus untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar terkait bencana kepada siswa. Melalui materi yang disampaikan, PMI ingin menanamkan kesadaran dan kesiapsiagaan sejak dini agar anak-anak tidak hanya mengetahui apa itu bencana, tetapi juga memahami langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi.
Dalam sesi edukasi tersebut, para siswa mendapatkan materi tentang siaga bencana tingkat mula, yang disampaikan dengan metode pembelajaran interaktif dan ramah anak. Ada juga sesi tanya jawab yang membuat suasana belajar menjadi lebih hidup dan menarik, sehingga anak-anak dapat lebih mudah menyerap informasi.
Selain itu, PMI juga membagikan bahan informasi edukasi (KIE) serta Tas Siaga Bencana yang berisi kebutuhan dasar untuk menghadapi bencana secara mandiri. Doorprize dan souvenir juga diberikan untuk menambah semangat dan antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan ini.
Nurhadi Santoso, Wakil Sekretaris PMI Kabupaten Lumajang, menegaskan bahwa penanaman kesadaran kebencanaan sejak dini adalah langkah krusial dalam membangun masyarakat yang tangguh.
Kegiatan ini tidak hanya sebatas penyampaian materi secara teori, namun juga didukung dengan pemberian buku dan alat tulis yang dapat digunakan siswa untuk belajar secara berkelanjutan di rumah maupun sekolah. Dengan demikian, pengetahuan tentang kebencanaan dapat terus diasah dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
PMI Lumajang juga melibatkan pengurus, staf, dan relawan dalam pelaksanaan kegiatan untuk memastikan komunikasi yang efektif antara instruktur dan siswa. Hal ini membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak-anak.
Materi KIE yang disebarkan oleh PMI berfokus pada tiga tahap utama dalam menghadapi bencana, yaitu pra-bencana, saat bencana, dan pasca-bencana. PMI menekankan pentingnya memiliki Tas Siaga Bencana yang berisi kebutuhan dasar seperti makanan, air, obat-obatan, dan alat komunikasi. Selain itu, pemahaman terhadap prosedur evakuasi mandiri dan menjaga kebersihan lingkungan setelah bencana juga menjadi bagian penting dari edukasi ini.
Program edukasi kebencanaan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak 4 Februari hingga 11 Februari 2026, dengan cakupan yang lebih luas melibatkan 18 lembaga pendidikan dan total peserta mencapai 1.209 siswa. PMI Lumajang ingin memastikan bahwa setiap individu, khususnya anak-anak, tidak hanya siap merespons saat bencana terjadi, tetapi juga memiliki sikap proaktif dalam mitigasi dan kesiapsiagaan.
Selain itu, PMI Lumajang juga menjalin kolaborasi dengan mitra internasional dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana di daerah ini. Sinergi antara berbagai pihak ini diharapkan dapat menciptakan sistem tanggap bencana yang lebih efektif dan menyeluruh.
Dengan peningkatan pemahaman dan kemampuan anak-anak dalam menghadapi bencana, PMI Lumajang optimis dapat menciptakan generasi yang lebih tanggap dan tahan terhadap berbagai risiko bencana di masa depan. Kesadaran dan kesiapsiagaan yang dibang...
Kegiatan ini dirancang secara khusus untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar terkait bencana kepada siswa. Melalui materi yang disampaikan, PMI ingin menanamkan kesadaran dan kesiapsiagaan sejak dini agar anak-anak tidak hanya mengetahui apa itu bencana, tetapi juga memahami langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi.
Dalam sesi edukasi tersebut, para siswa mendapatkan materi tentang siaga bencana tingkat mula, yang disampaikan dengan metode pembelajaran interaktif dan ramah anak. Ada juga sesi tanya jawab yang membuat suasana belajar menjadi lebih hidup dan menarik, sehingga anak-anak dapat lebih mudah menyerap informasi.
Selain itu, PMI juga membagikan bahan informasi edukasi (KIE) serta Tas Siaga Bencana yang berisi kebutuhan dasar untuk menghadapi bencana secara mandiri. Doorprize dan souvenir juga diberikan untuk menambah semangat dan antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan ini.
Nurhadi Santoso, Wakil Sekretaris PMI Kabupaten Lumajang, menegaskan bahwa penanaman kesadaran kebencanaan sejak dini adalah langkah krusial dalam membangun masyarakat yang tangguh.
“Kami berharap dengan pemberian KIE dan materi Siaga Bencana ini, anak-anak dapat mempelajari pentingnya kesiapsiagaan dan bisa menjadi agen perubahan dengan menyebarkan pengetahuan ini ke keluarga dan lingkungan sekitar,” ujarnya.
Kegiatan ini tidak hanya sebatas penyampaian materi secara teori, namun juga didukung dengan pemberian buku dan alat tulis yang dapat digunakan siswa untuk belajar secara berkelanjutan di rumah maupun sekolah. Dengan demikian, pengetahuan tentang kebencanaan dapat terus diasah dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
PMI Lumajang juga melibatkan pengurus, staf, dan relawan dalam pelaksanaan kegiatan untuk memastikan komunikasi yang efektif antara instruktur dan siswa. Hal ini membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak-anak.
Materi KIE yang disebarkan oleh PMI berfokus pada tiga tahap utama dalam menghadapi bencana, yaitu pra-bencana, saat bencana, dan pasca-bencana. PMI menekankan pentingnya memiliki Tas Siaga Bencana yang berisi kebutuhan dasar seperti makanan, air, obat-obatan, dan alat komunikasi. Selain itu, pemahaman terhadap prosedur evakuasi mandiri dan menjaga kebersihan lingkungan setelah bencana juga menjadi bagian penting dari edukasi ini.
Program edukasi kebencanaan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak 4 Februari hingga 11 Februari 2026, dengan cakupan yang lebih luas melibatkan 18 lembaga pendidikan dan total peserta mencapai 1.209 siswa. PMI Lumajang ingin memastikan bahwa setiap individu, khususnya anak-anak, tidak hanya siap merespons saat bencana terjadi, tetapi juga memiliki sikap proaktif dalam mitigasi dan kesiapsiagaan.
Selain itu, PMI Lumajang juga menjalin kolaborasi dengan mitra internasional dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana di daerah ini. Sinergi antara berbagai pihak ini diharapkan dapat menciptakan sistem tanggap bencana yang lebih efektif dan menyeluruh.
Dengan peningkatan pemahaman dan kemampuan anak-anak dalam menghadapi bencana, PMI Lumajang optimis dapat menciptakan generasi yang lebih tanggap dan tahan terhadap berbagai risiko bencana di masa depan. Kesadaran dan kesiapsiagaan yang dibang...
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi
