Siswa SMP Satap 1 Wolowae Nagekeo Kini Belajar di Kelas Darurat yang Nyaman
LINTAS86.com, NAGEKEO – Kegiatan belajar mengajar di SMP Satap 1 Wolowae, Desa Anakoli, Kabupaten Nagekeo, kini berlangsung dalam kondisi yang lebih nyaman. Para siswa yang sebelumnya harus mengikuti pelajaran di bawah naungan pohon kini memiliki selter belajar sementara yang membantu proses pendidikan tetap berjalan selama masa pemulihan pascabencana.
Sebelum fasilitas tersebut tersedia, guru dan siswa harus memanfaatkan ruang terbuka sebagai tempat belajar. Kondisi cuaca dan perpindahan arah matahari sering kali memengaruhi kegiatan pembelajaran.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, proses belajar mengajar tetap berlangsung. Para guru berupaya memastikan para siswa tetap memperoleh hak pendidikan meskipun sarana dan prasarana sekolah belum sepenuhnya pulih.
Kepala SMP Satap 1 Wolowae, Erniana Pawe, mengatakan kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah.
“Kami sangat berterima kasih karena bantuan ini sangat membantu proses pembelajaran. Sebelumnya anak-anak harus belajar di bawah naungan pohon dan sangat bergantung pada arah matahari. Kalau matahari berpindah, kami juga harus berpindah tempat,” ujarnya.
Menurut Erniana, keberadaan selter memberikan ruang belajar yang lebih layak bagi siswa dan guru. Selain lebih nyaman, proses pembelajaran juga dapat berlangsung dengan lebih teratur dan terlindung dari panas maupun hujan.
Selter pendidikan tidak hanya dipasang di SMP Satap 1 Wolowae, tetapi juga di SDI Kaburea. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu menjaga semangat belajar siswa di tengah situasi pemulihan.
Selain sektor pendidikan, masyarakat di wilayah terdampak juga menerima berbagai bantuan lain, termasuk layanan air bersih dan hunian sementara. Pada 14 September 2026, sebanyak 10.000 liter air bersih disalurkan kepada 199 kepala keluarga atau 535 jiwa di Desa Tendakinde.
Meski fokus utama bantuan adalah pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, dukungan terhadap sektor pendidikan dinilai tidak kalah penting. Pendidikan menjadi salah satu fondasi utama agar kehidupan masyarakat dapat kembali normal secara bertahap.
Pendamping Korlap Lapangan PMI Nagekeo, Abdul Gafur, mengatakan upaya pemulihan dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat dan sektor pendidikan secara bersamaan.
“Kami berharap bantuan yang diberikan dapat membantu masyarakat dan sekolah kembali menjalankan aktivitasnya dengan lebih baik,” katanya.
Bagi para siswa, selter yang kini berdiri di lingkungan sekolah menjadi lebih dari sekadar bangunan sementara. Kehadirannya memberikan ruang belajar yang lebih aman dan nyaman serta menjaga semangat mereka untuk terus menuntut ilmu.
Di tengah keterbatasan yang masih ada, para siswa tetap datang ke sekolah, mengikuti pelajaran, dan terus belajar. Selter tersebut menjadi simbol bahwa pendidikan tidak boleh berhenti, bahkan ketika masyarakat sedang menghadapi masa-masa sulit.
Dengan adanya fasilitas belajar sementara, harapan untuk menjaga keberlangsungan pendidikan di wilayah terdampak tetap terbuka. Dan bagi siswa SMP Satap 1 Wolowae, mereka kini tidak lagi harus belajar di bawah pohon untuk meraih cita-cita mereka.
Penulis: Wilhelmina Wuda Editor: Redaksi
LINTAS86.com, NAGEKEO – Kegiatan belajar mengajar di SMP Satap 1 Wolowae, Desa Anakoli, Kabupaten Nagekeo, kini berlangsung dalam kondisi yang lebih nyaman. Para siswa yang sebelumnya harus mengikuti pelajaran di bawah naungan pohon kini memiliki selter belajar sementara yang membantu proses pendidikan tetap berjalan selama masa pemulihan pascabencana.
Sebelum fasilitas tersebut tersedia, guru dan siswa harus memanfaatkan ruang terbuka sebagai tempat belajar. Kondisi cuaca dan perpindahan arah matahari sering kali memengaruhi kegiatan pembelajaran.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, proses belajar mengajar tetap berlangsung. Para guru berupaya memastikan para siswa tetap memperoleh hak pendidikan meskipun sarana dan prasarana sekolah belum sepenuhnya pulih.
Kepala SMP Satap 1 Wolowae, Erniana Pawe, mengatakan kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah.
“Kami sangat berterima kasih karena bantuan ini sangat membantu proses pembelajaran. Sebelumnya anak-anak harus belajar di bawah naungan pohon dan sangat bergantung pada arah matahari. Kalau matahari berpindah, kami juga harus berpindah tempat,” ujarnya.
Menurut Erniana, keberadaan selter memberikan ruang belajar yang lebih layak bagi siswa dan guru. Selain lebih nyaman, proses pembelajaran juga dapat berlangsung dengan lebih teratur dan terlindung dari panas maupun hujan.
Selter pendidikan tidak hanya dipasang di SMP Satap 1 Wolowae, tetapi juga di SDI Kaburea. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu menjaga semangat belajar siswa di tengah situasi pemulihan.
Selain sektor pendidikan, masyarakat di wilayah terdampak juga menerima berbagai bantuan lain, termasuk layanan air bersih dan hunian sementara. Pada 14 September 2026, sebanyak 10.000 liter air bersih disalurkan kepada 199 kepala keluarga atau 535 jiwa di Desa Tendakinde.
Meski fokus utama bantuan adalah pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, dukungan terhadap sektor pendidikan dinilai tidak kalah penting. Pendidikan menjadi salah satu fondasi utama agar kehidupan masyarakat dapat kembali normal secara bertahap.
Pendamping Korlap Lapangan PMI Nagekeo, Abdul Gafur, mengatakan upaya pemulihan dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat dan sektor pendidikan secara bersamaan.
“Kami berharap bantuan yang diberikan dapat membantu masyarakat dan sekolah kembali menjalankan aktivitasnya dengan lebih baik,” katanya.
Bagi para siswa, selter yang kini berdiri di lingkungan sekolah menjadi lebih dari sekadar bangunan sementara. Kehadirannya memberikan ruang belajar yang lebih aman dan nyaman serta menjaga semangat mereka untuk terus menuntut ilmu.
Di tengah keterbatasan yang masih ada, para siswa tetap datang ke sekolah, mengikuti pelajaran, dan terus belajar. Selter tersebut menjadi simbol bahwa pendidikan tidak boleh berhenti, bahkan ketika masyarakat sedang menghadapi masa-masa sulit.
Dengan adanya fasilitas belajar sementara, harapan untuk menjaga keberlangsungan pendidikan di wilayah terdampak tetap terbuka. Dan bagi siswa SMP Satap 1 Wolowae, mereka kini tidak lagi harus belajar di bawah pohon untuk meraih cita-cita mereka.

Posting Komentar