Kira Hanya Urus Donor Darah, Peserta Diklat Ini Syok Tahu Tugas Asli PMI Magetan!

 

LINTAS86.comMAGETAN – Palang Merah Indonesia (PMI) selama ini kerap diidentikkan masyarakat hanya sebatas urusan donor darah. Pola pikir keliru tersebut sempat melekat erat di benak salah satu peserta Pendidikan dan Latihan (Diklat) Korps Sukarela (KSR) Baru yang digelar oleh PMI Kabupaten Magetan pada bulan Juli 2026 ini.
Peserta tersebut mengaku sempat terkejut setelah mengikuti diklat. Melalui pelatihan intensif ini, paradigma lamanya langsung runtuh saat mengetahui betapa luasnya cakupan tugas kemanusiaan PMI yang sebenarnya.

Titik Balik Peserta Tanpa Pengalaman PMR

Bagi peserta yang berangkat dari nol pengalaman di bidang kerelawanan maupun Palang Merah Remaja (PMR) ini, Diklat KSR menjadi sebuah pembuka mata. Rasa antusias dan semangat tinggi menyelimuti dirinya sepanjang materi berlangsung, mengubah ketidaktahuan menjadi sebuah tekad yang bulat.
"Jujur, sebelum mengikuti pelatihan ini, saya hanya tahu bahwa PMI itu hanya mengurusi soal donor darah saja. Namun setelah ikut langsung, saya sangat antusias karena ternyata tugasnya sangat luas dan mulia," ujar salah satu peserta diklat KSR dengan penuh semangat.
Ia juga menambahkan harapannya agar organisasi ini terus berkembang menjadi wadah yang aman bagi para pemuda.
"Harapan saya ke depan untuk PMI Magetan adalah tetap menciptakan lingkungan organisasi yang suportif dan aman. Selain itu, semoga PMI terus menguatkan pengetahuan serta keterlibatan langsung ke masyarakat bersama anggota-anggota di dalamnya," pungkasnya.
Pasca-pelatihan, peserta tersebut berkomitmen penuh untuk menjadi relawan aktif yang berkontribusi nyata bagi daerah. Dirinya bahkan sudah merencanakan diri untuk melanjutkan langkah menuju jenjang pelatihan teknis yang lebih tinggi.

Respons Pengurus: Relawan Bukan Tempat Mencari Nafkah

Transformasi pemikiran para peserta tersebut sejalan dengan misi utama yang diusung oleh jajaran pengurus PMI Kabupaten Magetan. Organisasi sosial kemanusiaan ini memang menuntut kesiapsiagaan penuh di bidang Pertolongan Pertama (PP), Kebencanaan, Evakuasi, Pelayanan Kesehatan Masyarakat, hingga Pemulihan Hubungan Keluarga (Restoring Family Link/RFL).
Menanggapi semangat para peserta baru, Bendahara PMI Kabupaten Magetan, Drs. Gatot Sapto P, M.Si., memberikan arahan tegas saat membuka acara secara resmi. Hadir mewakili Ketua PMI Kabupaten Magetan, Dr. Drs. H. Bambang Trianto, MM., yang berhalangan hadir karena tugas kedinasan, Gatot mengingatkan kembali hakikat utama menjadi seorang relawan KSR.
"PMI adalah suatu Organisasi Kemanusiaan yang bersifat sukarela. Jadi perlu diingat, di PMI itu bukan tempat untuk mencari nafkah atau mata pencaharian. Di sini, kita semua harus siap siaga dalam menghadapi setiap kejadian atau bencana yang melanda," tegas Drs. Gatot Sapto P, M.Si. dalam sambutannya.
Gatot juga menekankan pentingnya disiplin waktu dan pemahaman moto respons cepat yang dimiliki oleh organisasi logo palang merah tersebut.
"Moto atau slogan PMI adalah 6 jam setelah kejadian bencana, relawan harus sudah berada di lokasi dan langsung melakukan aksi nyata. Kami sangat berharap kepada seluruh peserta diklat agar mengikuti dan melaksanakan apa yang disampaikan oleh pemateri dengan penuh semangat dan tanggung jawab. Ilmu yang didapat di sini akan sangat berguna bagi diri sendiri, keluarga, serta lingkungan kita masing-masing," tambah Gatot.
Di akhir arahannya, pihak pengurus PMI Kabupaten Magetan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PMI Provinsi Jawa Timur yang telah menerjunkan pemateri-pemateri kompeten. Ucapan terima kasih juga dialamatkan kepada seluruh panitia lokal yang telah bekerja keras mempersiapkan manajemen diklat agar berjalan tanpa hambatan.

Target 70 Jam Guna Cetak Anggota KSR yang Tanggap

Diklat KSR PMI Kabupaten Magetan tahun 2026 ini dijadwalkan berlangsung cukup panjang, yakni dimulai sejak tanggal 4 Juli 2026 hingga berakhir pada 26 Juli 2026. Sebanyak 35 peserta yang terdiri dari elemen Mahasiswa, Anggota Masyarakat umum, serta Karyawan Swasta di wilayah Magetan digembleng bersama-sama.
Untuk resmi dilantik menjadi anggota KSR yang mumpuni, seluruh calon relawan wajib menuntaskan materi pembelajaran sebanyak 70 Jam. Kurikulum diklat ini mencakup:
  • Materi Kepalangmerahan dan Organisasi PMI
  • Manajemen Relawan
  • Penanggulangan Kebencanaan
  • Pertolongan Pertama (PP)
  • Perawatan Keluarga (PK)
  • Pemulihan Hubungan Keluarga (RFL)
Melalui pelatihan maraton sepanjang bulan Juli ini, PMI Kabupaten Magetan optimistis kebutuhan pemenuhan relawan di lapangan dapat tercapai dengan baik. Output utama dari diklat ini adalah lahirnya anggota KSR baru yang tidak hanya cerdas dan lincah, namun juga sigap, tanggap, terlatih, serta tangguh dalam menghadapi berbagai situasi darurat di masyarakat.

Penulis: Zabidi 

Editor: Redaksi

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Kira Hanya Urus Donor Darah, Peserta Diklat Ini Syok Tahu Tugas Asli PMI Magetan!
  • Kira Hanya Urus Donor Darah, Peserta Diklat Ini Syok Tahu Tugas Asli PMI Magetan!
  • Kira Hanya Urus Donor Darah, Peserta Diklat Ini Syok Tahu Tugas Asli PMI Magetan!
  • Kira Hanya Urus Donor Darah, Peserta Diklat Ini Syok Tahu Tugas Asli PMI Magetan!
  • Kira Hanya Urus Donor Darah, Peserta Diklat Ini Syok Tahu Tugas Asli PMI Magetan!
  • Kira Hanya Urus Donor Darah, Peserta Diklat Ini Syok Tahu Tugas Asli PMI Magetan!

Posting Komentar